Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:49 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,06% pada level 3.105
  • 22:47 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,21% pada level 27.824
  • 22:45 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 0,12% pada level 8.495 
  • 21:19 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,41% terhadap Poundsterling pada level 1,2861 USD/GBP
  • 21:16 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1058 USD/EUR
  • 20:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yen pada level 108,56 JPY/USD
  • 20:07 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.469 USD/troy ounce
  • 20:06 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,97 USD/barel
  • 20:04 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,42 USD/barel
  • 17:33 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,12% terhadap USD pada level 7,0408 Yuan/USD
  • 16:56 WIB. Valas - Rupiah ditutup tertahan 0,00% terhadap USD pada level Rp.14.092/USD
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,98% pada level 7.309 
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,48% pada level 26.595 
  • 16:26 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,63% pada level 2.885
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,19% pada level 3.230

Teka-Teki AHY Tak Masuk Kabinet: Dendam Mega pada SBY Masih Membara?

Teka-Teki AHY Tak Masuk Kabinet: Dendam Mega pada SBY Masih Membara? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Nama Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Demokrat sekaligus putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat disebut-sebut masuk bursa menteri Kabinet Indonesia Maju Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin.

Tapi, hingga nama kabinet diumumkan pada Rabu (23/10/2019) lalu, nama AHY tak masuk di dalamnya. Meskipun Ketum Demokrat SBY belum juga bersikap.

Ternyata dengan kondisi ini, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Andi Arief memberikan respons lewat akun Twitternya, @AndiArief__ pada Sabtu (26/10/2019).

Baca Juga: Prabowo Jadi Menteri, Mas AHY Gak Ditelepon Jokowi?

Andi Arief menuding, gagalnya AHY masuk kabinet lantaran masih adanya dendam Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada SBY yang tidak bisa diredam oleh Jokowi.

"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati itu hanya pada Pak @SBYudhoyono, ternyata turun ke anaknya @AgusYudhoyono. Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupanya belum mampu," cuit Andi Arief.

Namun demikian kata Andi Arief, ini merupakan takdir sejarah karena AHY tidak bisa merencanakan dirinya sebagai anak dari SBY, di mana anak-cucu SBY akan menerima dendam dari Mega.

"Tentu saja @AgusYudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak @SBYudhoyono, itu takdir sejarah. Karena itu dendam Ibu Megawati hingga ke anak cucu SBY adalah dendam pada takdir," tutup Andi dalam cuitannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Andi Arief ataupun elite Demokrat lainnya, terkait polemik dari statement Andi Arief ini.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Agus Harimurti Yudhoyono, Kabinet Indonesia Maju, Joko Widodo (Jokowi), Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.70 3,740.90
British Pound GBP 1.00 18,304.03 18,120.50
China Yuan CNY 1.00 2,017.15 1,996.23
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,624.60 9,527.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.23 1,793.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,406.48 10,296.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,678.24 15,520.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,043.54 12,910.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6100.242 -17.122 662
2 Agriculture 1410.924 3.110 20
3 Mining 1477.521 -2.363 49
4 Basic Industry and Chemicals 928.370 -9.957 76
5 Miscellanous Industry 1179.317 1.731 50
6 Consumer Goods 2044.643 -2.698 54
7 Cons., Property & Real Estate 494.769 -3.211 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1131.865 2.111 76
9 Finance 1277.773 -4.951 90
10 Trade & Service 778.542 0.398 165
No Code Prev Close Change %
1 KPAS 63 85 22 34.92
2 HELI 140 180 40 28.57
3 ENVY 880 1,100 220 25.00
4 ARTA 364 454 90 24.73
5 PURE 270 336 66 24.44
6 YULE 131 160 29 22.14
7 SQMI 272 328 56 20.59
8 PCAR 1,745 2,050 305 17.48
9 MREI 3,450 3,980 530 15.36
10 POOL 825 950 125 15.15
No Code Prev Close Change %
1 BKSW 160 120 -40 -25.00
2 BAYU 1,210 910 -300 -24.79
3 WOWS 414 312 -102 -24.64
4 SDRA 840 645 -195 -23.21
5 KPAL 535 432 -103 -19.25
6 PADI 498 410 -88 -17.67
7 ALKA 510 420 -90 -17.65
8 ANDI 134 113 -21 -15.67
9 ESIP 645 545 -100 -15.50
10 SKYB 85 72 -13 -15.29
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,405 1,390 -15 -1.07
2 MAMI 294 302 8 2.72
3 PURE 270 336 66 24.44
4 IPTV 515 498 -17 -3.30
5 ENVY 880 1,100 220 25.00
6 SQMI 272 328 56 20.59
7 BBRI 4,220 4,210 -10 -0.24
8 TCPI 5,075 5,300 225 4.43
9 ESIP 645 545 -100 -15.50
10 PSAB 244 228 -16 -6.56