Portal Berita Ekonomi Kamis, 14 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yen pada level 108,74 Yen/USD
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Poundsterling pada level 1,2828 USD/Pound
  • 13:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Euro pada level 1,0997 USD/Euro
  • 13:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.465 USD/troy ounce
  • 12:59 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,82 USD/barel
  • 12:58 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,57 USD/barel
  • 12:02 WIB. IHSG - IHSG melemah 6.080,19 di akhir sesi I.

Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Butuh Kebijakan Politis

Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Butuh Kebijakan Politis - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ketahanan pangan nasional masih memiliki berbagai masalah yang muncul sebagai kendala. Untuk mewujudkannya dibutuhkan dukungan kebijakan pemerintah dan keputusan politik pemerintah pusat yang kuat.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota DPR RI, Herman Khaeron, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Indopos.co.id dengan tema "Tantangan dan Peluang Pangan Dalam Negeri” di Swiss-Belhotel, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (21/10/2019). Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah terus berkurangnya lahan pertanian karena gencarnya pembangunan seperti infrastruktur, industri, dan perumahan.

"Berkurangnya luas lahan pertanian menjadi masalah krusial," ujar Herman dalam keterangan tertulis, Senin (21/10/2019).

Baca Juga: Warek IPB Bangga Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Makin Membaik

Sementara itu, menurut Herman, untuk mencari lahan baru yang cocok untuk pertanian, seperti sawah, tidak mudah. Karena itu, harus ada keputusan politik yang kuat, lahan pertanian tidak boleh diubah peruntukannya supaya lahan pertanian yang ada saat ini tidak terus menyusut.

Lebih lanjut Herman menjelaskan, solusi dari lahan pertanian yang kian menyusut adalah diversifikasi pangan yang sangat perlu dilakukan. Selain beras, juga ada sagu dan jagung, serta memaksimalkan potensi perikanan.

"Luas lautan Indonesia itu dua pertiga dari daratan," jelas Herman.

FGD juga menghadirkan pembicara lainnya, seperti Kepala Bidang Ketersediaan Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Rachmi Widiriani, Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB Hermanto Siregar, dan Pengamat Pertanian Khudori.

Rachmi Widiriani mengatakan bahwa sejak 2012 ketahanan pangan dan gizi terus disosialisasikan. Menurutnya, ada dua hal yang penting terkait ketahanan pangan dan gizi. Pertama, kecukupan pangan tidak hanya cukup jumlahnya, tetapi juga bagaimana pangan mendukung kesehatan. Kedua, bagaimana kelanjutan pangan itu diproduksi.

Lebih lanjut Rachmi mengatakan, pihaknya akan terus menyuarakan ketahanan pangan dan gizi. Selain itu, efektivitas ketahanan pangan, sanitasi, serta pencegahan infeksi juga menjadi perhatian. Pada 2015-2018 ada 177 kabupaten/kota yang meningkat status ketahanan pangannya. Global food security indeks Indonesia juga naik, dari 74 ke 65. Selain itu, rata-rata pertumbuhan pangan strategis, terdapat peningkatan. Seperti produksi padi, jagung, cabai, dan sebagainya.

"Dari sisi ketersediaan energi, juga mengalami peningkatan, kami sudah menghitung itu,” ujar Rachmi.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB, Hermanto Siregar, mengatakan bahwa jika bicara mengenai lahan pertanian dan sumber komoditas pangan, masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Misal, GDP pertanian masih berkontribusi PDB 13 persen, mayoritas dari berbagai komoditas dari Jawa. "Apa yang terjadi kalau pulau Jawa rusak ekosistemnya, padi lebih dari separuh dari Jawa," ujarnya.

Menurut Hermanto, ancaman konversi lahan selain infrastruktrur dan perumahan industri adalah fragmentasi lahan. Misal, seseorang dapat warisan tanah pertanian 5 hektare pertanian, itu akan terus menyusut lahannya, dibagi ahli waris dan seterusnya. Karena itu, dia sepakat perlunya perlindungan lahan pertanian, serta dilakukan diversifikasi pangan.

Kemudian, Pengamat Pertanian, Khudori mengatakan bahwa kebijakan stabilisasi harga pangan harus ada. Menurutnya, apa yang sekarang dilakukan, instrumen stabilisasi pasar yang masih ada adalah operasi pasar. Artinya, hampir semua mekanisme pangan di luar beras diserahkan ke pasar. Walaupun, kata dia, ada aturan dari Kemendag, ada 9 produk komoditas, realitas di lapangan semua diserahkan ke pasar.

"Pemerintah harus cerdas, komoditas mana yang menjadi prioritas. Pertama yah beras, setelah itu, baru komoditas lainnya," ujar Khudori.

Baca Juga

Tag: Ketahanan Pangan

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Indopos

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.16 3,740.37
British Pound GBP 1.00 18,193.76 18,011.32
China Yuan CNY 1.00 2,017.76 1,996.83
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,168.49 14,027.51
Dolar Australia AUD 1.00 9,633.16 9,535.90
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.58 1,791.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,395.08 10,288.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,586.76 15,430.26
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.34 3,370.38
Yen Jepang JPY 100.00 13,034.49 12,901.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6142.501 -38.491 660
2 Agriculture 1401.983 -11.934 20
3 Mining 1473.600 -27.895 49
4 Basic Industry and Chemicals 948.028 -1.939 75
5 Miscellanous Industry 1203.370 0.807 50
6 Consumer Goods 2073.718 -13.455 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.734 -1.961 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.019 -9.299 75
9 Finance 1256.244 -8.117 90
10 Trade & Service 802.369 -5.169 165
No Code Prev Close Change %
1 VINS 135 182 47 34.81
2 ARMY 50 67 17 34.00
3 POSA 50 64 14 28.00
4 MTPS 1,080 1,350 270 25.00
5 SINI 306 382 76 24.84
6 POLA 730 910 180 24.66
7 ARTO 1,735 2,160 425 24.50
8 ARTA 336 418 82 24.40
9 SLIS 4,350 5,350 1,000 22.99
10 BRAM 8,150 9,775 1,625 19.94
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 418 314 -104 -24.88
2 DFAM 620 466 -154 -24.84
3 OMRE 1,350 1,015 -335 -24.81
4 BMSR 246 185 -61 -24.80
5 NICK 298 230 -68 -22.82
6 FORZ 384 298 -86 -22.40
7 BOSS 230 179 -51 -22.17
8 SKYB 106 83 -23 -21.70
9 ALKA 500 402 -98 -19.60
10 JIHD 650 525 -125 -19.23
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 248 240 -8 -3.23
2 BBRI 4,000 3,960 -40 -1.00
3 IPTV 505 500 -5 -0.99
4 MNCN 1,430 1,440 10 0.70
5 ANDI 226 238 12 5.31
6 BRPT 990 1,035 45 4.55
7 IRRA 800 705 -95 -11.88
8 SCMA 1,330 1,310 -20 -1.50
9 BHIT 71 71 0 0.00
10 TLKM 4,180 4,150 -30 -0.72