Portal Berita Ekonomi Jum'at, 18 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:44 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,57% pada level 22.579
  • 07:43 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,39% pada level 2.086
  • 07:42 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,28% pada level 2.997
  • 07:39 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 0,09% pada level 27.025
  • 07:38 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,40% pada level 8.156

Pentingnya Informasi Terkait Produk Untuk Cegah PTM

Pentingnya Informasi Terkait Produk Untuk Cegah PTM - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Penyakit Tidak Menular (PTM) saat ini tengah menjadi fokus sejumlah kalangan. Pasalnya, secara statistik tingkat kematian akibat PTM lebih tinggi dibanding penyakit menular. The Lancet edisi September 2018 menyebutkan bahwa 40,5 juta dari 56,9 juta penduduk di dunia meninggal akibat penyakit tidak menular pada 2016.

Tantangan utama pencegahan peningkatan PTM masih menemui banyak tantangan. Salah satunya karena penyebaran informasi produk penyebab PTM masih sulit diakses oleh masyarakat. Padahal, mendapatkan informasi terkait dengan produk yang dikonsumsi adalah hak bagi masyarakat.

Baca Juga: Waspada, Hirup Vape Picu Penyakit Paru hingga Berujung Kematian, Ini Kata Ahli

Marzuki Darusman, Ketua Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) mengungkapkan, saat ini masih banyak ditemui produk yang sebenarnya berbahaya, tetapi tidak memberikan informasi yang jelas mengenai dampak yang disebabkan. Bahkan, beberapa produk menyebut produk mereka tidak lebih berbahaya dibanding produk yang lain. Salah satu contohnya adalah rokok elektrik, yang disebut dapat mengurangi ketergantungan dari rokok konvensional melalui proses pembakaran. Namun, perusahaan tidak memberikan informasi bahwa produknya dapat menimbulkan efek lain.

"Contoh sambal pedas dengan stadium lebih, pemanis lebih baik dari gula, produk rokok dan susu yang diklaim sebagai produk yang lebih sehat," ungkap Marzuki. Sementara, karena tidak memiliki informasi yang lebih lengkap dan tidak punya pilihan untuk mendapatkan informasi kesehatan, masyarakat akan mudah terpengaruh menggunakan produk-produk tersebut.

Karena itu, dibutuhkan ketersediakan informasi yang sesuai standar kesehatan yang layak. Untuk mengupayakannya, FIHRRST melakukan penelitian untuk meningkatkan kesadaran hubungan hak asasi, peningkatan kesehatan, dan informasi produk yang berkaitan dengan penyakit.

"Fokusnya, penelitian fihrrst, sekarang sedang di-review, akan diterbitkan dalam jurnal medis di Amerika,” jelas Marzuki.

Harapannya, pertemuan itu menghasilkan rekomendari kepada pemerintah dan perusahaan agar masalah itu diatur dengan regulasi tertentu agar masyarakat terpenuhi haknya. Selain itu, memanfaatkan hasil temuan ilmu mutakhir yang berkaitan dengan kemudahan dan berpotensi memperpanjang umur warga.

Di luar negeri, menurut Marzuki, penyebaran informasi yang layak telah berkembang, terutama pengiklanan yang berhubungan dengan pengklaiman produk kurang berbahaya. Juga, gaya hidup yang terkait dengan pengaturan kehidupan, politik, dan sebagainya. Bahkan, ada peringatan tetang kecenderungan konsumerisme masyarakat akan produk tertentu.

Di Indonesia informasi selama ini masih bersifat pasif, artinya masyarakat harus mencari sendiri terkait dengan produk. Sementara di negara maju informasi berkembang secara aktif, pemerintah memberikan informasi kepada masyarakat.

"Jadi, peran pemerintah penting untuk beri informasi dan pendidikan publik, serta memberdayakan dan memberikan akses ke informasi," tegas Marzuki. 

Baca Juga

Tag: Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST)

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Agus Aryanto

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,797.39 3,759.40
British Pound GBP 1.00 18,267.89 18,084.71
China Yuan CNY 1.00 2,007.25 1,986.44
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,242.86 14,101.14
Dolar Australia AUD 1.00 9,669.48 9,571.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,815.67 1,797.54
Dolar Singapura SGD 1.00 10,405.36 10,298.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,781.09 15,619.83
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,401.69 3,365.43
Yen Jepang JPY 100.00 13,094.47 12,960.61

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6181.014 11.422 658
2 Agriculture 1351.502 13.001 20
3 Mining 1588.875 -8.507 48
4 Basic Industry and Chemicals 901.699 10.902 74
5 Miscellanous Industry 1182.166 38.832 50
6 Consumer Goods 2162.045 -14.721 54
7 Cons., Property & Real Estate 503.119 -1.174 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1204.532 -3.235 75
9 Finance 1246.666 1.250 90
10 Trade & Service 805.462 3.941 165
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 980 1,225 245 25.00
2 KBLV 330 410 80 24.24
3 SSTM 402 492 90 22.39
4 JSKY 430 515 85 19.77
5 BRAM 14,000 16,675 2,675 19.11
6 WICO 480 565 85 17.71
7 ABBA 160 182 22 13.75
8 TELE 326 364 38 11.66
9 MINA 1,570 1,730 160 10.19
10 HERO 710 780 70 9.86
No Code Prev Close Change %
1 PGLI 246 202 -44 -17.89
2 KRAH 1,125 930 -195 -17.33
3 TFCO 384 332 -52 -13.54
4 ANDI 1,815 1,630 -185 -10.19
5 POOL 2,000 1,800 -200 -10.00
6 CMNP 2,130 1,935 -195 -9.15
7 OPMS 270 246 -24 -8.89
8 INAF 1,140 1,040 -100 -8.77
9 TIRA 232 212 -20 -8.62
10 NOBU 940 860 -80 -8.51
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 220 232 12 5.45
2 KPIG 139 140 1 0.72
3 TELE 326 364 38 11.66
4 ABBA 160 182 22 13.75
5 FREN 159 161 2 1.26
6 TCPI 6,175 6,125 -50 -0.81
7 TARA 755 765 10 1.32
8 BBRI 3,990 4,050 60 1.50
9 OPMS 270 246 -24 -8.89
10 ERAA 1,590 1,695 105 6.60