Portal Berita Ekonomi Selasa, 15 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:28 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,07% pada level 26.503
  • 16:27 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,31% pada level 3.114
  • 16:26 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,56% pada level 2.991
  • 16:22 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,12% terhadap USD pada level 7,0763 Yuan/USD
  • 16:18 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,19% terhadap USD pada level Rp. 14.166/USD
  • 14:35 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,87% pada level 22.207
  • 14:34 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,04% pada level 2.068

Menelisik Peningkatan Ekspor Jagung Indonesia

Menelisik Peningkatan Ekspor Jagung Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Jagung merupakan salah satu komoditas yang cukup strategis karena banyak digunakan sebagai bahan baku untuk produk lanjutan ataupun untuk pakan ternak. Kontribusi komoditas jagung di Indonesia terhadap capaian ekspor cukup tinggi, terutama dengan adanya peningkatan produksi tiap tahunnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian pada tahun 2016, volume produksi jagung sebanyak 23,6 juta ton. Pada tahun 2017 volume produksi jagung sebanyak 28,9 juta ton, dan pada tahun 2018 sampai bulan September sebesar 30,1 juta ton.

Dengan tingginya volume produksi jagung maka surplus tersebut bisa dipasarkan ke luar negeri. Panen raya yang dilakukan serentak di berbagai wilayah Indonesia serta peningkatan produktivitas lahan merupakan alasan terjadinya lonjakan tersebut.

Baca Juga: Kementan Cetak Penangkar Benih Jagung Hibrida

Pada tahun 2016 volume ekspor jagung sebesar 41,9 ribu ton dengan nilai ekspor US$13,3 juta. Pada tahun 2017 volume ekspor jagung sebesar 47 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar US$14 juta. Kemudian pada tahun 2018 sampai bulan September volume ekspor sebesar 328,4 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar US$89,8 juta. Volume dan nilai ekspor jagung pada tahun 2018 merupakan jumlah tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Bantuan alat mesin dan pertanian (alsintan) yang diberikan oleh Kementerian Pertanian untuk mendorong program pengembangan pertanian modern, terutama untuk tanaman jagung sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri serta memberikan akselerasi terhadap nilai ekspor. Selain alsintan, Kementerian Pertanian juga membantu petani jagung dengan mendistribusikan bibit unggul guna mendorong hasil panen yang lebih baik.

Jawa Timur merupakan daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia dengan kontribusi sebesar 21,77 persen terhadap produksi jagung nasional. Diikuti oleh Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan untuk pertumbuhan produksi antara tahun 2014 hingga 2018, pertumbuhan terbesar terjadi pada provinsi Kalimantan Tengah. Pada tahun 2014 produksi jagung di provinsi tersebut baru mencapai 8.138 ton. Pada tahun 2018 angka produksi di Kalimantan Tengah mencapai 158.964 ton.

Tujuan terbesar ekspor jagung pada tahun 2018 adalah Filipina yang mencapai US$72,1 juta. Adanya lonjakan hasil produksi akibat panen raya yang melimpah memberikan kesempatan kepada para petani jagung untuk menjual hasilnya ke pasaran internasional.

Harga yang lebih menjanjikan juga memberikan keuntungan yang lebih bagi para petani. Peran aktif Kementerian Pertanian dalam mendorong sektor pertanian jagung yang merupakan bentuk tanggung jawabnya dapat dianggap berhasil dengan tercapainya pertumbuhan produksi dalam periode tersebut.

Baca Juga

Tag: Jagung, Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Oky Lukmansyah

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.81 3,750.91
British Pound GBP 1.00 17,916.85 17,735.76
China Yuan CNY 1.00 2,010.37 1,989.52
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,210.70 14,069.30
Dolar Australia AUD 1.00 9,633.43 9,536.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.32 1,793.18
Dolar Singapura SGD 1.00 10,382.63 10,274.81
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,670.14 15,512.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.63 3,359.43
Yen Jepang JPY 100.00 13,119.18 12,987.45

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6158.166 31.289 658
2 Agriculture 1344.671 -3.608 20
3 Mining 1608.393 -3.471 48
4 Basic Industry and Chemicals 887.968 24.249 74
5 Miscellanous Industry 1145.695 -2.323 50
6 Consumer Goods 2174.111 9.963 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.457 1.148 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1212.948 2.953 75
9 Finance 1237.732 3.756 90
10 Trade & Service 801.990 3.006 165
No Code Prev Close Change %
1 IRRA 374 560 186 49.73
2 SLIS 630 785 155 24.60
3 PYFA 160 198 38 23.75
4 HDFA 125 147 22 17.60
5 ISSP 179 210 31 17.32
6 INTD 150 175 25 16.67
7 RODA 204 230 26 12.75
8 PNLF 268 300 32 11.94
9 INKP 6,275 7,000 725 11.55
10 FILM 216 238 22 10.19
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,340 1,105 -235 -17.54
2 ALKA 482 404 -78 -16.18
3 INAF 1,335 1,210 -125 -9.36
4 BOSS 750 680 -70 -9.33
5 LMAS 60 55 -5 -8.33
6 LPLI 125 117 -8 -6.40
7 ITMA 725 680 -45 -6.21
8 MFMI 488 458 -30 -6.15
9 CANI 165 155 -10 -6.06
10 WICO 540 510 -30 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 FREN 168 180 12 7.14
2 MAMI 220 216 -4 -1.82
3 KPIG 133 138 5 3.76
4 LMAS 60 55 -5 -8.33
5 ISAT 3,040 3,260 220 7.24
6 BMTR 340 356 16 4.71
7 MSIN 454 450 -4 -0.88
8 INKP 6,275 7,000 725 11.55
9 SMBR 605 655 50 8.26
10 TCPI 6,700 6,400 -300 -4.48