Portal Berita Ekonomi Selasa, 15 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:30 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,42 USD/barel
  • 20:28 WIB. Valas - Dollar menguat 0,04% terhadap Yen pada level 108,44 Yen/USD
  • 20:27 WIB. Valas - Dollar melemah 0,28% terhadap Poundsterling pada level 1,2643 USD/Pound
  • 20:26 WIB. Valas - Dollar menguat 0,27% terhadap Euro pada level 1,0997 USD/Euro
  • 16:28 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,07% pada level 26.503
  • 16:27 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,31% pada level 3.114
  • 16:26 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,56% pada level 2.991
  • 16:22 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,12% terhadap USD pada level 7,0763 Yuan/USD
  • 16:18 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,19% terhadap USD pada level Rp. 14.166/USD
  • 14:35 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,87% pada level 22.207
  • 14:34 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,04% pada level 2.068

Genjot Iklim Investasi Domestik, Investor Butuh Regulasi yang Bersahabat

Genjot Iklim Investasi Domestik, Investor Butuh Regulasi yang Bersahabat - Warta Ekonomi
WE Online, Solo -

Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Laporan Nusantara Edisi Agustus 2019 bertajuk "Mendorong Perbaikan Iklim Usaha untuk Mendukung Perbaikan Transaksi Berjalan dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan" pada Jumat (20/09/2019) di KPw BI Solo, Jawa Tengah.

Selain memaparkan data ekonomi daerah sepanjang Agustus lalu, kegiatan tersebut juga memberi perhatian khusus terhadap perbaikan iklim investasi domestik, utamanya berkaitan dengan kebijakan atau regulasi yang bersahabat bagi para pelaku usaha.

Berdasarkan pemaparan Ahmad Erani Yustika, selaku Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, rendahnya pertumbuhan investasi Tanah Air disebabkan oleh masih adanya permasalahan yang memberatkan para pelaku usaha. Permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan atau regulasi serta insentif, menjadi dua hal yang paling banyak dikeluhkan oleh para pelaku usaha, baik di pusat maupun daerah.

Baca Juga: Basmi Hambatan Investasi, Pemerintah Akan Lakukan Cara Ini

"Dari audiensi dengan para pengusaha, banyak sekali masalah yang terkait dengan kebijakan teknis antarkementerian yang masih tumpang tindih insentif bagi pengembangan sektor industri (daerah)," imbuhnya, di Solo, Jumat (20/09/2019).

Ia menambahkan, rumitnya regulasi perizinan yang dibuat oleh regulator bahkan membuat investor 'pingsan' di tengah jalan sehingga akhirnya menurunkan minat untuk berinvestasi.

"Misalnya, di sektor gas masih ada sekitar 350-an prosedur yang harus dilewati sehingga setiap investor pingsan di tengah jalan hanya untuk mendapatkan izin investasi," sambungnya. 

Sepaham dengannya, Direktorat Perencanaan Industri Agribisnis dan SDA BKPM, Edwin Zulkarnain mengatakan, ada beberapa masalah yang turut menghambat perbaikan iklim investasi Indonesia, mulai dari kebijakan regulasi yang rumit, kebijakan fiskal yang kurang menarik, sampai masalah pembebasan lahan.

Baca Juga: Gakuku Bos! Pasar Investasi Domestik Bikin Happy!

"Ini mungkin masih bisa dirasakan adanya kebijakan yang bersifat rumit, baik di pusat maupun daerah. Kemudian, penarikan pajak dan insentif fiskal tidak menarik, kemudian juga mengenai pembebasan lahan yang sulit dan harga tanah memang merupakan hal yang sifatnya nasional. Hal ini merupakan tantangan dalam hal investasi," tegasnya.

Agenda tersebut dihadiri oleh tiga pembicara utama, yakni Kepala Grup Sektoral dan Regional Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Endy Dwi Tjahjono; Direktorat Perencanaan Industri Agribisnis dan SDA BKPM, Tubagus Edwin Zulkarnain; dan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Ahmad Erani Yustika.

Baca Juga

Tag: Investasi, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Lestari Ningsih

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Lestari Ningsih

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.81 3,750.91
British Pound GBP 1.00 17,916.85 17,735.76
China Yuan CNY 1.00 2,010.37 1,989.52
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,210.70 14,069.30
Dolar Australia AUD 1.00 9,633.43 9,536.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.32 1,793.18
Dolar Singapura SGD 1.00 10,382.63 10,274.81
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,670.14 15,512.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.63 3,359.43
Yen Jepang JPY 100.00 13,119.18 12,987.45

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6158.166 31.289 658
2 Agriculture 1344.671 -3.608 20
3 Mining 1608.393 -3.471 48
4 Basic Industry and Chemicals 887.968 24.249 74
5 Miscellanous Industry 1145.695 -2.323 50
6 Consumer Goods 2174.111 9.963 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.457 1.148 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1212.948 2.953 75
9 Finance 1237.732 3.756 90
10 Trade & Service 801.990 3.006 165
No Code Prev Close Change %
1 IRRA 374 560 186 49.73
2 SLIS 630 785 155 24.60
3 PYFA 160 198 38 23.75
4 HDFA 125 147 22 17.60
5 ISSP 179 210 31 17.32
6 INTD 150 175 25 16.67
7 RODA 204 230 26 12.75
8 PNLF 268 300 32 11.94
9 INKP 6,275 7,000 725 11.55
10 FILM 216 238 22 10.19
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,340 1,105 -235 -17.54
2 ALKA 482 404 -78 -16.18
3 INAF 1,335 1,210 -125 -9.36
4 BOSS 750 680 -70 -9.33
5 LMAS 60 55 -5 -8.33
6 LPLI 125 117 -8 -6.40
7 ITMA 725 680 -45 -6.21
8 MFMI 488 458 -30 -6.15
9 CANI 165 155 -10 -6.06
10 WICO 540 510 -30 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 FREN 168 180 12 7.14
2 MAMI 220 216 -4 -1.82
3 KPIG 133 138 5 3.76
4 LMAS 60 55 -5 -8.33
5 ISAT 3,040 3,260 220 7.24
6 BMTR 340 356 16 4.71
7 MSIN 454 450 -4 -0.88
8 INKP 6,275 7,000 725 11.55
9 SMBR 605 655 50 8.26
10 TCPI 6,700 6,400 -300 -4.48