Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:31 WIB. USD/EUR - 1,1776 (19/10), 1,1821 (20/10), 1,1861 (21/10), 1,1816 (22/10), 1,1859 (23/10).
  • 09:30 WIB. USD/GBP - 1,2947 (19/10), 1,2944 (20/10), 1,3144 (21/10), 1,3081 (22/10), 1,3040 (23/10).
  • 09:26 WIB. CNY/USD - 6,6803 (19/10), 6,6754 (20/10), 6,6503 (21/10), 6,6821 (22/10), 6,6843 (23/10).
  • 09:24 WIB. JPY/USD - 105,42 (19/10), 105,49 (20/10), 104,56 (21/10), 104,82 (22/10), 104,69 (23/10).
  • 09:22 WIB. IDR/USD - 14.670 (19/10), 14.650 (20/10), 14.610 (21/10), 14.640 (22/10), 14.650 (23/10).

Saat Pasar Gonjang-ganjing, Ini Produk Investasi yang Pas!

Saat Pasar Gonjang-ganjing, Ini Produk Investasi yang Pas!
WE Online, Jakarta -

Iklim pasar investasi masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan politik Indonesia yang mendadak bergejolak di masa akhir pemerintahan Joko Widodo periode I (2014-2019). Melihat hal tersebut, Bank Commonwealth merekomendasikan investor untuk melakukan diversifikasi investasi ke obligasi retail seperti ORI016 yang bisa dibeli secara online untuk meraup hasil yang optimal.

 

Kondisi ekonomi global masih dipenuhi sentimen seputar potensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih belum menemukan titik terang. Penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat di pertengahan September masih belum mampu membawa perubahan arah investasi, karena investor masih berada pada posisi risk off mode. 

 

Di samping itu, penyerangan ladang minyak Arab Saudi oleh drone yang tidak dikenal memperkeruh kondisi politik dunia dan di saat bersamaan kondisi geopolitik Asia semakin panas setelah demonstrasi Hongkong yang belum berakhir, disusul oleh demonstrasi di Indonesia.

 

Baca Juga: Trump ke China: Saya Lebih Suka Masalah Besar dan Itu Tujuan Kami!

 

Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan bahwa sentimen global dari perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok ini juga berdampak ke Indonesia, salah satunya dari melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, karena berkurangnya nilai investasi asing, dan ekspor yang tumbuh melambat akibat harga komoditas yang tertekan. Penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat bulan lalu direspon oleh Bank Indonesia dengan memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo sebesar 25bps ke angka 5,25%.

 

Meski demikian, Indonesia masih menjadi sasaran investasi investor asing, karena saat ini investor asing cenderung menyukai surat hutang negara atau obligasi dibandingkan dengan pasar saham. “Karena dalam kondisi sentimen negatif dari global dan kondisi politik Indonesia yang bergejolak karena demonstrasi, investor asing cenderung berada pada risk off mode,” jelasnya.

 

Baca Juga: Investor Panik Bikin Bursa Domestik Menukik!

 

Ivan menyebutkan beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam membuat strategi investasi di bulan Oktober ini adalah perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Tiongkok terkait perang dagang, jadwal laporan keuangan pasar saham Kuartal III, kebijakan moneter bank sentral di dunia, pelantikan presiden Indonesia di pertengahan Oktober, dan babak final perundingan Inggris Raya keluar dari Uni Eropa (Brexit). 

 

“Bank Sentral di penjuru dunia diprediksi akan melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan nilai suku bunga, sementara dari sisi domestik prosesi pelantikan Presiden Indonesia yang diprediksi berlangsung aman, walaupun beberapa waktu sempat terjadi demonstrasi, akan menjadi katalis positif bagi Indonesia” kata Ivan.

 

Di tengah kondisi seperti ini, Ivan merekomendasikan investor untuk melakukan diversifikasi investasi untuk meminimalisir risiko kerugian yang akan dihadapi di saat pasar masih tak menentu. Menurutnya, reksa dana dan obligasi saat ini dapat menjadi pilihan diversifikasi investasi yang tepat. Alasannya, berdasarkan data historis, pasar saham Indonesia umumnya positif di kuartal 4, sementara itu pasar obligasi berpotensi menguat saat era penurunan suku bunga.

 

Baca Juga: Menarik Investasi, Berpacu Mendorong Laju Ekspor

 

Produk obligasi yang baru diluncurkan Kementerian Keuangan, ORI016, merupakan pilihan menarik untuk investasi di obligasi. Selain karena lebih tidak berisiko, investor dapat mulai berinvestasi dengan hanya Rp1 juta, dengan kupon 6,8% gross per tahun yang berada di atas suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 5,25% investor berpotensi memperoleh capital gain di era penurunan suku bunga ini. ORI016 ini memiliki tenor selama 3 tahun hingga 15 Oktober 2022. Pembayaran kupon akan dilakukan pada tanggal 15 setiap bulannya, dengan kupon pertama dibayarkan pada 15 Desember 2019.

 

ORI016 bisa didapatkan secara online di Bank Commonwealth melalui aplikasi CommBank SmartWealth. CommBank SmartWealth merupakan aplikasi pertama di Indonesia yang berfokus pada solusi wealth management secara komprehensif dan dilengkapi dengan fitur robo-advisory yang dapat memberikan rekomendasi alokasi aset investasi untuk membantu mengoptimalkan investasi nasabah sesuai dengan profil risikonya di mana saja dan kapan saja. Aplikasi ini dapat membantu para nasabah mengantisipasi dampak dari perubahan kondisi ekonomi khususnya kondisi pasar dan mengoptimalkan investasi mereka.

Baca Juga

Tag: PT Bank Commonwealth, Investasi, Obligasi, Reksa Dana

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Freepik

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,949.47 3,909.96
British Pound GBP 1.00 19,360.36 19,166.25
China Yuan CNY 1.00 2,215.33 2,193.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,811.69 14,664.31
Dolar Australia AUD 1.00 10,554.81 10,442.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.19 1,892.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.61 10,800.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,485.20 17,305.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.25 3,534.42
Yen Jepang JPY 100.00 14,145.44 14,000.68
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5112.188 20.372 706
2 Agriculture 1162.155 9.913 24
3 Mining 1435.499 5.179 47
4 Basic Industry and Chemicals 765.630 -1.582 80
5 Miscellanous Industry 951.694 22.664 53
6 Consumer Goods 1825.836 15.501 60
7 Cons., Property & Real Estate 323.756 11.438 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 812.761 -9.712 79
9 Finance 1127.096 1.833 93
10 Trade & Service 636.513 -0.535 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 376 470 94 25.00
2 BOLT 505 630 125 24.75
3 POLL 4,330 5,400 1,070 24.71
4 JSPT 920 1,135 215 23.37
5 PDES 202 244 42 20.79
6 JAWA 82 99 17 20.73
7 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
8 SMSM 1,260 1,400 140 11.11
9 PALM 280 310 30 10.71
10 GEMA 308 338 30 9.74
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 100 93 -7 -7.00
2 AIMS 129 120 -9 -6.98
3 BAJA 101 94 -7 -6.93
4 PBSA 650 605 -45 -6.92
5 TIRA 260 242 -18 -6.92
6 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
7 DMMX 188 175 -13 -6.91
8 YPAS 290 270 -20 -6.90
9 ESIP 117 109 -8 -6.84
10 OKAS 103 96 -7 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,300 1,210 -90 -6.92
2 BBTN 1,260 1,430 170 13.49
3 TLKM 2,700 2,630 -70 -2.59
4 ANTM 1,085 1,085 0 0.00
5 ASRI 151 149 -2 -1.32
6 AGRO 370 350 -20 -5.41
7 BRPT 945 925 -20 -2.12
8 BBRI 3,300 3,290 -10 -0.30
9 BEST 179 182 3 1.68
10 PWON 404 416 12 2.97