Portal Berita Ekonomi Kamis, 14 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:58 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,08% di awal sesi I.
  • 08:52 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Yuan pada level 7,0204 Yuan/USD
  • 08:51 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,17% pada level 2.910
  • 08:50 WIB. Bursa - Indek Hang Seng dibuka negatif 0,18% pada level 26.528
  • 08:11 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,37 USD/barel
  • 08:10 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,35 USD/barel
  • 08:09 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.462 USD/troy ounce
  • 08:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yen pada level 108,79 Yen/USD
  • 08:08 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,06% terhadap Dollar AS pada level Rp 14.088 per USD
  • 08:07 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Poundsterling pada level 1,2853 USD/GBP
  • 08:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1009 USD/Euro
  • 08:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,19% pada level 23.276
  • 08:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,29% pada level 2.128
  • 05:34 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,07% pada level 3.094
  • 05:30 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 0,05% pada level 8.482

PM Mahathir Siapkan Undang-Undang untuk Hukum Perusahaan Biang Karhutla

PM Mahathir Siapkan Undang-Undang untuk Hukum Perusahaan Biang Karhutla - Warta Ekonomi
WE Online, Kuala Lumpur -

Perdana Menteri Mahathir Mohamad sedang mempertimbangkan penerapan undang-undang untuk menghukum perusahaan-perusahaan Malaysia penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Dia ingin perusahaan-perusahaan yang memicu krisis kabut asap tersebut bertanggung jawab.

"Jika mereka tidak mau mengambil tindakan, kami mungkin harus mengesahkan undang-undang yang akan membuat mereka bertanggung jawab atas kebakaran di properti mereka bahkan jika itu di luar Malaysia," katanya kepada wartawan setelah meluncurkan Kerangka Kerja Kebijakan Luar Negeri Malaysia Baru di Putrajaya kemarin.

Baca Juga: Dituduh Jadi Biang Kerok Kabut Asap, Ini Respons PM Mahathir Mohamad

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, Siti Nurbaya Bakar telah mengungkapkan lima perusahaan asing yang disegel karena terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap. Lima perusahaan asing yang beroperasi di Kalimantan Barat dan Riau itu milik Malaysia dan Singapura.

Beberapa entitas Malaysia itu adalah Sime Indo Agro anak perusahaan Sime Darby Plantation Bhd, Sukses Karya Sawit anak perusahaan IOI Corp Bhd, Rafi Kamajaya Abadi anak perusahaan TDM Bhd. Ketiganya beroperasi di Kalimantan Barat.

Satu lagi entitas Malaysia adalah PT Adei Plantation and Industry milik Kuala Lumpur Kepong Bhd (KLK). Anak perusahaan ini beroperasi di Riau.

KLK dan TDM sudah mengkonfirmasi bahwa tanah milik anak perusahaan mereka di Indonesia telah disegel karena memang ada kebakaran di lahan mereka.

Namun IOI Corp dan Sime Darby Plantation membantah bahwa perkebunan mereka disegel oleh pihak berwenang Indonesia karena kebakaran yang terjadi di lahan mereka berskala kecil dan sudah bisa dikendalikan.

Kepala Polisi Diraja Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Datuk Seri Abdul Hamid Bador mengatakan jika undang-undang seperti yang dimaksudkan Mahathir diberlakukan, polisi tidak akan ragu untuk bertindak.

Mahathir mengatakan Malaysia telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi dampak kabut asap seperti penyemaian awan hingga menutup ribuan sekolah.

"Penyemaian awan adalah salah satunya, tetapi mungkin kita juga perlu menyemprotkan air di tempat-tempat tertentu untuk menurunkan kadar kabut," katanya, seperti dikutip New Straits Times.

Baca Juga: Dampak Kebakaran Hutan Indonesia Sampai ke Malaysia, PM Mahathir Surati Jokowi

Menjawab klaim Indonesia bahwa kabut asap juga berasal dari wilayah Malaysia, Mahathir menginginkan bukti.

"Itulah sebabnya kita harus menerbitkan peta yang menunjukkan gambar satelit dari titik-titik panas," katanya.

Mahathir mengatakan pemerintah Malaysia telah menawarkan diri untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di Indonesia, tetapi pemerintah Indonesia enggan menerima bantuan.

“Kami telah menawarkan bantuan sepanjang waktu. Kami memiliki pesawat terbang yang khusus menyemprotkan air. Saya pikir itu bisa digunakan," ujarnya.

“Saya tidak tahu mengapa Indonesia tidak menerima bantuan kami. Saya juga ingin bertanya (Presiden Joko Widodo) mengapa pemerintah (Indonesia) tidak ingin menerima bantuan kami, tetapi saya belum melakukannya," imbuh dia.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Mahathir Mohamad, Malaysia, kabut asap

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: (Foto/Reuters)

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.88 3,736.13
British Pound GBP 1.00 18,188.68 17,999.29
China Yuan CNY 1.00 2,015.12 1,994.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,152.41 14,011.59
Dolar Australia AUD 1.00 9,674.59 9,576.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.44 1,789.38
Dolar Singapura SGD 1.00 10,385.57 10,276.95
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,583.22 15,426.76
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,410.22 3,373.85
Yen Jepang JPY 100.00 12,986.25 12,853.49

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6142.501 -38.491 660
2 Agriculture 1401.983 -11.934 20
3 Mining 1473.600 -27.895 49
4 Basic Industry and Chemicals 948.028 -1.939 75
5 Miscellanous Industry 1203.370 0.807 50
6 Consumer Goods 2073.718 -13.455 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.734 -1.961 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.019 -9.299 75
9 Finance 1256.244 -8.117 90
10 Trade & Service 802.369 -5.169 165
No Code Prev Close Change %
1 VINS 135 182 47 34.81
2 ARMY 50 67 17 34.00
3 POSA 50 64 14 28.00
4 MTPS 1,080 1,350 270 25.00
5 SINI 306 382 76 24.84
6 POLA 730 910 180 24.66
7 ARTO 1,735 2,160 425 24.50
8 ARTA 336 418 82 24.40
9 SLIS 4,350 5,350 1,000 22.99
10 BRAM 8,150 9,775 1,625 19.94
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 418 314 -104 -24.88
2 DFAM 620 466 -154 -24.84
3 OMRE 1,350 1,015 -335 -24.81
4 BMSR 246 185 -61 -24.80
5 NICK 298 230 -68 -22.82
6 FORZ 384 298 -86 -22.40
7 BOSS 230 179 -51 -22.17
8 SKYB 106 83 -23 -21.70
9 ALKA 500 402 -98 -19.60
10 JIHD 650 525 -125 -19.23
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 248 240 -8 -3.23
2 BBRI 4,000 3,960 -40 -1.00
3 IPTV 505 500 -5 -0.99
4 MNCN 1,430 1,440 10 0.70
5 ANDI 226 238 12 5.31
6 BRPT 990 1,035 45 4.55
7 IRRA 800 705 -95 -11.88
8 SCMA 1,330 1,310 -20 -1.50
9 BHIT 71 71 0 0.00
10 TLKM 4,180 4,150 -30 -0.72