Portal Berita Ekonomi Rabu, 13 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,05% di awal sesi I.
  • 08:49 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,19% terhadap Yuan pada level 7,0217 Yuan/USD
  • 08:47 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 0,26% pada level 2.907
  • 08:46 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 1,23% pada level 26.732
  • 08:30 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 61,95 USD/barel
  • 08:29 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,65 USD/barel
  • 08:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.458 USD/troy ounce
  • 08:27 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,20% terhadap Dollar AS pada level Rp 14.084 per USD 
  • 08:26 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Yen pada level 108,92 Yen/USD
  • 08:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,2857 USD/Pound
  • 08:24 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Euro pada level 1,1014 USD/Euro
  • 08:22 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,41% pada level 3.254
  • 08:21 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,73% pada level 23.362
  • 08:20 WIB. Bursa -  Indeks KOSPI dibuka negatif 0,79% pada level 2.123

Moeldoko: Umat Islam Tak Butuh Perlindungan, Kenapa Ada FPI?

Moeldoko: Umat Islam Tak Butuh Perlindungan, Kenapa Ada FPI? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menghadiri kegiatan Kuliah Umum bertajuk "Tantangan Ketahanan Nasional Masa Kini" yang diselenggarakan oleh Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) Program Studi Kajian Ketahanan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

Dalam acara itu, dia didapuk sebagai pembicara. Setelah menjelaskan panjang lebar di atas podium ihwal konsep stabilitas keamanan negara, Moeldoko menerima sesi tanya jawab dari para peserta acara tersebut.

Ada salah satu penonton yang bertanya, "Apakah ada hubungannya antara agama dengan stabilitas?," kata peserta yang tidak diketahui namanya itu. "Iya," jawab Moeldoko.

Baca Juga: Biar Berkualitas, Pak Jokowi, Ganti Moeldoko dengan Bang Fahri

Moeldoko menjelaskan, bahwa kini banyak umat Islam di Indonesia yang menganggap dirinya paling benar dalam beribadah. Sehingga, orang lain yang tak sepaham dengan pemikirannya langsung dinilai kalau dia adalah ahli neraka.

"Mari kita semuanya punya kesadaran bersama kita harus memberi ruang yang sama. Untuk itu saya ngomong dengan lantang, tidak ada, kita sudah merdeka sekian tahun masih bicara mayoritas minoritas. Hilangkan itu," kata dia di lokasi.

Mantan Panglima TNI itu menyebut pemeluk agama Islam di Tanah Air itu sedang tidak mengalami ancaman dari pihak manapun, ketika menjalani kehidupan beragamanya. Sehingga, mereka pun tak butuh perlindungan untuk melaksanakan ibadahnya.

Menurut dia, dengan kondisi seperti itu maka keberadaan Front Pembela Islam (FPI) sudah tak lagi relevan. Sebab, keadaan sekarang tak lagi seperti dahulu, yaitu saat zaman penjajahan.

Baca Juga: FPI Siap Pasang Badan untuk Sekjen PA 212

"Orang Islam tidak dalam kondisi perlu perlindungan. Mengapa harus ada, apa itu Front Pembela Islam? Apa yang dibela? Emangnya Islam sedang dijajah oleh orang lain apa?" ujarnya.

Ia meminta kepada seluruh pihak untuk menumpas budaya intoleransi tersebut. Hal itu karena sangat berpotensi memecah belah umat beragama yang ada di Indonesia.

"Kita punya budaya sendiri, budaya yang kuat. Saya pikir sudahlah jangan memunculkan hal-hal yang menimbulkan unstabilitas, friksi-friksi dan seterusnya," ujar dia.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Moeldoko, Front Pembela Islam (FPI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.71 3,730.02
British Pound GBP 1.00 18,160.39 17,978.29
China Yuan CNY 1.00 2,017.49 1,996.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,129.30 13,988.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,658.79 9,561.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,805.11 1,787.08
Dolar Singapura SGD 1.00 10,380.03 10,272.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.38 15,423.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.23 3,374.03
Yen Jepang JPY 100.00 12,944.85 12,814.87

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6180.992 32.252 660
2 Agriculture 1413.917 -1.493 20
3 Mining 1501.495 20.147 49
4 Basic Industry and Chemicals 949.967 8.159 75
5 Miscellanous Industry 1202.563 18.307 50
6 Consumer Goods 2087.173 16.534 54
7 Cons., Property & Real Estate 510.695 1.720 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1165.318 18.682 75
9 Finance 1264.361 -3.201 90
10 Trade & Service 807.538 2.872 165
No Code Prev Close Change %
1 MTWI 60 81 21 35.00
2 VINS 100 135 35 35.00
3 KARW 66 89 23 34.85
4 EAST 81 109 28 34.57
5 SKYB 79 106 27 34.18
6 ETWA 71 95 24 33.80
7 ANDI 171 226 55 32.16
8 BAJA 63 81 18 28.57
9 SINI 246 306 60 24.39
10 RELI 150 180 30 20.00
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 2,310 1,735 -575 -24.89
2 DFAM 825 620 -205 -24.85
3 FORZ 510 384 -126 -24.71
4 TGRA 555 418 -137 -24.68
5 LUCK 710 535 -175 -24.65
6 POLA 955 730 -225 -23.56
7 BOSS 298 230 -68 -22.82
8 DEAL 1,880 1,480 -400 -21.28
9 ARTA 410 336 -74 -18.05
10 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 250 248 -2 -0.80
2 IRRA 830 800 -30 -3.61
3 PURE 1,200 1,215 15 1.25
4 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
5 BBRI 4,000 4,000 0 0.00
6 JSKY 785 790 5 0.64
7 PTBA 2,600 2,620 20 0.77
8 TLKM 4,100 4,180 80 1.95
9 ANDI 171 226 55 32.16
10 ANTM 830 820 -10 -1.20