Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:48 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,29% terhadap Poundsterling pada level 1,2876 USD/GBP
  • 17:45 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Euro pada level 1,1062 USD/EUR
  • 17:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yen pada level 108,55 JPY/USD
  • 17:33 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,12% terhadap USD pada level 7,0408 Yuan/USD
  • 16:56 WIB. Valas - Rupiah ditutup tertahan 0,00% terhadap USD pada level Rp.14.092/USD
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,98% pada level 7.309 
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,48% pada level 26.595 
  • 16:26 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,63% pada level 2.885
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,19% pada level 3.230
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,28% di akhir sesi II.
  • 14:24 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,32% pada level 23.112
  • 14:22 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,26% pada level 2.101
  • 13:33 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.465 USD/troy ounce
  • 13:31 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,50 USD/barel
  • 13:30 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,10 USD/barel

Kata Mendag, Ini PR Besar Perusahaan E-Commerce

Kata Mendag, Ini PR Besar Perusahaan E-Commerce - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Melihat tren pergerakan pasar yang mulai mengarah pada ekonomi digital, banyak pelaku pasar yang mulai melakukan penjualan melalui platform digital. Salah satunya melalui e-commerce.

Namun, tidak dapat dipungkiri, kebebasan pelaku usaha dalam melakukan penjualan melalui platform e-commerce seringkali tidak diimbangi dengan proses kurasi produk yang memadai.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pun memberikan sedikit saran untuk para perusahaan e-commerce untuk memberikan perhatian lebih pada proses kurasi barang.

Baca Juga: Riset Google: Sektor E-Commerce di Indonesia Akan Capai US$82 Miliar di Tahun 2025

"Sebaiknya ke depan dilakukan kurasi, tidak semua produknya diterima. Bicara kualitasnya, kadang antara gambar produk dan kenyataan, jadi dua hal yang berbeda," kata Enggartiasto di Grand Hyatt Jakarta, Senin (14/10/2019).

Hal tersebut dikemukakan Enggar melalui sebuah cerita yang ia terima dari pengalaman seorang pejabat negara ketika berbelanja secara daring melalui e-commerce.

"Ya jadi gini, satu contoh testimoni dari Pak Gubernur Jabar. Dia pesan batik bulat di tengah, tetapi yang dateng miring-miring," ungkapnya.

Menurutnya, perusahaan e-commerce harus memperhatikan kualitas produk melalui kurasi yang dilakukan, sehingga tidak mengecewakan konsumen pembeli.

"Tidak hanya sembarang, ada permintaan penjualan, tapi betul-betul dikurasi. Jangan sampai konsumen kecewa," katanya.

Baca Juga: Produk Impor Marak, Pemerintah Dorong Pemanfaatan PLB E-Commerce

Tambahnya, harus ada juga penggantian barang jika barang yang dipesan konsumen tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Menurutnya, dengan terpenuhinya hak-hak konsumen akan membuktikan Indonesia sebagai negara maju.

"Ciri khas negara maju, negaranya semakin maju, tuntutan konsumen atas hak-haknya akan semakin meningkat," ucapnya.

Baca Juga

Tag: E-commerce, Enggartiasto Lukita

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Rosmayanti

Foto: Bernadinus Adi Pramudita

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.70 3,740.90
British Pound GBP 1.00 18,304.03 18,120.50
China Yuan CNY 1.00 2,017.15 1,996.23
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,624.60 9,527.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.23 1,793.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,406.48 10,296.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,678.24 15,520.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,043.54 12,910.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6100.242 -17.122 662
2 Agriculture 1410.924 3.110 20
3 Mining 1477.521 -2.363 49
4 Basic Industry and Chemicals 928.370 -9.957 76
5 Miscellanous Industry 1179.317 1.731 50
6 Consumer Goods 2044.643 -2.698 54
7 Cons., Property & Real Estate 494.769 -3.211 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1131.865 2.111 76
9 Finance 1277.773 -4.951 90
10 Trade & Service 778.542 0.398 165
No Code Prev Close Change %
1 KPAS 63 85 22 34.92
2 HELI 140 180 40 28.57
3 ENVY 880 1,100 220 25.00
4 ARTA 364 454 90 24.73
5 PURE 270 336 66 24.44
6 YULE 131 160 29 22.14
7 SQMI 272 328 56 20.59
8 PCAR 1,745 2,050 305 17.48
9 MREI 3,450 3,980 530 15.36
10 POOL 825 950 125 15.15
No Code Prev Close Change %
1 BKSW 160 120 -40 -25.00
2 BAYU 1,210 910 -300 -24.79
3 WOWS 414 312 -102 -24.64
4 SDRA 840 645 -195 -23.21
5 KPAL 535 432 -103 -19.25
6 PADI 498 410 -88 -17.67
7 ALKA 510 420 -90 -17.65
8 ANDI 134 113 -21 -15.67
9 ESIP 645 545 -100 -15.50
10 SKYB 85 72 -13 -15.29
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,405 1,390 -15 -1.07
2 MAMI 294 302 8 2.72
3 PURE 270 336 66 24.44
4 IPTV 515 498 -17 -3.30
5 ENVY 880 1,100 220 25.00
6 SQMI 272 328 56 20.59
7 BBRI 4,220 4,210 -10 -0.24
8 TCPI 5,075 5,300 225 4.43
9 ESIP 645 545 -100 -15.50
10 PSAB 244 228 -16 -6.56