Portal Berita Ekonomi Kamis, 12 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:01 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,72 USD/barel
  • 09:00 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,90 USD/barel
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.475 USD/troy ounce
  • 08:59 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,13% terhadap Dollar AS pada level 14.039 IDR/USD
  • 08:58 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yuan pada level 7,0324 CNY/USD
  • 08:58 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yen pada level 108,49 JPY/USD
  • 08:57 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,3211 USD/GBP
  • 08:56 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Euro pada level 1,1138 USD/EUR
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,09% di awal sesi I.
  • 08:56 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,24% pada level 2.942
  • 08:55 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka positif 0,79% pada level 26.650
  • 08:54 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif 0,32% pada level 3.172
  • 07:29 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,11% pada level 23.420
  • 07:28 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,91% pada level 2.124
  • 06:58 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,29% pada level 3.141

Ekonomi Global Lesu, OJK Minta Industri Keuangan Perkuat Modal dan CKPN

Ekonomi Global Lesu, OJK Minta Industri Keuangan Perkuat Modal dan CKPN - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pelemahan ekonomi global berdampak pada industri jasa keuangan di Indonesia. Untuk itu, regulator telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah perlambatan tersebut.

"Dinamika perekonomian global pasti berdampak ke Indonesia termasuk sektor jasa keuangan dan sektor riil. Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat dalam membangun sektor prioritas pemerintah. Sektor jasa keuangan masih memiliki ruang permodalan untuk mendorong perekonomian nasional," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya, diperlukan strategi dalam menguatkan stabilitas sektor jasa keuangan di tengah pelemahan ekonomi global, antara lain dengan meningkatkan permodalan, likuiditas, dan cadangan kerugian penilaian nilai (CKPN).

Baca Juga: Game Over! Gelembung Ekonomi AS Sudah Meletus

"Kemudian membangun kepercayaan pasar, mendorong mesin baru penggerak sektor riil dan mengembangkan sektor berefek bergulir, seperti pariwisata, industri ekspor, dan subsititusi impor," tambahnya.

Adapun di tengah tekanan ekonomi global, kinerja intermediasi perbankan mengalami tren perlambatan. Menurut data OJK, kredit perbankan sampai September 2019 mencapai Rp5.524,19 triliun atau hanya tumbuh 7,89 persen (yoy).

Angka ini lebih rendah dibandingkan Agustus 2019, di mana kredit perbankan tumbuh 8,59 persen (yoy) dan Juli 2019 yang tumbuh 9,58 persen (yoy).

Tak hanya kredit yang tumbuh melambat, namun juga penghimpunan dana dari masyarakat. Dana pihak ketiga (DPK) perbankan pada September 2019 hanya tumbuh 7,4% yoy melambat dibandingkan Agustus 2019 yang sebesar 7,62% (yoy).

Baca Juga: BI Akui Pertumbuhan Ekonomi Global Makin Melambat

Meski begitu, Wimboh menuturkan, kondisi stabilitas sektor jasa keuangan hingga pekan keempat Oktober dalam kondisi terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan perekonomian global. Hal ini ditunjukkan dengan permodalan yang stabil dan risiko kredit yang masih terjaga.

Data September menunjukkan Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan sebesar 23,38 persen, Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa 667,47 persen, RBC asuransi umum 321,4 persen dengan gearing ratio perusahaan pembiayaan 2,72 kali.

Risiko kredit dan pembiayaan juga terjaga dengan NPL gross 2,66 persen dan NPL nett 1,15 persen. NPF gross 2,66 persen, dan NPF nett 0,55 persen.

Baca Juga

Tag: Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ekonomi Global

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,758.80 3,721.00
British Pound GBP 1.00 18,513.95 18,321.36
China Yuan CNY 1.00 2,002.52 1,982.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,095.13 13,954.88
Dolar Australia AUD 1.00 9,603.01 9,500.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.85
Dolar Singapura SGD 1.00 10,370.17 10,263.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,635.73 15,478.75
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,388.25 3,349.71
Yen Jepang JPY 100.00 12,964.62 12,834.43

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6180.099 -3.406 668
2 Agriculture 1418.148 -12.284 20
3 Mining 1503.662 13.078 50
4 Basic Industry and Chemicals 970.191 -6.792 77
5 Miscellanous Industry 1173.452 -11.499 50
6 Consumer Goods 2039.210 -8.165 56
7 Cons., Property & Real Estate 516.202 -1.555 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.532 1.407 76
9 Finance 1304.344 1.748 90
10 Trade & Service 771.675 4.995 166
No Code Prev Close Change %
1 FILM 129 174 45 34.88
2 IFII 178 240 62 34.83
3 SINI 960 1,200 240 25.00
4 TFCO 510 630 120 23.53
5 IKAI 81 100 19 23.46
6 OMRE 700 860 160 22.86
7 TIRA 202 244 42 20.79
8 TPMA 224 258 34 15.18
9 EMTK 5,600 6,400 800 14.29
10 PAMG 50 57 7 14.00
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 121 79 -42 -34.71
2 REAL 284 214 -70 -24.65
3 HDFA 160 125 -35 -21.88
4 PICO 3,580 2,890 -690 -19.27
5 DWGL 224 183 -41 -18.30
6 PDES 735 620 -115 -15.65
7 POOL 600 520 -80 -13.33
8 NICK 318 276 -42 -13.21
9 FORU 131 115 -16 -12.21
10 AMIN 328 288 -40 -12.20
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,465 1,525 60 4.10
2 IPTV 520 510 -10 -1.92
3 TOWR 750 740 -10 -1.33
4 MEDC 745 825 80 10.74
5 DEAL 202 226 24 11.88
6 ACES 1,545 1,630 85 5.50
7 TCPI 5,725 5,725 0 0.00
8 JSKY 238 228 -10 -4.20
9 IKAI 81 100 19 23.46
10 FILM 129 174 45 34.88