Marketing Sales Intiland Baru Capai 34,5% dari Target

Marketing Sales Intiland Baru Capai 34,5% dari Target Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatatkan perolehan pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar  Rp862 miliar hingga kuartal III 2019 atau hanya 34,5% dari target tahun ini sebesar Rp2,5 triliun. Rendahnya perolehan marketing sales ini disebabkan oleh adanya perubahan kondisi pasar properti saat ini.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, mengungkapkan bahwa marketing sales tersebut dikontribusi dari penjualan di segmen pengembangan mixed-use & high sebesar Rp574 miliar. Selan itu, marketing sales juga dikontribusi dari segmen pengembangan kawasan perumahan sebesar Rp288 miliar. "Sementara, segmen pengembangan kawasan industri tercatat belum membukukan penjualan hingga akhir triwulan ketiga tahun ini," ujar Archied di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Baca Juga: Pemasukan Susut, Laba Intiland Turun Tajam

Ditinjau berdasarkan lokasi pengembangannya, penjualan dari proyek-proyek yang berada di Jakarta dan sekitarnya masih memberikan sumbangsih marketing sales sebesar Rp726 miliar. Sementara, penjualan dari proyek di Surabaya dan sekitarnya mencapai Rp136 miliar.

“Faktor yang menyebabkan kami belum mencapai target marketing sales karena penjualan di produk- produk high rise untuk pasar menengah-atas masih cukup berat. Serta, tahun ini lebih konservatif dalam meluncurkan proyek baru," ungkapnya.

Sampai akhir triwulan tahun ini, lanjutnya, perseroan baru meluncurkan tiga pengembangan residensial baru. Ketiga pengembangan tersebut adalah apartemen SQ Res, Pinang Townhouse, dan klaster baru Zenith di kawasan perumahan Serenia Hills yang berlokasi di Jakarta. "Kami berkomitmen untuk terus berusaha meningkatkan penjualan demi mengejar target marketing sales hingga akhir tahun ini,” tegasnya.

Selain dari penjualan properti dari proyek-proyek yang berjalan, perseroan telah mendapatkan komitmen penjualan inventori yang bukan termasuk aset utama (non-core asset) dengan nilai berkisar Rp375 miliar hingga Rp400 miliar. Menurut Archied, komitmen penjualan tersebut seluruhnya berasal dari inventori non-core asset yang berlokasi di Surabaya. Transaksi penjualan ini rencanannya akan secara bertahap dilakukan dalam tahun ini. Ke depan, kata dia, perseroan tetap optimis kondisinya akan lebih baik dari tahun ini.

"Manajemen telah menyiapkan sejumlah strategi kunci untuk mengantisipasi pertumbuhan dan perubahan pasar sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja penjualan," pungkasnya.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini