Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.484 USD/troy ounce
  • 16:08 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 58,59 USD/barel
  • 16:08 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,73 USD/barel
  • 16:06 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,30% terhadap USD pada level 7,1028 Yuan/USD
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar melemah 0,14% terhadap Yen pada level 108,71 Yen/USD
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar menguat 0,34% terhadap Poundsterling pada level 1,2743 USD/Pound
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar melemah 0,03% terhadap Euro pada level 1,1036 USD/Euro
  • 16:01 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,05% terhadap USD pada level Rp. 14.173/USD
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,19% di akhir sesi II.
  • 14:20 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,03% pada level 7.209
  • 14:19 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,20% pada level 22.472
  • 14:18 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,71% pada level 2.082
  • 12:05 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,15% di akhir sesi I.

Dukung SDGs, 5 Sektor Ini Berkolaborasi Gelar Pameran

Dukung SDGs, 5 Sektor Ini Berkolaborasi Gelar Pameran - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pameran lima industri besar, Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show SEA Indonesia, Marintec Indonesia resmi dibuka. Pameran ini akan berlangsung empat hari, 18-21 September 2019, di Jakarta International Expo Center, Kemayoran.

Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara menyatakan, pembukaan pameran bertaraf internasional itu bertujuan untuk memfasilitasi dan mempromosikan upaya industri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Pameran dengan luas area 60.000 meter persegi ini menghadirkan lebih dari 1.400 perusahaan dari 39 negara di seluruh dunia yang terbagi dalam 15 paviliun negara. Penyelenggaraan pameran ini merefleksikan posisi Indonesia di mata dunia dan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. 

Maysia Stephanie, Event Director PT Pamerindo lndonesia, mengatakan, lima pameran itu tersegmentasi untuk melayani sektor pertambangan, migas, maritim, dan konstruksi yang disatukan sebagai satu acara unggulan, yakni Indonesia Energy & Engineering Exhibitions, dengan menampilkan teknologi terkini dan solusi bagi seluruh rantai pasokan untuk meningkatkan daya saing dan pembangunan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Memanfaatkan Energi Terbarukan, Mewujudkan Praktik Tambang Berkelanjutan

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan merupakan tanggung jawab semua pemangku kepentingan di industri ini. Indonesia Energy & Engineering diselenggarakan sebagai platform ideal bagi para pemain industri dan seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat dan berbagi pemikiran, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. 

Bambang Gatot Ariyono, Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM saat membuka pameran tersebut mengatakan, sebagai regulator, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM, memperhatikan pencapaian dari tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan memberlakukan aturan dan pedoman penambangan yang baik.

Untuk mewujudkannya, ESDM berfokus pada tiga pilar, kecelakaan nihil (zero accident), pembangunan yang ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

"Indonesia perlu menggandakan laju peningkatan efisiensi energi, meningkatkan infrastruktur, dan meningkatkan kualitas teknologi untuk penyediaan layanan energi modern dan berkelanjutan," jelas Bambang.

Andrew Wong, Managing Director Swagelok lndonesia mewakili industri migas, mengungkapkan, tidak ada yang mudah dalam industri migas di Indonesia, bahkan di dunia. Setiap tahunnya, pelaku industri menghadapi tantangan teknis yang semakin kompleks, di antaranya sumur yang lebih dalam, suhu lebih tinggi, tekanan, serta lingkungan yang lebih korosif.

Hal-hal tersebut menuntut standar, peraturan, pengawasan dan pertanggungjawaban yang lebih demi mewujudkan apa yang menjadi perhatian utama dalam menyediakan eksploitasi sumber daya alam yang sehat, aman, ramah lingkungan, dan dengan biaya yang optimal.

Pada kesempatan yang sama, Eddy Kurniawan, Ketua Ikatan Perusahaan Industrl Kapal dan Sarana Lepas Pantai lndonesia (Iperindo) mengatakan, sejak asas cabotage diterapkan, impor kapal secara reguler ke Indonesia menciptakan defisit perdagangan sebesar 513,10 miliar di 2018.

Iperindo berharap pemerintah akan mengambil tindakan tegas untuk memberdayakan industri maritim Indonesia dengan menetapkan regulasi pajak, fiskal, dan pembiayaan yang menguntungkan.

Eddy juga mengatakan, ketika industri maritim Indonesia bertumbuh, otomatis dapat memenuhi permintaan akan kapal pelayaran, bahkan mungkin ke depannya Indonesia bisa mengekspor kapal ke negara-negara lain. Ketika hari itu tiba, Indonesia tidak akan melihat defisit dalam neraca perdagangan, tapi menghasilkan surplus perdagangan untuk Indonesia.

Baca Juga: Impor Migas Surut, Impor Nasional Turun 8,53%

"Di sinilah menurut saya, pameran Marintec Indonesia memainkan peranan penting sebagai salah satu fasilitator dan pendukung para pemain industri dalam perkembangan ini," jelas Eddy. 

Budiono Wibowo, East Territory Director PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (Kobelco), menambahkan, sektor infrastruktur, agribisnis, dan kehutanan tahun ini diprediksi tetap positif dan berlanjut.

Proyek konstruksi jangka menengah dan panjang masih memerlukan investasi alat berat. Sedangkan untuk sektor tambang, walaupun trennya sedikit menurun, tetapi potensi dan prospeknya masih positif.

Sementara Hari Nugraha Nurjaman, Ketua Ikatan Ahli Pracetak Prategang lndonesia (IAPPl), menyimpulkan, jumlah perusahaan Indonesia yang sudah mulai menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan memang tidak sebanyak di negara maju, tapi dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhannya sangat agresif.

"Perusahaan yang ingin hidup lebih lama, tentu saja harus menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan," jelas Hari.

Baca Juga

Tag: Pamerindo Indonesia, Pertambangan, Migas

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,801.71 3,763.08
British Pound GBP 1.00 18,180.29 17,996.58
China Yuan CNY 1.00 2,009.72 1,989.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,257.93 14,116.07
Dolar Australia AUD 1.00 9,604.14 9,505.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.73 1,799.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.35 10,289.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,722.22 15,564.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,402.04 3,365.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,120.39 12,988.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6158.166 31.289 658
2 Agriculture 1344.671 -3.608 20
3 Mining 1608.393 -3.471 48
4 Basic Industry and Chemicals 887.968 24.249 74
5 Miscellanous Industry 1145.695 -2.323 50
6 Consumer Goods 2174.111 9.963 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.457 1.148 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1212.948 2.953 75
9 Finance 1237.732 3.756 90
10 Trade & Service 801.990 3.006 165
No Code Prev Close Change %
1 IRRA 374 560 186 49.73
2 SLIS 630 785 155 24.60
3 PYFA 160 198 38 23.75
4 HDFA 125 147 22 17.60
5 ISSP 179 210 31 17.32
6 INTD 150 175 25 16.67
7 RODA 204 230 26 12.75
8 PNLF 268 300 32 11.94
9 INKP 6,275 7,000 725 11.55
10 FILM 216 238 22 10.19
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,340 1,105 -235 -17.54
2 ALKA 482 404 -78 -16.18
3 INAF 1,335 1,210 -125 -9.36
4 BOSS 750 680 -70 -9.33
5 LMAS 60 55 -5 -8.33
6 LPLI 125 117 -8 -6.40
7 ITMA 725 680 -45 -6.21
8 MFMI 488 458 -30 -6.15
9 CANI 165 155 -10 -6.06
10 WICO 540 510 -30 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 FREN 168 180 12 7.14
2 MAMI 220 216 -4 -1.82
3 KPIG 133 138 5 3.76
4 LMAS 60 55 -5 -8.33
5 ISAT 3,040 3,260 220 7.24
6 BMTR 340 356 16 4.71
7 MSIN 454 450 -4 -0.88
8 INKP 6,275 7,000 725 11.55
9 SMBR 605 655 50 8.26
10 TCPI 6,700 6,400 -300 -4.48