Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:21 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,04% pada level 7.209
  • 14:20 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,34% pada level 22.625
  • 14:20 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,39% pada level 2.080
  • 13:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.489 USD/troy ounce
  • 13:27 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,47 USD/barel
  • 13:25 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 54,16 USD/barel
  • 13:23 WIB. Valas - Dollar melemah 0,11% terhadap Yen pada level 108,37 Yen/USD
  • 13:21 WIB. Valas - Dollar melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2874 USD/Pound
  • 13:19 WIB. Valas - Dollar menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1124 USD/Euro
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,04% di akhir sesi I.

Pengamat Ekonomi IPB: Swasembada Beras Era Amran Lebih Fenomenal

Pengamat Ekonomi IPB: Swasembada Beras Era Amran Lebih Fenomenal - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pengamat ekonomi pertanian IPB, Prima Gandhi, menilai swasembada beras di era Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dinilai relatif stabil dan lebih fenomenal. Hal itu karena kebijakan-kebijakan dari Mentan Amran yang memihak para petani. Namun, menurutnya, swasembada beras di era Mentan Amran seringkali dinafikan pihak lain atau pengamat yang tidak faham.

"Ini kan melihat swasembada beras itu seringkali dinafikan dengan adanya impor. Namun, nilainya di Pak Amran (Menteri Pertanian) ini kan jauh lebih banyak ekspor dan kenaikannya," kata Gandhi seperti yang diterima dalam keterangan tertulis, Selasa (8/10/2019).

Baca Juga: Kementan Musnahkan 83 Komoditas Pertanian Ilegal dari 9 Negara

Lebih lanjut, Gandhi menilai bahwa kebijakan impor sejatinya bukan kebijakan langsung dari Mentan Amran. Meskipun begitu, ia melihat upaya Kementerian Pertanian yang  mengupayakan peningkatan produksi melalui mekanisasi sangat fenomenal. "Kalau impor itu bukan kebijakannya pak Amran. Artinya, Mentan Amran terus berupaya meningkatkan produksi dalam negeri dan kesejahteraan petani Indonesia dengan mekanisasi dan lain-lain," terangnya.

Sebagaimana upaya Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan, Gandhi menambahkan bahwa hal tersebut juga relevan dengan berbagai kebijakan yang diterapkan oleh Menteri Amran. 

"Iya (kebijakan swasembada di era Mentan Amran), sudah on the right track lah untuk mewujudkan swasembada," tegasnya. Di sisi lain, Gandhi yang merupakan alumnus IPB ini juga membandingkan swasembada beras di era Mentan Amran dan swasembada pada era tahun 1984. 

"Tahun 1984 jelas lah, kalau dulu Pak Presiden Soeharto gak ada impor, perbedaannya di situ yang sangat mencolok. Kalau dulu kita swasembada ya benar-benar swasembada murni. Kalau sekarang harga juga harus stabil memang,  harus diakuin lah, Mentan Amran juga banyak berperan dalam stabilitas harga pangan," imbuhnya 

Belum lagi, dari aspek jumlah penduduk yang lebih besar dari 1984, jumlah stok beras saat ini lewat skema Upsus (upaya khusus) Pajale dan pertanamanan tumpang sari dengan komiditas perkebunan yang menurut Gandhi menjadi kunci keberhasilan Mentan Amran. 

"Bisa seperti itu, kalau tumpang sari ini kan sudah lama sebenarnya ya, bagaimana di ladang petani bisa tanam bermacam-macam. Tapi, ini dibuat ke dalam sistem produksi sekarang. Ini bagus menurut saya karena banyak, hampir semua, program sekarang kan metodenya tumpang sari beberapa komoditas," tutur Gandhi. "Nah ini harus bisa terus dilanjutkan kembali karena sekali nanam dapatnya banyak," tambahnya.

Sebagai perbandingan data, swasembada era 1984, produksi beras nasional 25,8 juta ton, konsumsi beras nasional 27 juta ton per tahun, dan masih ada impor beras 414.000 ton untuk konsumsi penduduk 164 juta jiwa. Sementara swasembada 2019, dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini 267 juta jiwa dan konsumsi beras secara nasional 32,4 juta ton per tahun, pemerintah mampu produksi beras nasional 34.9 juta ton dan tidak melakukan impor sepanjang tahun 2019.

Selain itu, cadangan stok beras di Bulog saat ini mencapai 2,5 juta ton dan masih akan terus bertambah.

Baca Juga

Tag: Andi Amran Sulaiman, Prima Gandhi, Kementerian Pertanian (Kementan), Institut Pertanian Bogor (IPB)

Penulis/Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Kementan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,765.06 3,727.40
British Pound GBP 1.00 18,152.87 17,970.86
China Yuan CNY 1.00 1,993.57 1,972.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,121.25 13,980.75
Dolar Australia AUD 1.00 9,663.17 9,560.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.81 1,782.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,352.82 10,246.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,705.65 15,545.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,369.82 3,333.91
Yen Jepang JPY 100.00 13,035.40 12,904.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6225.497 26.510 659
2 Agriculture 1332.891 -2.425 20
3 Mining 1590.141 -0.785 48
4 Basic Industry and Chemicals 925.305 17.446 74
5 Miscellanous Industry 1203.327 2.887 50
6 Consumer Goods 2101.126 -17.473 54
7 Cons., Property & Real Estate 509.572 2.077 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.902 6.189 75
9 Finance 1270.661 9.673 90
10 Trade & Service 809.357 1.928 166
No Code Prev Close Change %
1 MKNT 50 59 9 18.00
2 CASS 545 630 85 15.60
3 ISAT 3,090 3,390 300 9.71
4 AUTO 1,140 1,240 100 8.77
5 ALKA 440 478 38 8.64
6 POOL 1,790 1,940 150 8.38
7 CCSI 282 304 22 7.80
8 TELE 338 364 26 7.69
9 NZIA 1,200 1,290 90 7.50
10 BRPT 935 1,005 70 7.49
No Code Prev Close Change %
1 OPMS 230 189 -41 -17.83
2 LPLI 127 110 -17 -13.39
3 TIRA 254 224 -30 -11.81
4 OKAS 218 194 -24 -11.01
5 JSPT 950 850 -100 -10.53
6 POLU 2,440 2,200 -240 -9.84
7 KRAH 1,150 1,050 -100 -8.70
8 PSDN 165 151 -14 -8.48
9 GLOB 454 420 -34 -7.49
10 IGAR 318 298 -20 -6.29
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 236 236 0 0.00
2 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
3 MNCN 1,325 1,335 10 0.75
4 ABBA 218 214 -4 -1.83
5 MKNT 50 59 9 18.00
6 OPMS 230 189 -41 -17.83
7 KPIG 137 137 0 0.00
8 HMSP 2,200 2,120 -80 -3.64
9 BRPT 935 1,005 70 7.49
10 ISAT 3,090 3,390 300 9.71