Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:33 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,12% terhadap USD pada level 7,0408 Yuan/USD
  • 16:56 WIB. Valas - Rupiah ditutup tertahan 0,00% terhadap USD pada level Rp.14.092/USD
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,98% pada level 7.309 
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,48% pada level 26.595 
  • 16:26 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,63% pada level 2.885
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,19% pada level 3.230
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,28% di akhir sesi II.
  • 14:24 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,32% pada level 23.112
  • 14:22 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,26% pada level 2.101

Ekspor Kelinci Hias via Karantina Pertanian Bandara Soetta Naik Drastis

Ekspor Kelinci Hias via Karantina Pertanian Bandara Soetta Naik Drastis - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat adanya peningkatan permintaan atau ekspor hewan hasil penangkaran berupa kelinci hias sebesar 73% di 2019. Ekspor kelinci hias ini tembus ke berbagai negara Asia, Eropa, dan Amerika.

Kepala Karantian Pertanian Soetta, Imam Djajadi mengatakan, berdasarkan data sistem otomatisasi perkarantinaan, IQFAST di unit kerjanya, hingga Oktober 2019 tercatat ekspor kelinci telah mencapai 425 ekor dengan nilai ekonomi sekitar Rp297,5 juta. Sementara total ekspor di 2018 hanya mencapai 245 ekor atau senilai Rp171,5 juta.

"Selama dua tahun terakhir ini permintaan kelinci hias Indonesia datang dari Amerika, Filiphina, Belanda, Malaysia, Polandia, Pakistan, dan Myanmar. Permintaan terbesar datang dari Pakistan. Sementara jenis kelinci hias yang digemari adalah english angora, holland hop, netherland dwarf, fuzzy loops, dan dwaft hotot," ungkap pria yang akrab disapa Imam di Tangerang, Selasa (22/10/2019).

Baca Juga: Makin Berkilau, Ekspor Perhiasan RI Tembus US$1,47 Miliar

Saat ini, lanjut Imam, tingginya permintaan kelinci hias Indonesia karena hewan tersebut digemari sebagai hewan peliharaan untuk meramaikan rumah. Selain itu, kelinci hias bisa juga untuk diikutkan dalam berbagai kompetisi.

"Kita dorong pelaku usaha untuk tingkatkan ekspor dengan layanan karantina cepat dan tepat agar dapat diterima di negara tujuan sesuai persyaratan ekspornya," tegasnya.

HC untuk Menjamin Hewan Diterima di Negara Tujuan

Kepala Bidang Karantina Hewan Soetta, Nuryani Zainuddin menuturkan, peningkatan ekspor pangan khusus kelinci hias tersebut karena terobosan Karantina Pertanian dalam memberikan kemudahan pelayanan dokumen ekspor.

Misalnya, Karantina Pertanian Soetta sebelum melepas ekspor telah memberikan health certificate bagi 50 ekor kelinci hias tujuan Pakistan.

"Health certificate sebagai dokumen persyaratan ekspor negara tujuan dikeluarkan Karantina Pertanian Soekarno Hatta setelah pastikan kelinci dalam keadaan sehat," katanya.

Baca Juga: Muncul Hewan Misterius di Sungai China, Warganet Duga Makhluk. . .

Menurut Nuryani, setiap kali pengiriman ekspor kelinci, petugas Karantina Pertanian Soetta selalu melakukan pemeriksaan dokumen, keabsahan, serta kesesuaian fisik dengan dokumen agar sesuai dengan persyaratan negara tujuan.

Dilanjutkan dengan pengecekkan kesehatan melalui pemeriksaan klinis umum oleh dokter hewan karantina sebelum health certificate diterbitkan.

"Jika jumlah kelinci lebih dari 20-an ekor, maka kelinci-kelinci tersebut harus masuk Instalasi Karantina Hewan (IKH) selama satu hari karena pemeriksaan klinis umum ini membutuhan waktu," jelasnya.

Baca Juga

Tag: Ekspor, Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Kementan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.70 3,740.90
British Pound GBP 1.00 18,304.03 18,120.50
China Yuan CNY 1.00 2,017.15 1,996.23
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,624.60 9,527.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.23 1,793.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,406.48 10,296.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,678.24 15,520.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,043.54 12,910.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6100.242 -17.122 662
2 Agriculture 1410.924 3.110 20
3 Mining 1477.521 -2.363 49
4 Basic Industry and Chemicals 928.370 -9.957 76
5 Miscellanous Industry 1179.317 1.731 50
6 Consumer Goods 2044.643 -2.698 54
7 Cons., Property & Real Estate 494.769 -3.211 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1131.865 2.111 76
9 Finance 1277.773 -4.951 90
10 Trade & Service 778.542 0.398 165
No Code Prev Close Change %
1 KPAS 63 85 22 34.92
2 HELI 140 180 40 28.57
3 ENVY 880 1,100 220 25.00
4 ARTA 364 454 90 24.73
5 PURE 270 336 66 24.44
6 YULE 131 160 29 22.14
7 SQMI 272 328 56 20.59
8 PCAR 1,745 2,050 305 17.48
9 MREI 3,450 3,980 530 15.36
10 POOL 825 950 125 15.15
No Code Prev Close Change %
1 BKSW 160 120 -40 -25.00
2 BAYU 1,210 910 -300 -24.79
3 WOWS 414 312 -102 -24.64
4 SDRA 840 645 -195 -23.21
5 KPAL 535 432 -103 -19.25
6 PADI 498 410 -88 -17.67
7 ALKA 510 420 -90 -17.65
8 ANDI 134 113 -21 -15.67
9 ESIP 645 545 -100 -15.50
10 SKYB 85 72 -13 -15.29
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,405 1,390 -15 -1.07
2 MAMI 294 302 8 2.72
3 PURE 270 336 66 24.44
4 IPTV 515 498 -17 -3.30
5 ENVY 880 1,100 220 25.00
6 SQMI 272 328 56 20.59
7 BBRI 4,220 4,210 -10 -0.24
8 TCPI 5,075 5,300 225 4.43
9 ESIP 645 545 -100 -15.50
10 PSAB 244 228 -16 -6.56