Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,23% pada level 26.786
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,78% pada level 3.163
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,50% pada level 2.954 
  • 16:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.488 USD/troy ounce
  • 16:05 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,17 USD/barel
  • 16:05 WIB. OIL  - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,41 USD/barel
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar menguat 0,13% terhadap Poundsterling pada level 1,2943 USD/Pound
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar menguat 0,08% terhadap Euro pada level 1,1141 USD/Euro
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar melemah 0,06% terhadap Yen pada level 108,56 Yen/USD
  • 16:02 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,43% di akhir sesi II.
  • 16:02 WIB. Valas - Yuan ditutup menguat 0,14% terhadap USD pada level 7,0826 Yuan/USD
  • 16:01 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,29% terhadap USD pada level Rp.14.040/USD
  • 14:45 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,05% pada level 7.160
  • 14:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,16% pada level 2.088

Dituntut Investor, Raksasa Medsos Ini Salah Apa?

Dituntut Investor, Raksasa Medsos Ini Salah Apa? - Warta Ekonomi
WE Online, Surakarta -

Facebook memenangkan persidangan karena gugatan investor yang menuding perusagaab menipu invetor soal potensi dampak pelanggaran privasi pada harga sahamnya, walaupun investor memiliki kesempatan untuk mengajukan banding. 

Gugatan class action dikonsolidasikan dari beberapa keluhan investor yang diajukan sejak tahun lalu dan ditujukan Kepala Organisasi Facebook, Sheryl Sandberg dan Kepala Keuangan Facebook, David Wehner.

"Para investor telah gagal untuk membuktikan tuduhan kalau Facebook dan eksekutifnya secara sadar membuat pernyataan palsu yang berbuah pada kerugian investor," kata Hakim Distrik Amerika Serikat (AS), Edward Davila di San Jose, California, dilansir Reuters, Jumat (27/9/2019).

Baca Juga: Rilis Tahun Depan, Kok Aturan Cryptocurrency Facebook Masih Gantung?

Investor menyorori pelanggaran privasi di Facebook pada Desember 2015. Insiden itu memungkinkan Cambridge Analytica untuk mengakses sekitar 87 juta data pengguna Facebook.

Pada Maret 2018, beberapa media melaporkan, Facebook masih mengizinkan pihak ketiga untuk mengakses data pengguna. Tak hanya itu, data dari pelanggaran Cambridge Analytica pun kabarnya telah digunakan untuk kebutuhan kampanye Presiden AS Donald Trump. Laporan tersebut menyebabkan harga saham perusahaan turun lebih dari 18% dalam dua minggu.

Pada Juli 2018, harga saham Facebook kembali menurun hampir 19%, setelah perusahaan mengungkapkan pertumbuhan jumlah pengguna aktif melambat dan total pendapatan menurun.

Dalam gugatan mereka, para investor mengklaim Facebook dan eksekutifnya membuat lusinan pernyataan bohong perihal Cambridge Analytica dan masalah privasi pengguna.

Hakim memberi waktu untuk mengajukan banding bagi para investor hingga 26 Oktober. Namun, harus menyertakan fakta yang membuktikan tudingan mereka. 

Secara terpisah, Facebook juga menghadapi tuntutan hukum nasional dari pengguna yang ingin meminta pertanggungjawaban perusahaan karena mengizinkan pihak ketiga, termasuk Cambrdige Analytica, untuk mengakses data mereka.

Baca Juga

Tag: Facebook, Amerika Serikat (AS), Media Sosial (Medsos)

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Foto: Reuters.

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,766.84 3,729.16
British Pound GBP 1.00 18,337.11 18,153.25
China Yuan CNY 1.00 1,996.51 1,975.80
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,128.29 13,987.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,711.79 9,612.35
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.55 1,783.60
Dolar Singapura SGD 1.00 10,380.05 10,273.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,760.11 15,597.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,379.97 3,343.14
Yen Jepang JPY 100.00 13,005.88 12,872.92

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6225.497 26.510 659
2 Agriculture 1332.891 -2.425 20
3 Mining 1590.141 -0.785 48
4 Basic Industry and Chemicals 925.305 17.446 74
5 Miscellanous Industry 1203.327 2.887 50
6 Consumer Goods 2101.126 -17.473 54
7 Cons., Property & Real Estate 509.572 2.077 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.902 6.189 75
9 Finance 1270.661 9.673 90
10 Trade & Service 809.357 1.928 166
No Code Prev Close Change %
1 MKNT 50 59 9 18.00
2 CASS 545 630 85 15.60
3 ISAT 3,090 3,390 300 9.71
4 AUTO 1,140 1,240 100 8.77
5 ALKA 440 478 38 8.64
6 POOL 1,790 1,940 150 8.38
7 CCSI 282 304 22 7.80
8 TELE 338 364 26 7.69
9 NZIA 1,200 1,290 90 7.50
10 BRPT 935 1,005 70 7.49
No Code Prev Close Change %
1 OPMS 230 189 -41 -17.83
2 LPLI 127 110 -17 -13.39
3 TIRA 254 224 -30 -11.81
4 OKAS 218 194 -24 -11.01
5 JSPT 950 850 -100 -10.53
6 POLU 2,440 2,200 -240 -9.84
7 KRAH 1,150 1,050 -100 -8.70
8 PSDN 165 151 -14 -8.48
9 GLOB 454 420 -34 -7.49
10 IGAR 318 298 -20 -6.29
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 236 236 0 0.00
2 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
3 MNCN 1,325 1,335 10 0.75
4 ABBA 218 214 -4 -1.83
5 MKNT 50 59 9 18.00
6 OPMS 230 189 -41 -17.83
7 KPIG 137 137 0 0.00
8 HMSP 2,200 2,120 -80 -3.64
9 BRPT 935 1,005 70 7.49
10 ISAT 3,090 3,390 300 9.71