Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:20 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,03% pada level 7.209
  • 14:19 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,20% pada level 22.472
  • 14:18 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,71% pada level 2.082
  • 12:05 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,15% di akhir sesi I.

Bergaji Ratusan Juta, DPRD DKI Harus Balas Jasa ke . . .

Bergaji Ratusan Juta, DPRD DKI Harus Balas Jasa ke . . . - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Besaran gaji sekaligus tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta tergolong fantastis. Masing-masing anggota DPRD DKI bisa memperoleh penghasilan hingga Rp111 juta per bulan.

 

Nilai yang diterima para wakil rakyat Ibu Kota itu tentu jauh lebih tinggi dari yang didapat para anggota Dewan di daerah lain. Pendapatan anggota Dewan itupun dinilai wajar mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (DKI) DKI Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia. Tahun ini APBD induk DKI Jakarta mencapai Rp87 triliun.

 

Baca Juga: PSI Langsung Ngegas di DPRD DKI: Anies Diserang...

 

Meski demikian, dengan gaji besar itu tentu harus dibarengi dengan sumbangsih anggota Dewan bagi warga Jakarta. Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, besaran gaji dan fasilitas yang didapat anggota DPRD DKI harus sebanding dengan kinerja para wakil rakyat.

 

"Karena mereka digaji oleh masyarakat, maka untuk membalas jasa rakyat adalah dengan cara membuat kinerja yang luar biasa. Jadi sekarang bukan hanya yang biasa tapi bagaimana berkinerja yang luar biasa, sebab dengan pendapatan yang luar biasa juga," kata Ujang, Minggu (6/10/2019).

 

Menurut Ujang, kinerja dari para anggota DPRD DKI saat ini memang belum dapat dinilai, karena baru dilantik. Namun Ujang berkaca pada kinerja anggota DPRD DKI Jakarta periode sebelumnya, dimana masih banyak meninggalkan persoalan yang sangat mendasar. Salah satunya proses Pemilihan Wakil Gubernur yang hingga saat ini tak kunjung selesai.

 

"Ukurannya kan cuma ada dua. Pertama kualitas dan kedua kuantitas. Secara kuantitas, dulu apakah mereka menghasilkan produk produk legislasi yang jumlahnya bisa dibanggakan atau lebih besar dari tahun yang sebelumnya? Ini menjadi penting dan itu menjadi ukuran. Kedua, bukan hanya mengukur secara kuantitas tapi juga perlu kualitas," bebernya.

 

Baca Juga: Mega Tunjuk Prasetyo Edy jadi Ketua DPRD DKI Jakarta

 

Untuk menilai apakah jabatan yang saat ini diperoleh dapat membawa kemaslahatan masyarakat Jakarta, juga harus dibuktikan dengan kebijakan yang memang nyata dibuat bagi kepentingan rakyat. "Jadi harus dilihat sudah berapa perda yang sudah dihasilkan, lalu proses penganggarannya bagaimana, apakah terjadi kongkalikong atau tidak. Lalu proses pengawasannya bagaimana dengan eksekutif, apakah ada permainan mata atau tidak, itu menjadi penting," ucapnya.

 

Menurut Ujang, jika lembaga DPRD Jakarta ingin dipandang baik oleh masyarakat Jakarta, maka harus ada perubahan dengan cara mengedepankan tranparansi anggaran. Dengan demikian tidak menjadi suatu masalah yang kerap kali ditemui yakni penyelewengan anggaran atau adanya praktik korupsi berjamaah dari para oknum anggota Dewan.

 

"Penyalahgunaan dalam fungsi anggaran itulah yang membuat kebijakan tidak berpihak kepada rakyat, sehingga rakyat menjadi pesimistik terhadap anggota DPR maupun DPRD," pungkasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Gaji

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,801.71 3,763.08
British Pound GBP 1.00 18,180.29 17,996.58
China Yuan CNY 1.00 2,009.72 1,989.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,257.93 14,116.07
Dolar Australia AUD 1.00 9,604.14 9,505.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.73 1,799.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.35 10,289.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,722.22 15,564.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,402.04 3,365.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,120.39 12,988.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6158.166 31.289 658
2 Agriculture 1344.671 -3.608 20
3 Mining 1608.393 -3.471 48
4 Basic Industry and Chemicals 887.968 24.249 74
5 Miscellanous Industry 1145.695 -2.323 50
6 Consumer Goods 2174.111 9.963 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.457 1.148 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1212.948 2.953 75
9 Finance 1237.732 3.756 90
10 Trade & Service 801.990 3.006 165
No Code Prev Close Change %
1 IRRA 374 560 186 49.73
2 SLIS 630 785 155 24.60
3 PYFA 160 198 38 23.75
4 HDFA 125 147 22 17.60
5 ISSP 179 210 31 17.32
6 INTD 150 175 25 16.67
7 RODA 204 230 26 12.75
8 PNLF 268 300 32 11.94
9 INKP 6,275 7,000 725 11.55
10 FILM 216 238 22 10.19
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,340 1,105 -235 -17.54
2 ALKA 482 404 -78 -16.18
3 INAF 1,335 1,210 -125 -9.36
4 BOSS 750 680 -70 -9.33
5 LMAS 60 55 -5 -8.33
6 LPLI 125 117 -8 -6.40
7 ITMA 725 680 -45 -6.21
8 MFMI 488 458 -30 -6.15
9 CANI 165 155 -10 -6.06
10 WICO 540 510 -30 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 FREN 168 180 12 7.14
2 MAMI 220 216 -4 -1.82
3 KPIG 133 138 5 3.76
4 LMAS 60 55 -5 -8.33
5 ISAT 3,040 3,260 220 7.24
6 BMTR 340 356 16 4.71
7 MSIN 454 450 -4 -0.88
8 INKP 6,275 7,000 725 11.55
9 SMBR 605 655 50 8.26
10 TCPI 6,700 6,400 -300 -4.48