Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:32 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 0,06% pada level 3.120
  • 06:31 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 0,36% pada level 27.934
  • 06:29 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,24% pada level 8.570
  • 22:18 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 0,02% pada level 3.121
  • 22:17 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 0,16% pada level 27.990
  • 22:16 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,09% pada level 8.557
  • 20:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2938 USD/Pound
  • 20:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,1077 USD/Euro
  • 20:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yen pada level 108,75 Yen/USD
  • 20:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.469 USD/troy ounce
  • 20:02 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 61,93 USD/barel
  • 20:02 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,54 USD/barel
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,71% pada level 3.235
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,85% pada level 2.933
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,55% pada level 27.093

India-Malaysia Semakin Tegang, CPO Indonesia Girang

India-Malaysia Semakin Tegang, CPO Indonesia Girang - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pertikaian dagang antara India, importir minyak kelapa sawit terbesar di dunia, dengan Malaysia tampaknya semakin memanas. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya imbauan dari Solvent Extractors Association of India (SEAI) yang meminta para anggotanya untuk berhenti mengimpor minyak sawit asal Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad pada konferensi di PBB bulan lalu menyatakan bahwa India 'menyerbu dan menduduki Kashmir' menjadi pemicu perang dagang ini.

Mengutip Bloomberg (23/10/2019), sejak tragedi tersebut terjadi, pengusaha minyak sawit India telah beralih dari importir CPO Malaysia menjadi importir Indonesia dikarenakan adanya kekhawatiran bahwa Perdana Menteri India, Narendra Modi, akan mengekang impor minyak sawit dari Malaysia tersebut dengan berbagai regulasi yang menyulitkan.

Baca Juga: Galau 3 Hari, Harga CPO Bersemi Kembali

Direktur Eksekutif SEAI, BV Mehta menyatakan, "Ketegangan hubungan antara negara kita (India) dan Malaysia berdampak pada industri kita, mengingat kebutuhan impor minyak sawit yang besar dari negara tersebut (Malaysia)."

Mehta juga menambahkan, "Demi menjaga solidaritas terhadap negara, kita harus menghindari pembelian minyak sawit dari Malaysia."

Tindakan India untuk menghentikan pembelian CPO dari Malaysia akan berdampak buruk bagi industri sawit di Malaysia. Minyak kelapa sawit merupakan ekspor komoditas pertanian terbesar di Malaysia dengan total ekspor ke India pada Januari–September 2019 mencapai 3,9 juta ton atau bernilai US$2 miliar. Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak daripada tahun lalu, yang mana India memangkas tarif impor CPO dari Malaysia sejak Januari 2019.

Menanggapi kondisi tersebut, Mahathir mengatakan bahwa tidak akan menarik kembali komentarnya tentang Kashmir dan untuk saat ini tidak akan membawa permasalahan ekspor-impor minyak sawit Malaysia-India ke WTO.

Baca Juga: Hore! Harga TBS Naik, Petani Bangkit

Konflik ini mengakibatkan harga CPO di Malaysia turun 0,7% setelah ditutup pada level tertinggi dalam delapan bulan menjadi RM2.268 per ton.

"Untuk menebus kekurangan impor minyak sawit dari Malaysia, maka India perlu meningkatkan pembelian minyak nabati dari negara lain seperti Indonesia, Ukraina, dan Argentina. Pengiriman minyak sawit dari Indonesia ke India diperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang," tandas Mehta. 

Baca Juga

Tag: Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO), Sawit

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Budi Candra Setya

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,776.29 3,738.51
British Pound GBP 1.00 18,344.76 18,160.82
China Yuan CNY 1.00 2,015.87 1,995.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,161.46 14,020.55
Dolar Australia AUD 1.00 9,621.30 9,522.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.68 1,790.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.25 10,300.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,680.98 15,519.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.20 3,367.09
Yen Jepang JPY 100.00 13,034.02 12,903.14

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6152.090 29.465 662
2 Agriculture 1379.447 -9.112 20
3 Mining 1485.572 -15.475 49
4 Basic Industry and Chemicals 966.315 11.894 76
5 Miscellanous Industry 1179.958 2.642 50
6 Consumer Goods 2068.235 7.578 54
7 Cons., Property & Real Estate 504.784 -3.189 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1133.400 4.587 76
9 Finance 1279.031 12.798 90
10 Trade & Service 782.237 -0.744 165
No Code Prev Close Change %
1 SINI 740 925 185 25.00
2 JTPE 660 825 165 25.00
3 ESIP 430 535 105 24.42
4 TBMS 800 995 195 24.38
5 OCAP 210 258 48 22.86
6 PCAR 1,410 1,700 290 20.57
7 ABBA 104 124 20 19.23
8 MREI 4,000 4,700 700 17.50
9 TIRA 224 250 26 11.61
10 BRPT 1,130 1,245 115 10.18
No Code Prev Close Change %
1 COWL 180 117 -63 -35.00
2 MPOW 183 129 -54 -29.51
3 PURE 640 480 -160 -25.00
4 CITY 220 165 -55 -25.00
5 DEAL 650 488 -162 -24.92
6 ENVY 1,555 1,170 -385 -24.76
7 JSKY 414 312 -102 -24.64
8 FORZ 268 202 -66 -24.63
9 PBSA 402 310 -92 -22.89
10 OMRE 990 770 -220 -22.22
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,410 1,420 10 0.71
2 MAMI 248 250 2 0.81
3 IPTV 505 510 5 0.99
4 KPIG 125 124 -1 -0.80
5 BBRI 4,120 4,190 70 1.70
6 SQMI 280 230 -50 -17.86
7 MSIN 450 456 6 1.33
8 BBTN 1,955 2,070 115 5.88
9 TCPI 5,175 5,100 -75 -1.45
10 TLKM 4,000 4,020 20 0.50