Portal Berita Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:53 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,52% pada level 27.065
  • 16:52 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,17% pada level 2.914
  • 16:51 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,84% pada level 3.267
  • 16:50 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.455 USD/troy ounce
  • 16:50 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,48 USD/barel
  • 16:49 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,12 USD/barel
  • 16:30 WIB. Valas - Dollar menguat 0,19% terhadap Poundsterling pada level 1,2831 USD/Pound
  • 16:29 WIB. Valas - Dollar melemah 0,01% terhadap Euro pada level 1,1034 USD/Euro
  • 16:28 WIB. Valas - Dollar menguat 0,17% terhadap Yen pada level 109,24 Yen/USD
  • 16:27 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,08% terhadap USD pada level 7,0064 Yuan/USD
  • 16:26 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,09% terhadap USD pada level Rp.14.054/USD
  • 16:00 WIB. IHSG  IHSG menguat 0,52% di akhir sesi II.
  • 15:42 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,28% pada level 7.349
  • 13:57 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,81% pada level 23.520
  • 13:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,79% pada level 2.140

Tantangan Ekonomi Makin Kompleks, BI: Perlu Kebijakan Berbasis Riset

Tantangan Ekonomi Makin Kompleks, BI: Perlu Kebijakan Berbasis Riset - Warta Ekonomi
WE Online, Yogyakarta -

Bank Indonesia (BI) menilai pentingnya kebijakan berbasis riset dalam merumuskan setiap kebijakan yang dikeluarkan. Kebijakan berbasis riset ini diperlukan guna menghadapi tantangan ekonomi saat ini yang makin kompleks seperti perlambatan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, pelemahan harga minyak, dan komoditas serta pesatnya perkembangan fintech.

"Langkah-langkah yang kita tempuh perlu terus diperkuat karena kompleksitas perekonomian juga bertambah seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital," kata Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Retno Ponco Windarti, saat menghadiri Seminar Riset Stabilitas Sistem Keuangan 2019 di Yogyakarta, Kamis (31/10/2019).

Baca Juga: Ini Kata Kepala Ekonom DBS tentang Ekonomi Indonesia di Bawah Kabinet Baru

Retno menuturkan, meningkatnya lembaga pembiayaan berbasis teknologi melalui pertumbuhan fintech mendukung pertumbuhan pembiayaan dan perluasan akses keuangan yang dapat mendukung pertumbuhan nasional. Namun, di sisi lain perkembangan tersebut perlu mendapatkan pengawasan dari otoritas agar identifikasi risiko yang ditimbulkan dapat dilakukan dengan baik dan mitigasi terhadap risiko tersebut dapat segera dilakukan termasuk risiko terhadap stabilitas sistem keuangan.

Oleh karena itu, untuk menghadapi berbagai tantangan yang makin besar dan komplek tersebut, diperlukan kebijakan ekonomi yang efektif, harus didukung dengan riset yang baik dan akurat, sehingga mampu menangkap risiko dan peluang yang dihadapi ke depan. Retno menjelaskan, riset menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses perumusan kebijakan. Kebijakan berbasis riset atau research based policy menjadi sebuah keniscayaan agar kebijakan yang dihasilkan akurat, tepat waktu, dan kredibel.

"Dalam rangka memperkuat research base policy tersebut, kami di BI terus memperkuat dan mengembangkan berbagai jenis riset termasuk riset kebijakan, baik yang dikembangkan sendiri di BI maupun bersama-sama dengan otoritas lain dan akademisi," ucapnya.

Sejauh ini, BI telah menerapkan bauran kebijakan Moneter dan Makroprudensial serta sistem pembayaran. Pada Rapat Dewan Gubernur BI tanggal 23-24 oktober yang lalu, BI kembali menurunkan BI 7D RR Rate sebesar 25 bps menjadi 5 persen sehingga sejak Juli 2019, BI telah menurunkan suku bunga kebijakan sebanyak 4 kali (100 bps).

Kebijakan tersebut konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dan imbal hasil investasi keuangan domestik yang tetap menarik serta sebagai langkah pre-emptive lanjutan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat.

"Kebijakan ini didukung strategi operasi moneter yang terus diperkuat untuk menjaga kecukupan likuiditas. Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian. Kebijakan sistem pembayaran dan kebijakan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi," tandasnya.

Baca Juga

Tag: Bank Indonesia (BI), Ekonomi Indonesia

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Fajar Sulaiman

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.71 3,730.02
British Pound GBP 1.00 18,160.39 17,978.29
China Yuan CNY 1.00 2,017.49 1,996.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,129.30 13,988.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,658.79 9,561.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,805.11 1,787.08
Dolar Singapura SGD 1.00 10,380.03 10,272.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.38 15,423.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.23 3,374.03
Yen Jepang JPY 100.00 12,944.85 12,814.87

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6180.992 32.252 660
2 Agriculture 1413.917 -1.493 20
3 Mining 1501.495 20.147 49
4 Basic Industry and Chemicals 949.967 8.159 75
5 Miscellanous Industry 1202.563 18.307 50
6 Consumer Goods 2087.173 16.534 54
7 Cons., Property & Real Estate 510.695 1.720 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1165.318 18.682 75
9 Finance 1264.361 -3.201 90
10 Trade & Service 807.538 2.872 165
No Code Prev Close Change %
1 MTWI 60 81 21 35.00
2 VINS 100 135 35 35.00
3 KARW 66 89 23 34.85
4 EAST 81 109 28 34.57
5 SKYB 79 106 27 34.18
6 ETWA 71 95 24 33.80
7 ANDI 171 226 55 32.16
8 BAJA 63 81 18 28.57
9 SINI 246 306 60 24.39
10 RELI 150 180 30 20.00
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 2,310 1,735 -575 -24.89
2 DFAM 825 620 -205 -24.85
3 FORZ 510 384 -126 -24.71
4 TGRA 555 418 -137 -24.68
5 LUCK 710 535 -175 -24.65
6 POLA 955 730 -225 -23.56
7 BOSS 298 230 -68 -22.82
8 DEAL 1,880 1,480 -400 -21.28
9 ARTA 410 336 -74 -18.05
10 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 250 248 -2 -0.80
2 IRRA 830 800 -30 -3.61
3 PURE 1,200 1,215 15 1.25
4 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
5 BBRI 4,000 4,000 0 0.00
6 JSKY 785 790 5 0.64
7 PTBA 2,600 2,620 20 0.77
8 TLKM 4,100 4,180 80 1.95
9 ANDI 171 226 55 32.16
10 ANTM 830 820 -10 -1.20