Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:40 WIB. CPO CIF Rotterdam - (15/10) 557,5 USD/Ton (16/10) 562,5 USD/Ton (17/10) 565 USD/Ton (18/10) 567,5 USD/Ton
  • 09:36 WIB. Gold Spot - (14/10) 1.491 USD/troy ounce (15/10) 1.482 USD/troy ounce (16/10) 1.490 USD/troy ounce (17/10) 1.492 USD/troy ounce (18/10) 1.490 USD/troy ounce
  • 09:31 WIB. Brent OIL - (14/10) 59,35 USD/barel (15/10) 58,74 USD/barel (16/10) 59,42 USD/barel (17/10) 59,91 USD/barel (18/10) 59,29 USD/barel
  • 09:28 WIB. WTI OIL - (14/10) 53,59 USD/barel (15/10) 52,81 USD/barel (16/10) 53,36 USD/barel (17/10) 53,93 USD/barel (18/10) 53,72 USD/barel
  • 09:23 WIB. Bursa FTSE 100- (14/10) 7.213 (15/10) 7.211 (16/10) 7.167 (17/10) 7.182 (18/10) 7.150
  • 09:20 WIB. Bursa Hang Seng - (14/10) 26.521 (15/10) 26.503 (16/10) 26.664 (17/10) 26.848 (18/10) 26.719
  • 09:18 WIB. Bursa Straits Times - (14/10) 3.124 (15/10) 3.116 (16/10) 3.134 (17/10) 3.126 (18/10) 3.114
  • 09:15 WIB. Bursa Nikkei - (15/10) 22.207 (16/10) 22.472 (17/10) 22.451 (18/10) 22.492
  • 09:13 WIB. Bursa Shanghai - (14/10) 3.007 (15/10) 2.991 (16/10) 2.978 (17/10) 2.977 (18/10) 2.938
  • 09:06 WIB. Bursa KOSPI - (14/10) 2.067 (15/10) 2.068 (16/10) 2.082 (17/10) 2.077 (18/10) 2.060
  • 09:03 WIB. Bursa S&P 500 - (14/10) 2.966 (15/10) 2.955 (16/10) 2.989 (17/10) 2.997 (18/10) 2.986
  • 08:58 WIB. YEN - (14/10) 108,39 Yen /USD (15/10) 108,86 Yen/USD (16/10) 108,77 Yen/USD (17/10) 108,67 Yen/USD (18/10) 108,43 Yen/USD
  • 08:55 WIB. POUNDSTERLING - (14/10) 1,2608 USD/Pound (15/10) 1,2788 USD/Pound (16/10) 1,2832 USD/Pound (17/10) 1,2890 USD/Pound (18/10) 1,2973 USD/Pound
  • 08:50 WIB. EURO - (14/10) 1,1029 USD/Euro (15/10) 1,1033 USD/Euro (16/10) 1,1072 USD/Euro (17/10) 1,1124 USD/Euro (18/10) 1,1171 USD/Euro
  • 08:44 WIB. YUAN - (14/10) 7,0675 Yuan /USD (15/10) 7,0818 Yuan/USD (16/10) 7,0935 Yuan /USD (17/10) 7,0774 Yuan/USD (18/10) 7,0817 Yuan/USD

Memberikan Kontribusi ke Peradaban Masa Depan

Memberikan Kontribusi ke Peradaban Masa Depan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Vale Indonesia memiliki komitmen untuk memberi kontribusi terhadap peradaban masa depan: bahan baku baterai untuk mobil listrik.

Suwahyo, seorang pengemudi e-taksi Blue Bird, terlihat tenang mengarahkan kemudi mobil sambil sesekali melihat kaca spion tengah. Ia tersenyum bangga ketika sang penumpang menyampaikan rasa kagum bisa naik mobil listrik. Kendaraan inilah yang mencatatkan Suwahyo menjadi salah satu dari 30 pengemudi taksi listrik pertama di Indonesia.

Sekitar akhir bulan April 2019 perusahaan taksi dengan logo burung biru ini memulai babak baru dengan meluncurkan 30 unit taksi listrik di Indonesia. Terdapat dua model taksi listrik milik Blue Bird yakni MPV BYD e6 sebagai taksi reguler dan SUV Tesla Model X 75D sebagai taksi premium Silverbird.

Baca Juga: Mobil Listrik Moncer, Ini Negara-Negara yang Bisa Panen Duit

Mobil listrik disebut-sebut akan menjadi kendaraan masa depan. Salah satu keunggulan mobil ini ialah emisi karbon yang lebih rendah dan sekaligus mengurangi polusi dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, penggunaan energi mobil listrik lebih irit dibandingkan dengan mobil yang menggunakan BBM.

Blue Bird sendiri memiliki rencana untuk mengoperasikan hingga 200 unit mobil listrik pada tahun 2020 mendatang. Kemudian mereka menargetkan pengoperasian dua ribu unit mobil listrik pada tahun 2025.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, mengakui jika kehadiran mobil listrik di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan. Untuk menyambut era baru tersebut, ia mengatakan teknologi baterai kendaraan listrik menjadi hal krusial yang harus diperhatikan.

Oleh karena itu, ia mendukung langkah pemerintah yang menghentikan ekspor bahan baku baterai kendaraan listrik yakni nikel yang mengandung kobalt dan lithium.

Kontribusi Vale Indonesia

Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Nico Kanter, mengatakan pihaknya memiliki komitmen untuk mendukung pengembangan mobil listrik di Indonesia. Ia menjelaskan potensi untuk mengembangkan produk bijih nikel sebagai salah satu bahan baku baterai kendaraan listrik sangat terbuka di Indonesia.

"Indonesia memiliki kekayaan alam berupa bijih nikel dalam jumlah besar yang bisa dimanfaatkan dalam berbagai bentuk produk," katanya sebagaimana dikutip oleh Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Nico berharap Vale Indonesia bisa membantu pemerintah dengan menjadi penyuplai baterai mobil listrik. Hal itu karena beberapa negara terbukti sukses mengurangi emisi lewat penerapan mobil listrik.

"Jadi kita bisa membantu pemerintah menjalankan apa yang jadi kebijakan pemerintah. Ini akan menjadi pionir teknologi di Indonesia," sebutnya.

Ia menjelaskan produksi bahan baku baterai kendaraan listrik merupakan kesempatan dan tantangan tersendiri bagi Vale. Ia mengatakan produksi mobil listrik akan menjadi pasar baru yang prospektif bagi penjualan nikel di masa yang akan datang.

Namun di sisi lain, Vale menghadapi tantangan pembangunan smelter dan pengembangan tambang di Pomalaa maupun Bahodopi. Ia mengatakan proyek tambang di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, akan menjadi salah satu area untuk memproduksi bahan baku baterai mobil listrik.

Tercatat, tidak banyak produsen global yang mampu memproduksi nikel untuk baterai mobil listrik. Hal itu karena teknologi pengolahan bahan baku kendaraan listrik berbeda dan ongkos untuk memproduksi nikel jenis tersebut juga mahal.

"Meski demikian, kami sangat percaya hal tersebut bisa diwujudkan," pungkasnya.

Era Baru, Kebutuhan Baru

DBS Group Research mencatat perkembangan kendaraan listrik (EV) serta lonjakan permintaan untuk baterai EV telah menjadi katalis besar untuk mendorong awal era baru pertumbuhan tinggi pasar nikel.

Analyst Bank DBS Indonesia, Maynard Arief, mengatakan jumlah EV global tumbuh secara cepat menjadi 5,12 juta unit pada tahun 2018 lalu. Padahal, pada 10 tahun lalu hanya terdapat 5.000 EV di seluruh dunia termasuk plug-in hybrid vehicle, kendaraan hybrid, yang baterainya bisa diisi dari sumber listrik eksternal.

Ia memperkirakan laju pertumbuhan permintaan baterai EV mencapai 28% dan 23% hingga 2025 dan 2030 mendatang.

"Berdasarkan atas hal itu, laju pertumbuhan majemuk tahunan permintaan nikel dari unsur baterai diharapkan naik 19% pada 2018-2030 hingga 844.000 ton. Dengan demikian, baterai akan menjadi barang penting di pasar nikel global dan konsumsinya naik hingga mencapai 22% dari total pasar nikel pada 2030," katanya.

Baca Juga

Tag: PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Taksi Listrik

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Basri Marzuki

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.81 3,750.91
British Pound GBP 1.00 18,259.33 18,072.02
China Yuan CNY 1.00 2,008.98 1,988.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,210.70 14,069.30
Dolar Australia AUD 1.00 9,707.33 9,607.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.83 1,793.66
Dolar Singapura SGD 1.00 10,415.35 10,310.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,812.25 15,649.28
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,398.06 3,361.84
Yen Jepang JPY 100.00 13,091.39 12,959.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6191.947 10.933 658
2 Agriculture 1325.665 -25.837 20
3 Mining 1588.528 -0.347 48
4 Basic Industry and Chemicals 910.095 8.396 74
5 Miscellanous Industry 1196.676 14.510 50
6 Consumer Goods 2101.267 -60.778 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.095 4.976 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1210.123 5.591 75
9 Finance 1260.490 13.824 90
10 Trade & Service 809.274 3.812 165
No Code Prev Close Change %
1 INTD 170 228 58 34.12
2 TFCO 332 414 82 24.70
3 TIRA 212 250 38 17.92
4 PTSN 374 422 48 12.83
5 MCOR 136 153 17 12.50
6 AMIN 294 330 36 12.24
7 MAIN 970 1,080 110 11.34
8 ERAA 1,695 1,880 185 10.91
9 LRNA 142 154 12 8.45
10 SKRN 505 545 40 7.92
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 505 412 -93 -18.42
2 OPMS 246 212 -34 -13.82
3 IBFN 238 208 -30 -12.61
4 APEX 555 500 -55 -9.91
5 PDES 1,105 1,000 -105 -9.50
6 BOSS 680 620 -60 -8.82
7 MINA 1,730 1,590 -140 -8.09
8 MREI 4,130 3,820 -310 -7.51
9 AMAG 310 288 -22 -7.10
10 SHID 3,400 3,200 -200 -5.88
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,695 1,880 185 10.91
2 MAMI 232 234 2 0.86
3 LMPI 150 152 2 1.33
4 TELE 364 358 -6 -1.65
5 BBRI 4,050 4,170 120 2.96
6 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
7 OPMS 246 212 -34 -13.82
8 JPFA 1,655 1,720 65 3.93
9 HMSP 2,270 2,160 -110 -4.85
10 ANTM 955 935 -20 -2.09