Portal Berita Ekonomi Minggu, 09 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

MK Minta ICW dan Perludem Perdalam soal Gugatan Bekas Napi Koruptor

MK Minta ICW dan Perludem Perdalam soal Gugatan Bekas Napi Koruptor
WE Online, Jakarta -

Permohonan uji materi UU Pilkada yang diajukan Indonesia Corruption Watch (ICW) serta Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) diminta disertai kajian yang mendalam tentang pendidikan politik masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Menkumham: Pasal 603 RKUHP Semakin Memberatkan Hukuman Koruptor

Hakim konstitusi Arief Hidayat yang memimpin sidang pendahuluan didampingi Saldi Isra dan Suhartoyo di Gedung MK, Jakarta, Selasa, menyarankan nantinya kajian tentang putusan MK tentang syarat calon mantan terpidana mengumumkan kepada publik rekam jejaknya dikaitkan dengan pendidikan politik yang belum maksimal.

"Kalau masyarakat pendidikan politik bagus, ini ada orang sudah pernah dipidana meski sudah menjadi bayi (setelah menjalani hukuman), orang ini mesti ada penghukuman lagi sehingga jangan dipilih, masa tidak ada orang yang lebih baik daripada yang itu," tutur Arief Hidayat.

ICW dan Perludem pun diberi masukan untuk menguraikan kaitan calon yang merupakan bekas terpidana korupsi masih dipilih kembali oleh masyarakat serta mengulangi tindakannya melakukan korupsi.

"Apa ada kesalahan sistem rekrutmen pejabat publiknya? Itu supaya kita dapat gambaran komplit dan komprehensif dari pemohon," kata Arief Hidayat.

Kajian itu pun dimintanya dikaitkan dengan sistem politik di Indonesia yang memakan anggaran banyak untuk calon kepala daerah.

Gugatan juga disarankan disertai teori kriminologi kejahatan berulang agar dalam pertimbangan --apabila permohonan dikabulkan-- MK mendorong hakim memberikan sanksi hukum pidana disertai pencabutan hak politiknya untuk dipilih. Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti saran yang diberikan hakim konstitusi dengan menyusun kembali rasionalisasi beberapa argumen.

"Kami akan betul-betul perbaiki dan membangun argumentasi yang lebih kuat lagi dengan pertimbangan akademik yang lebih baik," ucap Titi Anggraini.

Tag: Mahkamah Konstitusi, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23