Optimis Prospektif, INOV Siap Tambah Pabrik Pengolahan Sampah Botol Plastik

Optimis Prospektif, INOV Siap Tambah Pabrik Pengolahan Sampah Botol Plastik Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Inocycle Technology Group Tbk ("INOV"), perusahaan Clean-Tech Indonesia di bidang pembuatan produk daur ulang serat staple buatan/Recycle Polyester Stable Fiber (Re-PSF), terus meningkatkan kinerja bisnisnya dari produk daur ulang yang dibuat dari sampah botol plastik untuk menghadapi kenaikan permintaan komoditas tersebut di pasar. Mereka berencana akan membangun satu lagi pabrik pengolahan sampah botol plastik di Lampung.

"Kami berencana untuk menambah pabrik pengolahan sampah botol plastik/washing facility baru di Lampung yang diharapkan dapat memasok bahan baku ke pabrik-pabrik utama INOV. Penambahan ini juga diharapkan dapat meningkatkan proses supply chain dan mengurangi biaya logistik perusahaan sehingga kebutuhan bahan baku yang meningkat dapat dikelola dengan lebih efisien," terang Jaehyuk Choi, Direktur Utama INOV, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Baca Juga: Dukung Ekonomi Sirkuler, Tetra Pak Daur Ulang 10 Ribu Ton Karton Bekas

Penambahan tersebut seiring prediksi meningkatnya konsumsi Re-PSF. Menurut Jaehyuk Choi, konsumsi Re-PSF secara global diprediksikan meningkat sampai 17.812 kiloton di 2019 dan akan terus bertambah 4,7% tiap tahunnya. Sementara di Indonesia, permintaan akan produk Re-PSF diprediksi akan naik 7% menjadi 931 kiloton.

INOV sendiri telah mengekspor produknya ke beberapa perusahaan besar global seperti Hollander dan IKEA. Sementara di Indonesia, INOV telah melayani beberapa merek mobil terkenal seperti Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi, dan Nissan untuk bahan baku karpet, dash panel, peredam kursi, dan lainnya.

Choi menambahkan walaupun bersiap untuk menambah volume produksi, kualitas produk INOV tetap menjadi yang paling utama. Kontrol yang ketat untuk menciptakan produk dengan kualitas terbaik/grade AAA adalah salah satu keunggulan INOV.

"Kami memilih botol-botol bekas bersih yang dapat didaur ulang. Kami cuci dengan bersih kemudian dihancurkan menjadi remah-remah plastik (flakes). Ini adalah bahan baku produk daur ulang serat staple buatan. Produk kami tidak menggunakan pemutih (bleaching), tetapi kualitasnya baik dan sangat jernih. Ini adalah keunggulan kami," ujar Choi.

Bisnis produk daur ulang serat staple buatan telah dijalankan oleh perusahaan sejak tahun 2010. INOV bekerja sama dengan para pengepul sampah plastik untuk mengumpulkan sampah botol plastik. Saat ini INOV telah memiliki tiga pabrik pembuatan produk daur ulang serat staple buatan di Tangerang, Solo, dan Mojokerto. Selain meningkatkan bisnisnya, INOV berharap dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan di Indonesia, khususnya di kota-kota besar yang banyak memiliki masalah sampah.

Per kuartal II-2019, aset INOV mencapai Rp606 miliar atau naik 6% YtD dari Rp573 miliar di 2018. Sementara itu, penjualan bersih perusahaan naik 28% YoY dari Rp185 miliar di 2Q18 menjadi Rp237 miliar di 2Q19. Kenaikan pendapatan ditopang oleh kenaikan penjualan produk daur ulang serat staple buatan sebesar 38% YoY. Laba tahun berjalan naik 467% YoY di 2Q19 dari Rp3 miliar di 2Q18 menjadi Rp 17 miliar di 2Q19. Kenaikan laba tahun berjalan ditopang oleh penurunan beban lain-lain dan pemulihan laba dari aktivitas investasi pada entitas asosiasi.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini