Portal Berita Ekonomi Rabu, 13 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:30 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 61,95 USD/barel
  • 08:29 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,65 USD/barel
  • 08:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.458 USD/troy ounce
  • 08:27 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,20% terhadap Dollar AS pada level Rp 14.084 per USD 
  • 08:26 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Yen pada level 108,92 Yen/USD
  • 08:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,2857 USD/Pound
  • 08:24 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Euro pada level 1,1014 USD/Euro
  • 08:22 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,41% pada level 3.254
  • 08:21 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,73% pada level 23.362
  • 08:20 WIB. Bursa -  Indeks KOSPI dibuka negatif 0,79% pada level 2.123

Harapan Terpendam Bursa untuk Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Harapan Terpendam Bursa untuk Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga kini masih memendam harapan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial pubic offering (IPO). Harapan ini khususnya ditujukan kepada Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin yang akan segera dilantik pada 20 Oktober 2019 mendatang. 

 

Direktur Penilaian I Gede Nyoman Yetna menuturkan, selain menciptakan kondisi perpolitikan yang kondusif, pemerintahan baru dapat menciptakan perekonomian yang stabil. Sehingga dapat berimbas pada rasa kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar modal tanah air. Pemerintahan baru dapat mendukung dengan memudahkan akses perusahaan plat merah atau BUMN dalam mencatatkan sahamnya di lantai bursa melalui skema IPO.

 

Baca Juga: Transaksi Capai Triliunan Rupiah, Bursa Domestik Sumringah!

 

"Harapan kita tentunya, keberlanjutan dari perekonomiam kondusif saat ini bisa terus berlanjut. dan kita harapkana perusahaan BUMN privat company bisa memanfaatkan yang namanya pasar modal indonesia," ujarnya saat ditemui di BEI Jakarta, Selasa (15/10/2019). 

 

Menurutnya, dengan bergabungnya perusahaan plat merah menjadi emiten dapat memanfaatkan sumber dana alternatif yang lebih baik dibandingkan perbankan. Sebab, dalam mendapatkan dana jangka panjang, pasar modal dinilai lebih cocok dibandingkan dana pinjaman bank yang relatif singkat.

 

"Jadi jika ada diversivikasi yang namanya dana bukan hanya dari perbankan kita sudah ada pasar modal," imbuhnya.

 

Baca Juga: Bursa Asia Terguncang Hebat, Saham. . . . Justru Kokoh Bukan Main!

 

Selain itu, Nyoman juga mengajak seluruh perusahaan nasional yang masih belum melepas sahamnya ke publik, agar memanfaatkan pasar modal untuk tumbuh besar siring dengan potensi dana segar yang dapat diraih melalui IPO. Melalui dana segar yang dihimpun dari masyarakat dapat mendukung pengembangan bisnis suatu perusahaan.

 

"Jangan ragu masuk bursa. Jangan ragu anda itu masih kecil, jadilah besar, jangan menunggu besar masuk pasar modal. Asal perusahaan punya bisnis model yang menarik, prosek yang menghasilkan peluang, itu yang kita harapkan," tandasnya. 

Baca Juga

Tag: Bursa Efek Indonesia (BEI), Joko Widodo (Jokowi), Maruf Amin, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Initial Public Offering (IPO)

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.71 3,730.02
British Pound GBP 1.00 18,160.39 17,978.29
China Yuan CNY 1.00 2,017.49 1,996.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,129.30 13,988.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,658.79 9,561.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,805.11 1,787.08
Dolar Singapura SGD 1.00 10,380.03 10,272.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.38 15,423.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.23 3,374.03
Yen Jepang JPY 100.00 12,944.85 12,814.87

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6180.992 32.252 660
2 Agriculture 1413.917 -1.493 20
3 Mining 1501.495 20.147 49
4 Basic Industry and Chemicals 949.967 8.159 75
5 Miscellanous Industry 1202.563 18.307 50
6 Consumer Goods 2087.173 16.534 54
7 Cons., Property & Real Estate 510.695 1.720 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1165.318 18.682 75
9 Finance 1264.361 -3.201 90
10 Trade & Service 807.538 2.872 165
No Code Prev Close Change %
1 MTWI 60 81 21 35.00
2 VINS 100 135 35 35.00
3 KARW 66 89 23 34.85
4 EAST 81 109 28 34.57
5 SKYB 79 106 27 34.18
6 ETWA 71 95 24 33.80
7 ANDI 171 226 55 32.16
8 BAJA 63 81 18 28.57
9 SINI 246 306 60 24.39
10 RELI 150 180 30 20.00
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 2,310 1,735 -575 -24.89
2 DFAM 825 620 -205 -24.85
3 FORZ 510 384 -126 -24.71
4 TGRA 555 418 -137 -24.68
5 LUCK 710 535 -175 -24.65
6 POLA 955 730 -225 -23.56
7 BOSS 298 230 -68 -22.82
8 DEAL 1,880 1,480 -400 -21.28
9 ARTA 410 336 -74 -18.05
10 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 250 248 -2 -0.80
2 IRRA 830 800 -30 -3.61
3 PURE 1,200 1,215 15 1.25
4 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
5 BBRI 4,000 4,000 0 0.00
6 JSKY 785 790 5 0.64
7 PTBA 2,600 2,620 20 0.77
8 TLKM 4,100 4,180 80 1.95
9 ANDI 171 226 55 32.16
10 ANTM 830 820 -10 -1.20