Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:11 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.493 USD/troy ounce
  • 20:10 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,07 USD/barel
  • 20:06 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,80 USD/barel
  • 20:05 WIB. Valas - Dollar menguat 0,02% terhadap Yen pada level 108,51 Yen/USD
  • 20:04 WIB. Valas - Dollar melemah 0,06% terhadap Poundsterling pada level 1,2880 USD/Pound
  • 20:03 WIB. Valas - Dollar menguat 0,03% terhadap Euro pada level 1,1122 USD/Euro
  • 16:23 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,82% pada level 26.566
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,43% pada level 2.941
  • 16:21 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,57% pada level 3.142
  • 16:13 WIB. Valas - Yuan ditutup melemah 0,04% terhadap USD pada level 7,0739 Yuan/USD
  • 16:11 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,06% terhadap USD pada level Rp.14.032/USD
  • 14:21 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,04% pada level 7.209
  • 14:20 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,34% pada level 22.625
  • 14:20 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,39% pada level 2.080

Krisis Grosir di AS, Levi Strauss Merugi

Krisis Grosir di AS, Levi Strauss Merugi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Levi Strauss & Co (LEVI.N) melaporkan penurunan 4 persen laba kuartal ketiganya, Selasa (8/10/2019) kemarin. Pembuat pakaian denim itu terpukul oleh krisis penjualan grosir atau pengecer di pasar Amerika.

Pengurangan pengiriman ke toko-toko diskon membuat pendapatan bersih turun sekitar 3 persen di wilayah tersebut. Penurunan pertama sejak perusahaan berusia 165 tahun itu go public pada Maret.

"Grosir AS ditantang terutama department store lama dan jaringan toko, di mana penurunan penjualan yang dipublikasikan berdampak negatif terhadap bisnis kami," ujar CEO Chip Bergh dalam wawancara dengan Reuters.

Baca Juga: Waduh! 14 Ritel Besar AS Bangkrut Sejak 2017

Kondisi ritel yang memburuk memaksa jaringan bisnis yang sudah lama ada, termasuk JC Penney Co Inc (JCP.N), mengeksplorasi beberapa opsi. Mereka berjuang meningkatkan bisnis e-commerce agar dapat bersaing dengan pihak lain, seperti Amazon.com Inc (AMZN.O).

Bergh mengatakan, Levi's berfokus pada penjualan langsung ke pelanggan melalui toko dan daring ketimbang melalui toko diskon.

Levi's bekerja sama dengan model ternama Chanel Iman dan pemain New York Giants Sterling Shepard meluncurkan produk edisi terbatas untuk peritel e-commerce Amazon.com Inc. (AMZN.O).

"Kami hanya menjual ke saluran (off price) itu inventori yang kami coba bersihkan. Kami pikir itu tak bagus untuk brand," kata Bergh.

Analis Jane Hali & Associates, Jessica Ramirez mengatakan, dalam jangka panjang model penjualan langsung-ke-konsumen Levi's akan membuahkan hasil. Tetapi masalah dalam bisnis grosir tetap menjadi perhatian.

Baca Juga: Produsen Pakaian Ini Tulis Hong Kong dan Macao adalah Negara di Bajunya, Warga China Geram

Pendapatan dari bisnis langsung ke konsumen di Amerika Serikat naik 7 persen pada kuartal yang berakhir 25 Agustus. Hal itu didorong oleh kekuatan merek unggulan Levi's. Sementara penjualan dari grosir turun 4 persen.

Namun, menurut laporan themds.com, pertumbuhan penjualan sebesar 14 persen di Eropa memberikan kompensasi atas performa buruk brand Levi's di Amerika, pasar utama mereka.

Baca Juga

Tag: PT Levi Strauss Indonesia, Fashion, Ritel

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: REUTERS/Brendan McDermid

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,765.06 3,727.40
British Pound GBP 1.00 18,152.87 17,970.86
China Yuan CNY 1.00 1,993.57 1,972.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,121.25 13,980.75
Dolar Australia AUD 1.00 9,663.17 9,560.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.81 1,782.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,352.82 10,246.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,705.65 15,545.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,369.82 3,333.91
Yen Jepang JPY 100.00 13,035.40 12,904.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6257.806 32.309 659
2 Agriculture 1350.830 17.939 20
3 Mining 1608.809 18.668 48
4 Basic Industry and Chemicals 936.650 11.345 74
5 Miscellanous Industry 1204.625 1.298 50
6 Consumer Goods 2095.162 -5.964 54
7 Cons., Property & Real Estate 514.979 5.407 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1218.866 3.964 75
9 Finance 1282.423 11.762 90
10 Trade & Service 804.793 -4.564 166
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 71 84 13 18.31
2 YPAS 424 500 76 17.92
3 MPRO 870 1,000 130 14.94
4 PURE 680 775 95 13.97
5 TFCO 450 510 60 13.33
6 SONA 5,000 5,625 625 12.50
7 TRAM 111 123 12 10.81
8 FITT 86 95 9 10.47
9 MREI 4,120 4,480 360 8.74
10 BALI 1,280 1,390 110 8.59
No Code Prev Close Change %
1 FMII 730 550 -180 -24.66
2 TALF 360 278 -82 -22.78
3 NZIA 1,290 1,055 -235 -18.22
4 ABBA 214 178 -36 -16.82
5 KBLV 420 370 -50 -11.90
6 MDKI 232 206 -26 -11.21
7 APEX 505 450 -55 -10.89
8 YULE 149 133 -16 -10.74
9 PDES 950 850 -100 -10.53
10 SRAJ 268 242 -26 -9.70
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 236 244 8 3.39
2 MKNT 59 57 -2 -3.39
3 ABBA 214 178 -36 -16.82
4 TCPI 6,125 6,075 -50 -0.82
5 HMSP 2,120 2,060 -60 -2.83
6 FREN 157 150 -7 -4.46
7 JPFA 1,655 1,745 90 5.44
8 BTPS 3,550 3,810 260 7.32
9 PGAS 2,240 2,330 90 4.02
10 PURE 680 775 95 13.97