Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:59 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,31% di awal sesi I.
  • 08:23 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,15 USD/barel
  • 08:22 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,11 USD/barel
  • 08:21 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.474 USD/troy ounce
  • 08:20 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,22% terhadap Yen pada level 108,37 JPY/USD
  • 08:19 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Poundsterling pada level 1,2928 USD/GBP
  • 08:18 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Euro pada level 1,1076 USD/EUR
  • 08:16 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,81% pada level 3.203
  • 08:14 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 1,16% pada level 22.879
  • 08:12 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 1,00% pada level 2.104
  • 06:17 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 0,38% pada level 3.108
  • 06:16 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 0,40% pada level 27.821
  • 06:15 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 0,51% pada level 8.526

Membawa Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia ke Standar Global

Membawa Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia ke Standar Global - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pameran perdagangan yang melayani industri produksi furnitur, International Furniture Manufacturing Components (IFMAC 2019) akan digelar di Jakarta International Expo Kemayoran pada 9–12 Oktober 2019. Untuk meningkatkan keikutsertaan perusahaan-perusahaan asing dalam pameran tersebut, penyelenggara berkolaborasi dengan Deutsche Messe, operator MICE asal Jerman.

Pameran tahun ini yang mengambil tema Quality Manufacturing Needs For Indonesia’s Rising Furniture Industry, akan mengadakan dialog interaktif menghadirkan Ketua Umum Koperasi Industri Kayu dan Mebel Ade Firman, Kepala Suku Dinas Koperasi UMKM serta Perdagangan Jakarta Timur Igan Muhammad Faisal, Sekjen Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur, dan General Manager Wakeni Sofianto Wijaya.

"IFMAC 2019 sebagai pameran bertaraf internasional dan terkemuka di Indonesia akan menunjang kebutuhan manufaktur komponen, aksesoris, serta sektor permesinan kayu yang dapat menginspirasi dan memotivasi para pemain industri furnitur sehingga turut mendorong pengembangan industri furnitur Indonesia," ujar Sofianto Wijaya, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga: Didepan Juragan Mebel, Jokowi Pamer Hasil Kerjanya...

Menurut Sofiantor, IFMAC 2019 masih akan menghadirkan perusahaan-perusahaan terkemuka di industri pembuatan furnitur, antara lain Alpha Utama Mandiri, American Hardwood Export Council (AHEC), Ekamant Indonesia, SCM Group, Global Timber Asia, Felder, Raute Group, Hettich, Blum, Mauri, Plantation Resources, Michael Weinig, dan nama-nama terkenal di Indonesia sebagai distributor teknologi furnitur seperti Maju Adil Sejahtera, AMSKY, Selaras Citra Mesindo, Sinar Masindo, Indasa Sukses, Manunggal, dan masih banyak lagi.

"Perusahaan-perusahaan tersebut selalu hadir sejak pameran digelar delapan tahun lalu," imbuh Sofianto.

Tahun ini, kerja sama dengan Deutsche Messe, penyelenggara pameran permesinan kayu terbesar di dunia, menurutnya, akan menarik lebih banyak perusahaan Eropa dan global lainnya untuk datang menjelajahi pasar Indonesia melalui IFMAC.

Beberapa perusahaan terkemuka dunia yang untuk pertama kalinya hadir di IFMAC 2019, antara lain Ledinek GmbH dari Austria, Robland NV dari Belgia, Ducerf Sa dari Perancis.

Semakin banyaknya perusahaan internasional yang bergabung tahun ini menguatkan IFMAC sebagai pameran terlengkap yang menghadirkan teknologi dunia yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan industri furnitur Indonesia. Pabrikan mapan yang mendominasi pasar global kini memfokuskan bisnis mereka ke pasar Asia, dan melalui IFMAC.

"Kami memberikan mereka peluang untuk memperluas bisnis mereka di Indonesia dan melayani pasar regional dengan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka," jelas Sofianto.

Sejak tahun 2012, IFMAC sesuai arahan yang diberikan pemerintah untuk terus menumbuhkan kemampuan produksi furnitur Indonesia. Tahun ini, IFMAC menekankan pada teknologi dengan harga kompetitif dan solusi yang mampu dibeli oleh produsen furnitur berbagai ukuran, terutama pelaku industri kecil dan menengah yang berhati-hati dalam memilih mesin dan mengidentifikasi aset yang dapat memenuhi kebutuhan produksi mereka yang didorong oleh permintaan domestik dan ekspor yang kuat.

Sekjen HIMKI Abdul Sobur, kinerja ekspor produk mebel dan kerajinan di tahun ini secara nasional akan tumbuh di kisaran 5-6% hingga akhir tahun. Namun, pertumbuhan ini ini sangat kecil dibanding Vietnam yang pertumbuhan ekspor produk ini mampu tumbuh 38% dalam tiga tahun terakhir atau rata-rata 16% per tahun.

Baca Juga: Furnitur Indonesia Mejeng di Las Vegas Market 2019

Menurut Sobur, dari sisi bahan baku, sumber daya manusia dan desain Indonesia bisa di atas Vietnam. Salah satu syaratnya adalah menggunakan teknologi dan mesin yang modern sehingga memiliki standar global.

"Hal itulah yang membuat HIMKI mendorong anggotanya untuk melakukan invetasi di sektor permesinan kayu tersebut," ujar Sobur.

Investasi di mesin komponen furnitur dan permesinan kayu tersebut akan meningkatkan kemampuan produksi dan daya saing produk mebel dan furnitur Indonesia di pasar ekspor karena langkah yang sama telah dilakukan Vietnam hingga mampu kemampuan ekspor mereka bertambah.

"IFMAC akan terus mendorong transformasi teknologi di industri produksi furnitur Indonesia, membuka jalan bagi produsen furnitur UKM guna meningkatkan kinerja dan hasil operasional mereka dengan permesinan canggih dan solusi inovatif," tandas Sobur.

Baca Juga

Tag: Furnitur, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI)

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.90 3,740.11
British Pound GBP 1.00 18,287.40 18,104.03
China Yuan CNY 1.00 2,015.06 1,994.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,167.49 14,026.52
Dolar Australia AUD 1.00 9,665.06 9,566.09
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.87 1,791.68
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.85 10,298.47
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,689.08 15,530.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.83 3,368.52
Yen Jepang JPY 100.00 13,056.39 12,922.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6155.109 3.019 662
2 Agriculture 1407.700 28.253 20
3 Mining 1487.759 2.187 49
4 Basic Industry and Chemicals 958.942 -7.373 76
5 Miscellanous Industry 1176.195 -3.763 50
6 Consumer Goods 2068.984 0.749 54
7 Cons., Property & Real Estate 500.869 -3.915 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1141.597 8.197 76
9 Finance 1281.736 2.705 90
10 Trade & Service 782.940 0.703 165
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 118 157 39 33.05
2 MFMI 436 545 109 25.00
3 PICO 3,580 4,470 890 24.86
4 ITIC 1,050 1,270 220 20.95
5 EAST 91 110 19 20.88
6 TRUS 274 328 54 19.71
7 POLU 1,500 1,795 295 19.67
8 KOIN 150 174 24 16.00
9 JTPE 825 945 120 14.55
10 AMIN 290 328 38 13.10
No Code Prev Close Change %
1 COWL 117 77 -40 -34.19
2 CITY 165 111 -54 -32.73
3 VRNA 101 70 -31 -30.69
4 JSKY 312 234 -78 -25.00
5 PURE 480 360 -120 -25.00
6 ENVY 1,170 880 -290 -24.79
7 TGRA 210 158 -52 -24.76
8 ARTO 2,850 2,230 -620 -21.75
9 PNSE 450 360 -90 -20.00
10 POOL 1,160 940 -220 -18.97
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,420 1,415 -5 -0.35
2 MAMI 250 280 30 12.00
3 IPTV 510 510 0 0.00
4 BBRI 4,190 4,220 30 0.72
5 BHIT 68 68 0 0.00
6 BRPT 1,245 1,175 -70 -5.62
7 ESIP 535 530 -5 -0.93
8 TCPI 5,100 5,075 -25 -0.49
9 TLKM 4,020 4,090 70 1.74
10 TOWR 660 670 10 1.52