Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:11 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka menguat 0,16% pada level 3.000
  • 23:10 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka menguat 0,10% pada level 26.815
  • 23:09 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka menguat 0,05% pada level 8.108
  • 20:11 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.493 USD/troy ounce
  • 20:10 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,07 USD/barel
  • 20:06 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,80 USD/barel
  • 20:05 WIB. Valas - Dollar menguat 0,02% terhadap Yen pada level 108,51 Yen/USD
  • 20:04 WIB. Valas - Dollar melemah 0,06% terhadap Poundsterling pada level 1,2880 USD/Pound
  • 20:03 WIB. Valas - Dollar menguat 0,03% terhadap Euro pada level 1,1122 USD/Euro
  • 16:23 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,82% pada level 26.566
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,43% pada level 2.941
  • 16:21 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,57% pada level 3.142
  • 16:13 WIB. Valas - Yuan ditutup melemah 0,04% terhadap USD pada level 7,0739 Yuan/USD
  • 16:11 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,06% terhadap USD pada level Rp.14.032/USD
  • 14:21 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,04% pada level 7.209

RUU Ekonomi Kreatif Disahkan, Ketua DPP Golkar Harap Bekraf Makin Berperan

RUU Ekonomi Kreatif Disahkan, Ketua DPP Golkar Harap Bekraf Makin Berperan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

DPR RI telah mengesahkan RUU Ekonomi Kreatif dalam sidang paripurna masa akhir tugas di Gedung DPR RI Senayan pada Kamis (26/9/2019) lalu, untuk kemudian menunggu pengesahan sebagai undang-undang dari Presiden RI Joko Widodo.

Ketua DPP Golkar Bidang Ekokraf (ekonomi kreatif) Ricky Rachmadi mengatakan, ini adalah momentum dan modal yang besar, khususnya untuk memperkuat eksistensi lembaga Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

"Agar fungsinya ke depan menjadi lebih kukuh lagi, baik dalam membangun peran yang besar, kuat, maupun strategis sehingga keberadaannya bisa lebih dirasakan oleh rakyat atau bangsa ini," ungkap Ricky di Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Baca Juga: Siapkan SDM Hadapi Industri 4.0, Ini Langkah Bekraf

Ricky menambahkan, dengan munculnya payung UU ini pula, maka Bekraf akan kian leluasa melakukan pemartabatan usaha-usaha rakyat di bidang ekonomi kreatif karena program serta anggarannya lebih mudah diprioritaskan guna mendapatkan dukungan DPR dan pemerintah pusat secara penuh.

Ricky bahkan menegaskan, kehadiran UU ini justru untuk menyokong program dan keberadaan Bekraf agar keberadaan badan nasional tersebut bisa ditingkatkan menjadi kementerian dan tidak lagi di bawah koordinasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

"Meskipun kepemimpinan Bekraf berada di bawah Presiden, tapi peran-perannya tetap di bawah koordinasi sebuah kementerian dan karena itu keleluasaannya pun terbatas, serta tidak boleh melewati wewenang kementerian," jelasnya.

Ditambahkan Ricky, Bekraf merupakan badan pemerintah yang melakukan upaya pemberdayaan sekaligus memfasilitasi produk usaha rakyat atas dasar karakteristik produknya yang khas, bernilai karya kreativitas rakyat, serta bermuatan informasi, dukungan teknologi, dan memiliki potensi pasar yang terbuka luas di masa depan.

Baca Juga

Tag: RUU Ekonomi Kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Dedhez Anggara

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,765.06 3,727.40
British Pound GBP 1.00 18,152.87 17,970.86
China Yuan CNY 1.00 1,993.57 1,972.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,121.25 13,980.75
Dolar Australia AUD 1.00 9,663.17 9,560.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.81 1,782.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,352.82 10,246.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,705.65 15,545.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,369.82 3,333.91
Yen Jepang JPY 100.00 13,035.40 12,904.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6257.806 32.309 659
2 Agriculture 1350.830 17.939 20
3 Mining 1608.809 18.668 48
4 Basic Industry and Chemicals 936.650 11.345 74
5 Miscellanous Industry 1204.625 1.298 50
6 Consumer Goods 2095.162 -5.964 54
7 Cons., Property & Real Estate 514.979 5.407 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1218.866 3.964 75
9 Finance 1282.423 11.762 90
10 Trade & Service 804.793 -4.564 166
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 71 84 13 18.31
2 YPAS 424 500 76 17.92
3 MPRO 870 1,000 130 14.94
4 PURE 680 775 95 13.97
5 TFCO 450 510 60 13.33
6 SONA 5,000 5,625 625 12.50
7 TRAM 111 123 12 10.81
8 FITT 86 95 9 10.47
9 MREI 4,120 4,480 360 8.74
10 BALI 1,280 1,390 110 8.59
No Code Prev Close Change %
1 FMII 730 550 -180 -24.66
2 TALF 360 278 -82 -22.78
3 NZIA 1,290 1,055 -235 -18.22
4 ABBA 214 178 -36 -16.82
5 KBLV 420 370 -50 -11.90
6 MDKI 232 206 -26 -11.21
7 APEX 505 450 -55 -10.89
8 YULE 149 133 -16 -10.74
9 PDES 950 850 -100 -10.53
10 SRAJ 268 242 -26 -9.70
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 236 244 8 3.39
2 MKNT 59 57 -2 -3.39
3 ABBA 214 178 -36 -16.82
4 TCPI 6,125 6,075 -50 -0.82
5 HMSP 2,120 2,060 -60 -2.83
6 FREN 157 150 -7 -4.46
7 JPFA 1,655 1,745 90 5.44
8 BTPS 3,550 3,810 260 7.32
9 PGAS 2,240 2,330 90 4.02
10 PURE 680 775 95 13.97