Perhatian, Moms! Hasil Penelitian Menyebut Menyusui Bisa Menekan Risiko Kanker Payudara

Perhatian, Moms! Hasil Penelitian Menyebut Menyusui Bisa Menekan Risiko Kanker Payudara Kredit Foto: SINDOnews

Jumlah penderita kanker di seluruh dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasar pada data dari GLOBOCAN 2018, diperkirakan terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian. Di sisi lain Kementerian Kesehatan melalui Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1.79 per 1000 penduduk, naik dari tahun 2013 sebanyak 1.4 per 1000 penduduk.

Adapun kanker payudara menduduki posisi tertinggi sebagai kanker yang paling banyak diderita perempuan di Indonesia. Yakni sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Kabar baiknya, penelitian membuktikan bahwa menyusui dapat menekan risiko terjadinya kanker payudara.

Ya, memberikan ASI ternyata bukan hanya bermanfaat bagi bayi semata. Namun juga memberikan efek yang baik bagi sang ibu.

Baca Juga: Sebelum Menyusui, Lakukan Beberapa Persiapan Ini

"Menyusui menjadi detoks alami untuk involusi, Involusi itu adalah pengecilan kembali sel-sel payudara, karena ada pembersihan massal sel yang mati," terang Peneliti Kanker Kalgen Innolab Ahmad R. Utomo dalam Media Workshop Patient Journey in Oncology Total Solution yang diselenggarakan PT Kalbe Farma Tbk dengan Yayasan Kanker Indonesia.

Sebaliknya, perempuan yang tidak memiliki anak hingga usia 35 tahun, dan tidak menyusui, maka sel di payudaranya tidak pernah mengalami apoptosis atau kematian massal sel. Perempuan yang tidak hamil, maka apoptosis tidak terjadi sehingga gen termutasi tetap hidup. Inilah yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini