Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:27 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.492 USD/troy ounce
  • 20:26 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,09 USD/barel
  • 20:25 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,95 USD/barel
  • 20:23 WIB. Valas - Dollar melemah 0,10% terhadap Yen pada level 108,65 Yen/USD
  • 20:22 WIB. Valas - Dollar menguat 0,18% terhadap Poundsterling pada level 1,2809 USD/Pound
  • 20:21 WIB. Valas - Dollar melemah 0,42% terhadap Euro pada level 1,1119 USD/Euro
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,69% pada level 26.848
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,32% pada level 3.124
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,05% pada level 2.977
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,09% pada level 22.451
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,23% pada level 2.077
  • 16:07 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,20% terhadap USD pada level 7,0789 Yuan/USD
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,12% terhadap USD pada level Rp.14.155/USD

Ups! Dirut Bank Sulselbar Diberhentikan Sementara, Alasannya Kok Bejibun!

Ups! Dirut Bank Sulselbar Diberhentikan Sementara, Alasannya Kok Bejibun! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Dewan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) memberhentikan sementara Muhammad Rahmat dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bank Sulselbar. 

Berdasarkan surat yang ditandangani Komisaris Utama Bank Sulselbar, Ellong Tjandra, terhitung mulai 4/10/2019 lalu, Muhammad Rahmat tidak lagi mempunyai wewenang sebagai pimpinan dalam perusahaan. 

Baca Juga: Awal Tahun Depan, Bank Sulselbar Catat Obligasi Rp750 Miliar

Yang bersangkutan diminta untuk mempersiapkan pembelaan diri yang akan rencananya akan diselenggarakan pada 30 hari sejak berlakunya Surat Keputusan pemberhentian sementara. 

"Adapun mengenai alasan-alasan pemberhentian sementara Saudara (Muhammad Rahmat) adalah terdapat kredit macet sebesar Rp108,5 miliar dari dua debitur, yaitu PT Boddia Jaya dan Yayasan Rumah Sakit Islam Faisal yang secara signifikan berpengaruh terhadap kenaikan non-performing loan (NPL), yaitu dari 0,23% menjadi 1,50%," jelas Bank Sulselbar secara tertulis, Jakarta, Selasa (8/10/2019). 

Baca Juga: Sudah Dipecat, Mantan Bos WeWork Ternyata Masih 'Ngutang'

Selain kredit macet, alasan pemberhentian sementara sang dirut ialah pada tahun 2018 lalu terdapat penempatan dana pada lembaga keuangan nonbank bernama PT SUN PRIMA yang diklaim berpotensi merugikan Bank Sulselbar senilai Rp10 miliar karena hingga saat ini dana tersebut belum dikembalikan. 

Alasan berikutnya ialah perhitungan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang perhitungannya menggunakan individual impairment berdasarkan SK direksi. Namun, beberapa debitur yang plafond kredit lebih dari Rp 1 miliar menghitung CKPN menggunakan kolektif impairment.

"(Alasan berikutnya), kredit produktif tidak mengalami perkembangan yang signifikan sebagaimana harapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan stakeholder, terutama pemegang saham yang mengharapkan Bank Sulselbar dapat berfungsi maksimal dalam mendukung pertumbuhan peronomian daerah," lanjutnya. 

Baca Juga

Tag: PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar), PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar), Perbankan

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Tri Yari Kurniawan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,797.39 3,759.40
British Pound GBP 1.00 18,267.89 18,084.71
China Yuan CNY 1.00 2,007.25 1,986.44
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,242.86 14,101.14
Dolar Australia AUD 1.00 9,669.48 9,571.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,815.67 1,797.54
Dolar Singapura SGD 1.00 10,405.36 10,298.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,781.09 15,619.83
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,401.69 3,365.43
Yen Jepang JPY 100.00 13,094.47 12,960.61

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6181.014 11.422 658
2 Agriculture 1351.502 13.001 20
3 Mining 1588.875 -8.507 48
4 Basic Industry and Chemicals 901.699 10.902 74
5 Miscellanous Industry 1182.166 38.832 50
6 Consumer Goods 2162.045 -14.721 54
7 Cons., Property & Real Estate 503.119 -1.174 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1204.532 -3.235 75
9 Finance 1246.666 1.250 90
10 Trade & Service 805.462 3.941 165
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 980 1,225 245 25.00
2 KBLV 330 410 80 24.24
3 SSTM 402 492 90 22.39
4 JSKY 430 515 85 19.77
5 BRAM 14,000 16,675 2,675 19.11
6 WICO 480 565 85 17.71
7 ABBA 160 182 22 13.75
8 TELE 326 364 38 11.66
9 MINA 1,570 1,730 160 10.19
10 HERO 710 780 70 9.86
No Code Prev Close Change %
1 PGLI 246 202 -44 -17.89
2 KRAH 1,125 930 -195 -17.33
3 TFCO 384 332 -52 -13.54
4 ANDI 1,815 1,630 -185 -10.19
5 POOL 2,000 1,800 -200 -10.00
6 CMNP 2,130 1,935 -195 -9.15
7 OPMS 270 246 -24 -8.89
8 INAF 1,140 1,040 -100 -8.77
9 TIRA 232 212 -20 -8.62
10 NOBU 940 860 -80 -8.51
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 220 232 12 5.45
2 KPIG 139 140 1 0.72
3 TELE 326 364 38 11.66
4 ABBA 160 182 22 13.75
5 FREN 159 161 2 1.26
6 TCPI 6,175 6,125 -50 -0.81
7 TARA 755 765 10 1.32
8 BBRI 3,990 4,050 60 1.50
9 OPMS 270 246 -24 -8.89
10 ERAA 1,590 1,695 105 6.60