Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Gagal Lindungi Saudi, Rusia Ejek Rudal Patriot Milik AS

Gagal Lindungi Saudi, Rusia Ejek Rudal Patriot Milik AS - Warta Ekonomi
WE Online, Moskow -

Sistem pertahanan rudal Patriot dan Aegis buatan Amerika Serikat (AS) jadi bahan ledekan militer Rusia setelah gagal melindungi kilang minyak Arab Saudi dari serangan pesawat nirawak dan rudal jelajah Sabtu (14/9/2019) pekan lalu.

Pejabat berpangkat tinggi militer Rusia mengatakan kegagalan itu membuktikan bahwa senjata pertahanan Amerika tidak seperti yang diiklankan AS.

Menurut pejabat tersebut, Riyadh telah membangun sistem pertahanan udara paling kuat di kawasan Timur Tengah dengan mengambil manfaat persenjataan Amerika yang menyediakan cakupan radar berskala penuh. Namun, lanjut dia, efisiensi senjata pertahanan Amerika dipertanyakan.

Baca Juga: Kekuatan Militer Rusia Lampaui NATO, AS Ketar-Ketir?

Lebih lanjut, pejabat militer itu mengatakan, saat ini ada 88 peluncur sistem rudal Patriot —52 di antaranya adalah versi terbaru PAC-3— yang melindungi perbatasan utara Arab Saudi. Selain itu, Saudi juga dilindungi tiga sistem penghancur rudal berpemandu dan 100 rudal SM-2.

"Sistem pertahanan udara Patriot dan Aegis tidak cocok dengan properti yang diiklankan—mereka tidak efisien terhadap target udara ukuran kecil dan rudal jelajah," ujar sumber militer Rusia itu, Kamis (19/9/2019), seperti dikutip Russia Today.

Kendati demikian, dia mempertanyakan efisiensi dari berbagai senjata pertahanan Amerika itu ketika dilibatkan dalam kehidupan nyata.

"Mereka sama sekali tidak dapat mengusir serangan musuh yang melibatkan penggunaan besar-besaran senjata layak terbang dalam pertempuran nyata," ujarnya.

Baca Juga: Kapal Ilegal Milik Korea Utara Ditahan Penjaga Perbatasan Rusia

Komentar itu muncul ketika media-media internasional berjuang untuk mencari tahu mengapa militer Kerajaan Arab Saudi tidak dapat melakukan tindakan apa pun untuk menghentikan serangan udara terhadap kilang minyak di Abqaiq dan Khurais.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mencoba mencari alasan atas kegagalan sistem pertahanan rudal Patriot dalam melindungi kilang minyak Saudi Aramco.

"Kami telah melihat sistem pertahanan udara di seluruh dunia memiliki keberhasilan yang beragam," kata Pompeo yang disampaikan Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

"Beberapa (sistem pertahanan rudal) yang terbaik di dunia tidak selalu menunjukkan hasil yang diinginkan. Kami ingin bekerja untuk memastikan bahwa infrastruktur dan sumber daya ditempatkan sedemikian rupa sehingga serangan seperti itu akan kurang berhasil daripada yang tampaknya terjadi," imbuh Pompeo.

Baca Juga: Sistem Pertahanan Buatan AS Tak Mampu Halangi Serangan di Arab Saudi, Kalah dari Rusia?

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyimpulkan serangan besar-besaran itu dilakukan dengan 25 pesawat nirawak atau drone dan rudal jelajah.

"Serangan itu diluncurkan dari utara dan disponsori oleh Iran. Kami sedang bekerja untuk mengetahui titik peluncuran yang tepat," kata juru bicara kementerian, Kolonel Turki al-Maliki.

"Bukan berasal dari Yaman, meskipun upaya terbaik Iran untuk membuatnya tampak begitu," ujarnya. Dia menambahkan bahwa drone yang digunakan dalam serangan itu berada di luar jangkauan drone yang digunakan oleh kelompok pemberontak Houthi Yaman.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Rusia, Amerika Serikat (AS), Saudi Aramco

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: (Foto/Reuters)

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00