Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:47 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,07% pada level 26.845
  • 21:46 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,15% pada level 3.011
  • 21:46 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,16% pada level 8.175
  • 20:13 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.487 USD/troy ounce
  • 20:12 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,48 USD/barel
  • 20:10 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,85 USD/barel
  • 20:10 WIB. Valas - Dollar melemah 0,08% terhadap Yen pada level 108,53 Yen/USD
  • 20:08 WIB. Valas - Dollar menguat 0,37% terhadap Poundsterling pada level 1,2912 USD/Pound
  • 20:07 WIB. Valas - Dollar menguat 0,20% terhadap Euro pada level 1,1128 USD/Euro
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,23% pada level 26.786
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,78% pada level 3.163
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,50% pada level 2.954 
  • 16:02 WIB. Valas - Yuan ditutup menguat 0,14% terhadap USD pada level 7,0826 Yuan/USD
  • 16:01 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,29% terhadap USD pada level Rp.14.040/USD
  • 14:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,16% pada level 2.088

Soal RUU KPK, Masyarakat Diminta Jangan Buat Standar Ganda

Soal RUU KPK, Masyarakat Diminta Jangan Buat Standar Ganda - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Desakan agar Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perppu atas Revisi UU KPK semakin kencang didengungkan. Berbagai pihak menuntut Jokowi untuk segera menerbitkan Perppu demi membatalkan UU KPK yang disahkan DPR beberapa waktu lalu.

Direktur Politik Hukum Wain Advisory Indonesia, Sulthan Muhammad Yus, MH menjelaskan desakan yang diberikan kepada presiden akan membuat makna "genting" seperti yang disyaratkan konstitusi jika ingin menerbitkan Perppu, menjadi bergeser.

"Padahal dalam aturan ketatanegaraan kita, masih ada upaya hukum lanjutan bagi para pihak yang berkeberatan dengan revisi UU KPK ini. Bukankah masih ada judicial review ke Mahkamah Konstitusi. Jika benar mau tertib hukum, maka silahkan tempuh jalur konstitusional tersebut," jelas Sulthan, Jumat (11/10/2019).

Baca Juga: Jokowi Gak Perlu Keluarkan Perppu KPK, Aman?

Sulthan mengimbau, masyarakat jangan menerapkan standar ganda dalam melihat sesuatu, sehingga mengesampingkan objektivitas dalam kasus UU KPK.

"Saya khawatir pemaksaan terhadap Perppu ini karena tidak ditemukan alasan hukum yang kuat untuk menggugatnya ke Mahkamah Konstitusi. Artinya norma dalam revisi UU KPK tidak ada yang bertentangan dengan konstitusi," ujarnya.

"Jika asumsi saya dianggap keliru, maka silahkan nantinya menggugat produk revisi ini ke Mahkamah Konstitusi setelah diundangkan. Agar kita dapat mengujinya secara bersama-sama apakah revisi UU KPK ini telah sesuai atau bertentangan dengan UUD 1945," jelasnya.

Sehingga segala asumsi yang bergerak liar diluar sana bisa diselesaikan dengan cara-cara terhormat sebagaimana telah diatur oleh aturan yang berlaku.

Seperti diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal tersebut dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun 2019–2020 di Ruang Rapat Nusantara II Kompleks MPR-DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 17 September 2019.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: RUU KPK

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: (Foto: Okezone)

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,766.84 3,729.16
British Pound GBP 1.00 18,337.11 18,153.25
China Yuan CNY 1.00 1,996.51 1,975.80
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,128.29 13,987.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,711.79 9,612.35
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.55 1,783.60
Dolar Singapura SGD 1.00 10,380.05 10,273.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,760.11 15,597.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,379.97 3,343.14
Yen Jepang JPY 100.00 13,005.88 12,872.92

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6225.497 26.510 659
2 Agriculture 1332.891 -2.425 20
3 Mining 1590.141 -0.785 48
4 Basic Industry and Chemicals 925.305 17.446 74
5 Miscellanous Industry 1203.327 2.887 50
6 Consumer Goods 2101.126 -17.473 54
7 Cons., Property & Real Estate 509.572 2.077 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.902 6.189 75
9 Finance 1270.661 9.673 90
10 Trade & Service 809.357 1.928 166
No Code Prev Close Change %
1 MKNT 50 59 9 18.00
2 CASS 545 630 85 15.60
3 ISAT 3,090 3,390 300 9.71
4 AUTO 1,140 1,240 100 8.77
5 ALKA 440 478 38 8.64
6 POOL 1,790 1,940 150 8.38
7 CCSI 282 304 22 7.80
8 TELE 338 364 26 7.69
9 NZIA 1,200 1,290 90 7.50
10 BRPT 935 1,005 70 7.49
No Code Prev Close Change %
1 OPMS 230 189 -41 -17.83
2 LPLI 127 110 -17 -13.39
3 TIRA 254 224 -30 -11.81
4 OKAS 218 194 -24 -11.01
5 JSPT 950 850 -100 -10.53
6 POLU 2,440 2,200 -240 -9.84
7 KRAH 1,150 1,050 -100 -8.70
8 PSDN 165 151 -14 -8.48
9 GLOB 454 420 -34 -7.49
10 IGAR 318 298 -20 -6.29
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 236 236 0 0.00
2 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
3 MNCN 1,325 1,335 10 0.75
4 ABBA 218 214 -4 -1.83
5 MKNT 50 59 9 18.00
6 OPMS 230 189 -41 -17.83
7 KPIG 137 137 0 0.00
8 HMSP 2,200 2,120 -80 -3.64
9 BRPT 935 1,005 70 7.49
10 ISAT 3,090 3,390 300 9.71