Portal Berita Ekonomi Rabu, 03 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:32 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 2,87% pada level 2.147.
  • 17:30 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,36% pada level 6.304.
  • 17:28 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 2,22% terhadap Dollar AS pada level 14.095 IDR/USD.
  • 17:24 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 17:22 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yen pada level 108,77 JPY/USD.
  • 17:20 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Poundsterling pada level 1,2583 USD/GBP.
  • 17:19 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,34% terhadap Euro pada level 1,1208 USD/EUR.
  • 17:18 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.707 USD/troy ounce. 
  • 17:15 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 39,73 USD/barel.
  • 17:14 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 37,21 USD/barel.
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,93% di akhir sesi II.

Pemilik Simasindo Diduga Gelapkan Saham NKI dan Ratu Prabu Energi

Pemilik Simasindo Diduga Gelapkan Saham NKI dan Ratu Prabu Energi
WE Online, Jakarta -

Pemegang Saham PT Simasindo Gerhat Siagian melaporkan pemegang saham mayoritas PT Simasindo, yakni Made Adi Wibawa dan Gede Arie Suteja atas kasus dugaan penyelewengan jabatan hingga penggelapan saham PT Narada Kapital Indonesia (NKI).

 

Tidak hanya soal  penggelapan PT Narada Kapital Indonesia, Made Adi Wibawa dan Gede Arie Suteja juga turut dilaporkan lantaran diduga melakukan penggelapan atas saham PT Ratu Prabu Energi (ARTI).

 

Gerhat Siagian mengungkapkan,  untuk kasus  penggelapan PT Narada Kapital Indonesia bermula dari Rapat Kerja PT Simasindo pada akhir tahun 2015 silam. Dalam rapat tersebut, disepakati langkah pembelian saham sebagai salah satu langkah pengembangan usaha PT Simasindo.

 

Baca Juga: 6 Hari Lagi Pemegang Saham AISA Berkumpul, Mau Apa Ya?

 

Kesepakatan tersebut pun direalisasikan lewat Sales and Purchase Agreement (SPA) atau perjanjian jual beli saham antara PT Simasindo dengan PT Swiss Dana Kapital Indonesia pada bulan Desember 2016. Mereka katanya, sepakat untuk membeli saham mayoritas milik PT Narada Kapital Indonesia.

 

Namun lanjutnya, tanpa pemberitahuan resmi, Made Adi Wibawa secara sepihak mengganti SPA dari semula PT Simasindo menjadi PT Jatarupa pada bulan Februari 2017. Sementara diketahui, kepemilikan saham PT Jatarupa mayoritas dimiliki oleh pihak Made Adi Wibawa.

 

"Dalam hal ini Made Adi Wibawa berdalih bahwa Simasindo tidak pernah membayar pembeliaan saham tersebut, sehingga perjanjian SPA yang ditandatanganin dibatalkan. Dan PT Jatarupa yang merupakan perusahaan bentukan baru Made Adi Wibawa justru mengambil alih pembelian saham itu," ungkapnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, (10/10/2019). 

 

Baca Juga: Satu Lagi Bank Internasional Kepincut Akuisisi, Saham Bank Permata Jadi. . . .

 

Terkait hal tersebut, para pemegang saham PT Simasindo, termasuk dirinya mempertanyakan aset PT Jatarupa untuk membayar transaksi tersebut. "Peralihan saham itu dipertanyakan karena PT Simasindo memiliki dana dari pada PT Jatarupa," imbuhnya.

 

Atas kejadian tersebut, PT Berkat Efek Kapital Indonesia katanya telah mendaftarkan gugatan terhadap pihak PT Simasindo di Pengadilan Negeri lewat perkara Nomor 599/PDT.P/2019/PN.Jkt-Sel. Gugatan tersebut mendesak agar digelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sekaligus digelarnya audit menyeluruh guna menelusuri transaksi serta aliran dana PT Simasindo.

 

"Pada saat ini manajemen Simasindo juga dikuasai oleh pemegang saham mayoritas PT Simasindo, yaitu Made Adi Wibawa dan Gede Arie Suteja selaku Direktur Keuangan. Padahal, keduanya tidak memiliki wewenang atas dana yang ada di perusahaan," ungkap Gerhat.

 

Baca Juga: Sidang Perdana Kasus Pailit BCK Kembali Ditunda

 

"Begitu leluasa mereka sehingga di sinyalir banyak sekali penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Made Adi Wibawa dan keluarga sejak tahun 2015 hingga saat ini," tambahnya.

 

Sedangkan untuk kasus PT Ratu Prabu Energi (ARTI), kata dia, keduanya telah menjual saham sepihak yang merupakan penggelapan atas beberapa transkasi keuangan. 

 

Salah satu transaksi tersebut disebutkannya antara lain, transaksi Repurchase Agreement (REPO) Saham PT Ratu Prabu Energi (ARTI).

 

Dalam transaksi tersebut, terlapor diduga melakukan penggelapan saham, sehingga kesepakatan antara PT Simasindo dengan PT Ratu Prabu Energi untuk pembelian saham kembali dengan harga tertentu yang telah disepakati gagal dilakukan.

 

Baca Juga: Hindari Resesi, OJK Diminta Segera Selesaikan Gagal Bayar Asuransi

 

Padahal, saham yang merupakan jaminan atas gagal bayarnya deviden PT Prabu Energi itu tercatat sebagai aset PT Simasindo.

 

"Saham REPO PT Ratu Prabu Energi itu merupakan saham jaminan atas gagal bayar dari emiten, saham itu telah disinyalir dijual dengan mengatasnamakan beberapa nominee-nominee (pemilik saham boneka) atas arahan dari Made Adi Wibawa," lanjut dia. 

 

Atas hal tersebut, dirinya melaporkan Made Adi Wibawa dan Gede Arie Suteja kepada Bareskrim Mabes Polri lewat Laporan Polisi No LP/B/0584/VII/2019/Bareskrim pada tanggal 25 Juni 2019.

 

Laporan tersebut pun katanya kini masuk dalam tahap penyelidikan usai pihak Kepolisian menerbitkan Surat Perintah penyelidikan nomor : SP.Lidik/796/VII/2019/Dit.Tipidum tanggal 9 Juli 2018.

Baca Juga

Tag: PT Simasindo Intitama, PT Narada Kapital Indonesia, PT Ratu Prabu Energi Tbk, Saham

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,815.12 3,775.14
British Pound GBP 1.00 18,001.23 17,820.69
China Yuan CNY 1.00 2,014.10 1,993.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,316.23 14,173.78
Dolar Australia AUD 1.00 9,921.15 9,821.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,847.18 1,828.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,235.38 10,132.09
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.57 15,851.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,360.62 3,321.72
Yen Jepang JPY 100.00 13,200.77 13,068.21
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4847.507 93.895 692
2 Agriculture 966.684 1.753 22
3 Mining 1270.446 32.245 49
4 Basic Industry and Chemicals 759.541 13.808 78
5 Miscellanous Industry 854.205 -4.191 52
6 Consumer Goods 1820.498 13.773 58
7 Cons., Property & Real Estate 326.467 3.510 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 883.534 19.450 78
9 Finance 995.519 33.004 93
10 Trade & Service 611.583 4.950 172
No Code Prev Close Change %
1 ASBI 270 336 66 24.44
2 DIVA 940 1,145 205 21.81
3 BBTN 760 925 165 21.71
4 AKSI 117 141 24 20.51
5 MBTO 59 70 11 18.64
6 TMPO 127 148 21 16.54
7 DUCK 470 540 70 14.89
8 PJAA 466 535 69 14.81
9 PANS 745 855 110 14.77
10 ETWA 64 73 9 14.06
No Code Prev Close Change %
1 DFAM 400 372 -28 -7.00
2 STTP 8,300 7,725 -575 -6.93
3 ARKA 1,300 1,210 -90 -6.92
4 LAND 318 296 -22 -6.92
5 NATO 535 498 -37 -6.92
6 CASS 188 175 -13 -6.91
7 VICO 116 108 -8 -6.90
8 ADES 960 895 -65 -6.77
9 OCAP 150 140 -10 -6.67
10 POLI 1,050 980 -70 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,950 3,180 230 7.80
2 BBTN 760 925 165 21.71
3 PURA 75 77 2 2.67
4 TKIM 3,970 4,260 290 7.30
5 BBCA 25,950 26,800 850 3.28
6 TLKM 3,150 3,250 100 3.17
7 ICBP 8,150 8,475 325 3.99
8 BMRI 4,470 4,620 150 3.36
9 BBNI 3,830 3,970 140 3.66
10 INDF 5,750 6,025 275 4.78