Portal Berita Ekonomi Senin, 14 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,38% di awal sesi I.
  • 08:40 WIB. Valas - Dollar melemah 0,11% terhadap Yuan pada level 7,0816 Yuan/US$
  • 08:39 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka positif 0,81% pada level 26.520
  • 08:38 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 60,21 US$/barel
  • 08:37 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 54,39 US$/barel
  • 08:37 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.486 US$/troy ounce
  • 08:36 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,02% terhadap dollar pada level Rp 14.135 per US$
  • 08:35 WIB. Valas - Dollar melemah 0,02% terhadap Yen pada level 108,27 Yen/US$
  • 08:34 WIB. Valas - Dollar menguat terhadap Poundsterling pada level 1,2595 US$/Pound
  • 08:33 WIB. Valas - Dollar menguat 0,14% terhadap Euro pada level 1,1026 US$/Euro
  • 08:32 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif 0,53% pada level 3.130
  • 08:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 1,15% pada level 21.798
  • 08:31 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 1,21% pada level 2.069
  • 08:30 WIB. INCO - Vale Indonesia bersama dengan Inalum menandatangani perjanjian pendahuluan divestasi.
  • 08:25 WIB. Pajak - Realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp912 triliun atau 57,81% per 7 Oktober 2019.

Alami Benturan, Kepala Pria Ini Lambat Laun Muncul Tanduk, Kok Bisa?

Alami Benturan, Kepala Pria Ini Lambat Laun Muncul Tanduk, Kok Bisa? - Warta Ekonomi
WE Online, SAGAR -

Ahli bedah yang ada di India berhasil memotong tanduk iblis yang diketahui memiliki panjang 10 centimeter (cm) dari kepala seorang pria tua. Tanduk tersebut muncul usai kepala pria itu terbentur lima tahun lalu. Shyam Lal Yadav, 74 tahun, membeberkan tanduk yang menonjol tersebut mulai tumbuh sekitar lima tahun lalu, usai kepalanya terbentur. Awalnya, pertumbuhan tanduk itu dikendalikan oleh tukang cukurnya.

 

Namun, Shyam yang merupakan seorang petani itu mengatakan jika tanduk itu dengan cepat menjadi keras dan panjang sehingga dia harus mencari bantuan dari dokter. Tanduk, yang disebut sebagai tanduk sebaceous, itu diketahui terbuat dari keratin, serat yang ditemukan di kuku kaki dan rambut manusia.

 

d0qfya2xc6s98wxadduc_14055.jpg

 

Menurut ahli bedah saraf di Rumah Sakit Bhagyoday Tirth di Kota Sagar, India, menghilangkan tonjolan itu dan Yadav sekarang mulai pulih.

 

“Sekira lima tahun yang lalu pasien telah melukai kepalanya dan kemudian sebuah benjolan mulai tumbuh,”kata Dokter Vishal Gajbhiye sebagaimana dilansir Metro, Jumat (20/9/2019).

 

Baca Juga: Diskusi Live di Stasiun Televisi India, Warganet Tak Kuasa Tahan Tawa saat Panelis Jatuh dari Kursi

 

“Awalnya, dia mengabaikannya karena tidak menyebabkan ketidaknyamanan. Dia juga memotong benjolan itu di tukang cukur lokal. Namun, ketika benjolan itu mengeras dan mulai tumbuh lebih lanjut, dia mendatangi rumah sakit di Sagar.”

Dokter Vishal mengatakan karena tanduk itu terbuat dari keratin, tonjolan itu bisa dipotong dengan menggunakan pisau yang steril. Tetapi, kondisi yang mendasari pertumbuhannya masih perlu dirawat.

 

“Perawatannya berbeda-beda, tetapi bisa termasuk pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi. Segera setelah dihilangkan, kulit dicangkokkan pada luka yang sekarang sudah sembuh total," kata Vishal.

 

Dokter Vishal menyebut karena tanduk itu terbuat dari keratin, tonjolan itu bisa dipotong dengan menggunakan pisau yang steril. Namun, kondisi yang mendasari pertumbuhannya masih perlu dirawat.

 

“Perawatannya berbeda-beda, tetapi bisa termasuk pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi. Segera setelah dihilangkan, kulit dicangkokkan pada luka yang sekarang sudah sembuh total," kata Vishal.

 

1h9mjdz1qt5al6801nqx_20894.jpg

 

Shyam, pria berasal dari Desa Rahli di Madhya Pradesh, India, mengatakan benjolan itu telah bertambah besar sejak 2014. Munculnya tanduk tersebut sampai saat ini masih belum diketahui, namun diyakini bahwa paparan radiasi atau sinar matahari dapat memicu kondisi tersebut.

 

Dokter awalnya melakukan pemindaian pada Shyam untuk menentukan perawatan apa yang diperlukan. Ahli bedah lantas memakai pisau cukur untuk menghilangkan tanduk dan perlu mengobati akar penyebab pertumbuhan untuk mencegahnya kembali di masa depan. Shyam menghabiskan sepuluh hari di rumah sakit untuk pulih dari operasi dan biopsi pertumbuhan menegaskan itu tidak berbahaya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: India, Viral

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Abdul Halim Trian Fikri

Foto: Foto: SWNS.

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.73 3,750.67
British Pound GBP 1.00 17,681.50 17,499.19
China Yuan CNY 1.00 2,009.13 1,989.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,210.00 14,068.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,625.85 9,526.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.76 1,793.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,342.07 10,237.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,659.42 15,497.31
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.08 3,360.73
Yen Jepang JPY 100.00 13,165.94 13,030.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6105.800 82.159 657
2 Agriculture 1350.598 -15.019 20
3 Mining 1619.425 16.269 48
4 Basic Industry and Chemicals 848.281 23.815 74
5 Miscellanous Industry 1154.858 27.727 50
6 Consumer Goods 2149.904 36.488 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.752 7.500 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1219.064 25.244 75
9 Finance 1226.750 6.612 90
10 Trade & Service 796.761 7.622 164
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 406 505 99 24.38
2 KONI 580 710 130 22.41
3 ABBA 132 161 29 21.97
4 TELE 278 338 60 21.58
5 INAF 1,185 1,390 205 17.30
6 INPP 720 840 120 16.67
7 AKPI 406 470 64 15.76
8 JSPT 810 935 125 15.43
9 SMDM 123 140 17 13.82
10 GIAA 525 580 55 10.48
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 498 374 -124 -24.90
2 TIRA 252 190 -62 -24.60
3 BAYU 1,600 1,250 -350 -21.88
4 TNCA 402 320 -82 -20.40
5 TFCO 464 384 -80 -17.24
6 APEX 615 510 -105 -17.07
7 ANDI 2,290 1,915 -375 -16.38
8 PYFA 178 160 -18 -10.11
9 TALF 368 332 -36 -9.78
10 OPMS 308 278 -30 -9.74
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 210 212 2 0.95
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 MNCN 1,270 1,310 40 3.15
4 TELE 278 338 60 21.58
5 TCPI 6,400 6,825 425 6.64
6 ABBA 132 161 29 21.97
7 OPMS 308 278 -30 -9.74
8 TRAM 118 120 2 1.69
9 FREN 218 220 2 0.92
10 ERAA 1,620 1,655 35 2.16