Portal Berita Ekonomi Minggu, 08 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:05 WIB. Tingkat Inflasi - India 4,62%, China 3,80%, Vietnam 3,52%, Brazil 3,27%, Indonesia 3,00%, Filipina 1,30%, Malaysia 1,10%, Thailand 0,21%
  • 09:55 WIB. Tingkat Pengangguran - (Brazil 11,60%), (India 8,50%), (Indonesia 5,28%), (Filipina 4,50%), (Tiongkok 3,61%), (Vietnam 2,71%), (Thailand 0,91%)
  • 09:47 WIB. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja - (Indonesia 67,49%), (Vietnam 76,60%), (Malaysia 68,70%),  (Singapura 67,70%), (Filipina 61,47%), 

Wajah Koperasi di Mata Milenial

Wajah Koperasi di Mata Milenial - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Masih banyak generasi milenial yang belum akrab dengan dunia koperasi. Sebagian dari mereka menganggap koperasi sebagai organisasi kuno dan tidak kekinian.

Wajah Fitriana Hasri, salah seorang generasi milenial, tampak bingung ketika ditanya tentang persepsi dirinya terhadap koperasi. Ia mengatakan tidak memiliki banyak pengetahuan tentang koperasi. Satu-satunya hal yang ia ketahui tentang koperasi hanyalah koperasi simpan pinjam dan merupakan lembaga untuk meminjam uang.

"Koperasi itu seperti koperasi ibu-ibu PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga) ya? Yang saya ingat tentang koperasi cuma Bung Hatta," katanya kepada Warta Ekonomi di Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Menyambut Wajah Baru Koperasi di Era Digital

Perempuan yang bekerja di posisi data entry finance di salah satu perusahaan swasta di Jakarta ini mengatakan dirinya hampir tidak pernah bersinggungan dengan koperasi. Ia menuturkan tidak pernah terlibat dalam koperasi PKK ataupun koperasi lain. Salah satu alasannya adalah pengetahuan yang terbatas tentang koperasi membuat dirinya tidak tertarik untuk bergabung ke lembaga tersebut.

"Iya itu tadi yang saya tahu soal koperasi cuma simpan pinjam ibu-ibu PKK," sebutnya.

Hal senada disampaikan oleh salah seorang milenial lain, Radimas Wiwoho, yang mengatakan persepsi dirinya tentang koperasi yakni sebagai organisasi ekonomi yang ketinggalan zaman. Radimas mengatakan dirinya cukup sering berinteraksi dengan koperasi seperti koperasi sekolah dan koperasi mahasiswa.

"Tetapi, memang bisnis koperasi itu seperti out of date dan cenderung tidak berkembang. Toko koperasi di dekat rumah sekarang kalah modern dibanding minimarket," katanya.

Pria yang bekerja di posisi digital marketing di salah satu perusahaan swasta di Jakarta ini menjelaskan generasi muda sekarang lebih tertarik membahas startup dibandingkan dengan koperasi.

"Kalau diminta memilih antara membangun bisnis startup atau membentuk koperasi, sepertinya saya akan memilih startup," tegasnya.

Tantangan Koperasi

Sektor koperasi memiliki tantangan besar untuk mengoptimalkan potensi generasi milenial di Indonesia. Apalagi, Indonesia akan memasuki masa bonus demografi selama rentang waktu 2020-2035 yang mencapai puncaknya pada tahun 2030. Pada periode tersebut komposisi penduduk Indonesia akan didominasi oleh kelompok usia produktif.

Beberapa kalangan menyebutkan sektor koperasi harus bisa melibatkan generasi milenial di masa bonus demografi. Jika tidak, sektor koperasi akan semakin ditinggalkan oleh generasi muda. Hal ini tentu merupakan sebuah ancaman karena sektor koperasi bisa mengalami kepunahan di Indonesia.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan, mengakui sektor koperasi memiliki tantangan untuk bisa mengakomodasi kebutuhan dan karakter generasi milenial. Ia menjelaskan karakter generasi milenial yakni cepat dan tepat dalam mengambil keputusan, tak terbatas ruang dan waktu, serta menyukai hubungan sosial.

"Memang koperasi harus mampu memberikan ruang bagi anak muda yang ingin berekpresi, menunjukan kreativitas, produktivitas, dan jiwa kewirausahaan dalam kerangka kebersamaan dan ekonomi berbagi," katanya sebagaimana dikutip Warta Ekonomi di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Rully Indrawan mengatakan koperasi juga memiliki tantangan untuk bisa memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan bisnis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelayanan kepada anggota.

Apabila tantangan-tantangan tersebut bisa dilalui maka bukan tidak mungkin jika koperasi menjadi modal sosial yang potensial untuk dikembangkan sebagai kekuatan kolektif, efisien, dan produktif dalam rangka mencapai kesejahteraan bersama.

"Koperasi diposisikan sebagai wadah berkumpulnya orang-orang yang memiliki kesamaan kepentingan sehingga dapat menjadi co-working place bagi generasi muda milenial di mana terjadi sharing economy antara anggotanya secara langsung," tuturnya.

Reposisi Koperasi

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto mengatakan persepsi generasi milenial yang menganggap koperasi sebagai lembaga kuno dan tidak kekinian harus menjadi perhatian serius. Ia menegaskan sektor koperasi harus bisa melakukan reposisi sebagai sebuah sistem ekonomi masa depan yang modern.

Ia menjelaskan reposisi ulang koperasi juga mencakup peran sebagai wadah untuk menciptakan keadilan dan mewujudkan masyarakat adil makmur. Ia mengatakan bentuk koperasi lebih menjawab kebutuhan generasi milenial yang menolak feodalisme dalam ekonomi. Adapun, kebutuhan tersebut tidak bisa dijawab oleh perseroan.

"Yang bisa menjawab tantangan kebangsaan adalah koperasi. Karena, koperasi memiliki nilai kebersamaan dan keadilan untuk mengejar kesejahteraan anggota," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Koperasi, Generasi Milenial

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,762.12 3,724.29
British Pound GBP 1.00 18,565.06 18,378.94
China Yuan CNY 1.00 2,002.78 1,982.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,107.19 13,966.82
Dolar Australia AUD 1.00 9,654.96 9,557.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,372.93 10,268.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,671.68 15,514.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,387.89 3,351.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,978.10 12,845.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6186.868 34.751 667
2 Agriculture 1434.346 37.746 20
3 Mining 1474.400 -6.728 50
4 Basic Industry and Chemicals 979.828 11.348 76
5 Miscellanous Industry 1201.074 10.720 50
6 Consumer Goods 2055.194 19.613 56
7 Cons., Property & Real Estate 510.207 10.418 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1137.751 -1.677 76
9 Finance 1298.193 3.365 90
10 Trade & Service 766.195 1.154 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 100 170 70 70.00
2 VRNA 67 90 23 34.33
3 KARW 62 79 17 27.42
4 VINS 121 152 31 25.62
5 MSKY 1,000 1,250 250 25.00
6 AGAR 392 490 98 25.00
7 KPAL 232 290 58 25.00
8 MKPI 13,500 16,200 2,700 20.00
9 BWPT 104 121 17 16.35
10 DART 276 312 36 13.04
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 326 246 -80 -24.54
2 MASA 466 390 -76 -16.31
3 PDES 730 615 -115 -15.75
4 FORZ 70 59 -11 -15.71
5 DWGL 230 194 -36 -15.65
6 YULE 150 131 -19 -12.67
7 FILM 190 167 -23 -12.11
8 BCAP 165 146 -19 -11.52
9 IKAI 115 102 -13 -11.30
10 ICON 83 74 -9 -10.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 525 -5 -0.94
2 MNCN 1,390 1,395 5 0.36
3 TOWR 740 745 5 0.68
4 MAMI 326 246 -80 -24.54
5 ACES 1,550 1,485 -65 -4.19
6 WSKT 1,290 1,420 130 10.08
7 BBRI 4,220 4,170 -50 -1.18
8 BNLI 1,140 1,255 115 10.09
9 TLKM 4,060 4,100 40 0.99
10 ERAA 1,490 1,520 30 2.01