Portal Berita Ekonomi Rabu, 13 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:18 WIB. Valas - Dollar menguat 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,2833 USD/Pound
  • 20:15 WIB. Valas - Dollar menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1008 USD/Euro
  • 20:14 WIB. Valas - Dollar melemah 0,14% terhadap Yen pada level 108,86 Yen/USD
  • 20:12 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.463 USD/troy ounce
  • 20:06 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 61,62 USD/barel
  • 20:05 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,57 USD/barel
  • 16:16 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,09% terhadap USD pada level 7,0139 Yuan/USD
  • 16:12 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,17% terhadap USD pada level Rp.14.078/USD
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,82% pada level 26.571
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,83% pada level 3.240
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,33% pada level 2.905
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,35% pada level 7.339
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,85% pada level 23.319
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,86% pada level 2.122

Resesi Ekonomi Mengancam Dunia

Resesi Ekonomi Mengancam Dunia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Resesi diprediksi akan menghantam ekonomi global tak lama lagi. Para pembuat kebijakan tidak akan dapat mencegahnya. Para ekonom menyatakan risikonya sangat tinggi.

"Saya pikir risikonya sangat tinggi sehingga jika sesuatu tidak seperti yang diharapkan, kita akan mengalami resesi. Bahkan, jika kita tidak mengalami resesi selama 12-18 bulan ke depan, saya pikir cukup jelas bahwa ekonomi kita akan jauh lebih lemah," kata Kepala Ekonom Moody's Analytics, Mark Zandi, kepada CNBC seperti dikutip rt.com.

Baca Juga: UMKM dan Koperasi, Pondasi Utama Hadapi Resesi Ekonomi Global

Menurut ekonom, ada banyak faktor yang dapat membantu menghindari perlambatan ekonomi. Di antaranya Presiden AS, Donald Trump, menghentikan perang dagang dengan China, Inggris menemukan resolusi untuk Brexit, dan bank sentral melanjutkan stimulus moneter mereka.

Ketika ditanya tentang kemungkinan resesi ekonomi global, Zandi berkata, "Saya pikir akan tinggi, sangat tidak nyaman." Peringatan tersebut datang dari Zandi ketika Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) membuat revisi penurunan pertumbuhan global.

IMF dalam World Economic Outlook mengungkapkan bahwa ekonomi global tumbuh pada laju paling lambat sejak krisis keuangan 2009. IMF memproyeksikan pertumbuhan PDB global sebesar 3 persen tahun ini, turun dari perkiraan Juli sebesar 3,2 persen. Penurunan yang tajam hanya dari dua tahun lalu.

Bos IMF yang baru, Kristalina Georgieva, seperti dilaporkan Bloomberg, melihat risiko yang sangat serius bahwa perlambatan tersebut akan menyebar. IMF menyalahkan konflik perdagangan, ketidakpastian Brexit, dan krisis geopolitik lainnya. 

Ada kebutuhan mendesak para pemimpin dunia untuk mengurangi ketegangan. "Kebijakan moneter tidak bisa menjadi satu-satunya permainan di kota dan harus digabungkan dengan dukungan fiskal berupa tersedinya ruang fiskal dan kebijakan belum terlalu ekspansif," kata Zandi.

Zandi setuju pemerintah harus meningkatkan pengeluaran untuk mendukung ekonomi, mencatat bahwa bagaimanapun juga banyak negara ekonomi besar tidak akan menempuh jalan itu.

Baca Juga

Tag: Resesi, Ekonomi Global

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.88 3,736.13
British Pound GBP 1.00 18,188.68 17,999.29
China Yuan CNY 1.00 2,015.12 1,994.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,152.41 14,011.59
Dolar Australia AUD 1.00 9,674.59 9,576.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.44 1,789.38
Dolar Singapura SGD 1.00 10,385.57 10,276.95
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,583.22 15,426.76
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,410.22 3,373.85
Yen Jepang JPY 100.00 12,986.25 12,853.49

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6142.501 -38.491 660
2 Agriculture 1401.983 -11.934 20
3 Mining 1473.600 -27.895 49
4 Basic Industry and Chemicals 948.028 -1.939 75
5 Miscellanous Industry 1203.370 0.807 50
6 Consumer Goods 2073.718 -13.455 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.734 -1.961 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.019 -9.299 75
9 Finance 1256.244 -8.117 90
10 Trade & Service 802.369 -5.169 165
No Code Prev Close Change %
1 VINS 135 182 47 34.81
2 ARMY 50 67 17 34.00
3 POSA 50 64 14 28.00
4 MTPS 1,080 1,350 270 25.00
5 SINI 306 382 76 24.84
6 POLA 730 910 180 24.66
7 ARTO 1,735 2,160 425 24.50
8 ARTA 336 418 82 24.40
9 SLIS 4,350 5,350 1,000 22.99
10 BRAM 8,150 9,775 1,625 19.94
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 418 314 -104 -24.88
2 DFAM 620 466 -154 -24.84
3 OMRE 1,350 1,015 -335 -24.81
4 BMSR 246 185 -61 -24.80
5 NICK 298 230 -68 -22.82
6 FORZ 384 298 -86 -22.40
7 BOSS 230 179 -51 -22.17
8 SKYB 106 83 -23 -21.70
9 ALKA 500 402 -98 -19.60
10 JIHD 650 525 -125 -19.23
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 248 240 -8 -3.23
2 BBRI 4,000 3,960 -40 -1.00
3 IPTV 505 500 -5 -0.99
4 MNCN 1,430 1,440 10 0.70
5 ANDI 226 238 12 5.31
6 BRPT 990 1,035 45 4.55
7 IRRA 800 705 -95 -11.88
8 SCMA 1,330 1,310 -20 -1.50
9 BHIT 71 71 0 0.00
10 TLKM 4,180 4,150 -30 -0.72