Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:25 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 58,36 US$/barel
  • 20:25 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,88 US$/barel
  • 20:24 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.494 US$/troy ounce
  • 20:23 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,13% terhadap Yuan pada level 7,0722 Yuan/US$
  • 20:22 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap yen pada level 108,47 Yen/US$
  • 20:22 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2987 US$/Pound
  • 20:21 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Euro pada level 1,1162 US$/Euro
  • 16:19 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,02% pada level 26.725
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,89% pada level 3.141
  • 16:16 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,05% pada level 2.939
  • 16:07 WIB. Valas - Yuan ditutup melemah 0,13% terhadap USD pada level 7,0725 Yuan/USD
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,47% terhadap USD pada level Rp. 14.080/USD 
  • 14:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,25% pada level 22.548
  • 14:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,20% pada level 2.064

Sistem E-Katalog dan E-Purchasing Efisienkan Pengadaan Obat dan Alkes

Sistem E-Katalog dan E-Purchasing Efisienkan Pengadaan Obat dan Alkes - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sistem e-katalog dan e-purchasing menjadi solusi untuk mengefisienkan pengadaan obat, vaksin, dan alat kesehatan. Demikian terungkap dalam diskusi panel bertajuk Urgensi Optimalisasi Manajemen Pengelolaan Obat dan Vaksi Terkait Efisiensi Anggaran yang digelar Bisnis Indonesia Selasa (8/10/2019).

Gusti Agung Aju Diah Ambarawaty, Direktur Pengembangan Sistem Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI, dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa saat ini pengadaan obat dan bahan medis habis pakai dan alat kesehatan (alkes) oleh fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta untuk program jaminan kesehatan wajib dilakukan melalui e-purchasing berdasarkan pada e-katalog. Dengan demikian, menurutnya, penyediaan obat, vaksin, dan alkes semakin terstandar sesuai dengan yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Gelar Edukasi Kesehatan Ginjal, Project Sunrise Gandeng Dinkes DKI Jakarta

Harga produk yang ditawarkan pun juga sudah terstandar karena variasi harga sudah dikompetisikan sebelum produk ditayangkan di e-katalog. Harga obat dan vaksin yang tercantum dalam e-katalog merujuk pada harga perkiraan sendiri (HPS) dari Kementerian Kesehatan. Dan harga alkes ditentukan dengan metode komputasi.

Melalui e-purchasing, fasilitas kesehatan (faskes) yang akan menyediakan obat, vaksin, ataupun alkes dari penyedia tidak perlu lagi mengadakan proses tender ataupun negosiasi yang inefisien dan memakan waktu yang lama. Faskes cukup memilih produk yang hendak disediakan sebagaimana yang tertera dalam e-katalog dan penyedia pun wajib merespons dalam waktu 3 hari terkait dengan kesanggupan mereka menyediakan produk yang diinginkan.

"Ini menghemat penggunaan SDM, waktu pemilihan, dan biaya administrasi dalam proses pemilihan," ujar Diah.

Hingga 2018, lanjut Diah, e-katalog telah menyediakan 1.090 obat dan vaksin dari 89 penyedia. Nilai transaksinya pun sudah mencapai Rp9 triliun. Untuk alkes, hingga saat ini sudah tertera 16.461 produk dari 310 penyedia dan nilai transaksi alkes per 2018 sudah mencapai Rp13,2 triliun.

Namun, LKPP RI mencatat untuk saat ini masih terdapat dua kendala dalam pelaksanaan pengadaan obat, vaksin, dan alkes. Pertama, masih terdapat produk yang hingga saat ini belum tertera di e-katalog. Hal ini karena HPS yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan masih terlalu rendah sehingga tidak ada penyedia yang mengajukan penawaran.

Permasalahan ini juga timbul karena produk yang ditawarkan ternyata tidak lulus evaluasi. Oleh karena itu, LKPP RI pun berkerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mengembangkan katalog sektoral sehingga proses pemilihan penyedia baru ataupun evaluasi produk bisa dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan Kementerian Kesehatan.

Kedua, proses pemilihan penyedia produk melalui negosiasi masih belum dilakukan secara elektronik. Permasalahan ini timbul karena e-katalog masih belum menyediakan fitur pemilihan penyedia produk secara otomatis sehingga untuk saat ini pemilihan penyedia masih perlu dilaksanakan secara manual.

"Saat ini yang cukup lama adalah pengecekan kembali atas produk yang sudah disetujui dan tertuang dalam SK. Ini masih perlu dicek satu-satu. Oleh karena itu, saat ini LKPP RI mengembangkan fitur pra-katalog agar proses pemilihan penyedia bisa dilaksanakan dengan lebih efisien," tandas Diah.

Baca Juga

Tag: Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Agus Aryanto

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,786.67 3,748.79
British Pound GBP 1.00 18,334.21 18,148.97
China Yuan CNY 1.00 2,009.80 1,988.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,202.66 14,061.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,748.71 9,650.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.10 1,793.06
Dolar Singapura SGD 1.00 10,422.44 10,317.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,845.91 15,686.83
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.73 3,359.54
Yen Jepang JPY 100.00 13,093.63 12,959.76

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6198.987 7.040 659
2 Agriculture 1335.316 9.651 20
3 Mining 1590.926 2.398 48
4 Basic Industry and Chemicals 907.859 -2.236 74
5 Miscellanous Industry 1200.440 3.764 50
6 Consumer Goods 2118.599 17.332 54
7 Cons., Property & Real Estate 507.495 -0.600 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1208.713 -1.410 75
9 Finance 1260.988 0.498 90
10 Trade & Service 807.429 -1.845 166
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 1,225 1,530 305 24.90
2 KRAH 930 1,150 220 23.66
3 ABBA 183 218 35 19.13
4 BPII 8,000 9,500 1,500 18.75
5 DMMX 230 268 38 16.52
6 NOBU 860 975 115 13.37
7 KONI 630 700 70 11.11
8 AGRS 175 194 19 10.86
9 OKAS 200 218 18 9.00
10 OPMS 212 230 18 8.49
No Code Prev Close Change %
1 PGLI 197 157 -40 -20.30
2 INTD 228 191 -37 -16.23
3 CASS 620 545 -75 -12.10
4 RDTX 6,900 6,100 -800 -11.59
5 MINA 1,590 1,410 -180 -11.32
6 PALM 246 222 -24 -9.76
7 WICO 575 520 -55 -9.57
8 CLAY 5,525 5,025 -500 -9.05
9 MARI 252 230 -22 -8.73
10 ANDI 1,630 1,495 -135 -8.28
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 183 218 35 19.13
2 MNCN 1,270 1,325 55 4.33
3 MAMI 234 236 2 0.85
4 VIVA 93 93 0 0.00
5 DMMX 230 268 38 16.52
6 FREN 165 160 -5 -3.03
7 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
8 BBRI 4,170 4,120 -50 -1.20
9 ERAA 1,880 1,790 -90 -4.79
10 JPFA 1,720 1,645 -75 -4.36