Portal Berita Ekonomi Selasa, 10 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Poundsterling pada level 1,3151 USD/GBP.
  • 13:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Euro pada level 1,1067 USD/EUR.
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yen pada level 108,62 JPY/USD.
  • 13:05 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.461 USD/troy ounce.
  • 13:04 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,17 USD/barel.
  • 13:03 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,94 USD/barel.
  • 12:06 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,13% di akhir sesi I.

Oktober 2019, Inflasi DKI Jakarta Tertekan

Oktober 2019, Inflasi DKI Jakarta Tertekan - Warta Ekonomi

Indeks harga konsumen (IHK) Provinsi DKI Jakarta pada Oktober 2019 mengalami inflasi sebesar 0,21% (mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan September yang mencatat deflasi sebesar 0,04%(mtm).

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK tahun kalendar sampai dengan Oktober 2019 tercatat sebesar 2,73% (ytd), atau secara tahunan sebesar 3,65% (yoy).

Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk memastikan terkendalinya inflasi. Dengan demikian, inflasi 2019 di Jakarta diprakirakan tetap mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,5%±1%.

Baca Juga: Deflasi Volatile Bikin Inflasi Oktober Terkendali

Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengatakan, peningkatnya tekanan inflasi terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran, kecuali kelompok sandang.

"Kenaikan inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, serta kelompok kesehatan," ujar Hamid di Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Lebih lanjut dijelaskan Hamid, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,01 % (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada September 2019 sebesar 0,52% (mtm).

"Lebih tingginya inflasi pada kelompok ini disumbang oleh inflasi pada subkelompok makanan jadi yaitu sebesar 1,35% (mtm), terutama dari mie dan nasi dengan lauk seiring kenaikan harga bahan baku," tambah Hamid.

Inflasi kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mencapai 0,15% (mtm), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,03% (mtm), terutama bersumber dari bahan bakar rumah tangga (BBRT). Sementara itu, inflasi kelompok kesehatan mencapai 0,72% (mtm), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,61% (mtm), terutama bersumber dari obat-obatan.

Peningkatan inflasi lebih lanjut tertahan oleh deflasi yang terjadi pada kelompok bahan makanan dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Deflasi kelompok bahan makanan terjadi sebesar 0,25% (mtm), yang disumbang oleh deflasi pada subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 3,31% (mtm).

Baca Juga: Masuki Oktober, Inflasi Diperkirakan 0,02%

Cabai merah dan cabai rawit merupakan komoditas penyumbang terbesar deflasi pada subkelompok bumbu-bumbuan. Hal tersebut sejalan dengan membaiknya pasokan seiring panen yang terjadi di beberapa daerah penghasil seperti Blitar dan Kediri.

Sementara itu, deflasi pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan terjadi sebesar 0,07% (mtm) setelah pada bulan sebelumnya tercatat stabil. Hal tersebut dipicu oleh koreksi tarif angkutan udara sejalan dengan penetapan batas bawah dan batas atas oleh Kementrian Perhubungan.

"Memerhatikan berbagai perkembangan harga di pasar serta bauran kebijakan pemerintah, inflasi pada Oktober 2019 dan keseluruhan tahun diprakirakan tetap terkendali. Tingkat permintaan masyarakat diprakirakan tidak akan mengalami peningkatan signifikan, sejalan dengan tidak adanya momen tertentu yang signifikan dapat mendorong konsumsi," tutupnya.

Baca Juga

Tag: Inflasi, Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,753.27 3,715.53
British Pound GBP 1.00 18,515.78 18,325.97
China Yuan CNY 1.00 2,000.20 1,979.46
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,074.02 13,933.98
Dolar Australia AUD 1.00 9,621.00 9,523.88
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,798.07 1,780.11
Dolar Singapura SGD 1.00 10,353.11 10,248.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,584.16 15,423.52
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,381.55 3,345.49
Yen Jepang JPY 100.00 12,955.92 12,825.83

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6193.791 6.923 667
2 Agriculture 1443.038 8.692 20
3 Mining 1476.026 1.626 50
4 Basic Industry and Chemicals 977.472 -2.356 76
5 Miscellanous Industry 1189.164 -11.910 50
6 Consumer Goods 2061.454 6.260 56
7 Cons., Property & Real Estate 518.354 8.147 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1126.422 -11.329 76
9 Finance 1301.830 3.637 90
10 Trade & Service 768.878 2.683 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 170 228 58 34.12
2 MSKY 1,250 1,560 310 24.80
3 PICO 3,500 4,310 810 23.14
4 PDES 615 735 120 19.51
5 ARKA 1,785 2,060 275 15.41
6 PCAR 1,995 2,290 295 14.79
7 POLY 60 68 8 13.33
8 BKSW 135 151 16 11.85
9 BKSL 68 76 8 11.76
10 TALF 262 292 30 11.45
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 160 120 -40 -25.00
2 MAMI 246 185 -61 -24.80
3 DEAL 210 158 -52 -24.76
4 BIPP 65 50 -15 -23.08
5 PAMG 62 50 -12 -19.35
6 KARW 79 64 -15 -18.99
7 FORZ 59 50 -9 -15.25
8 SHID 2,950 2,500 -450 -15.25
9 NIKL 428 364 -64 -14.95
10 ESIP 370 318 -52 -14.05
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,395 1,505 110 7.89
2 IPTV 525 525 0 0.00
3 TOWR 745 735 -10 -1.34
4 TCPI 5,700 5,500 -200 -3.51
5 BKSL 68 76 8 11.76
6 WSKT 1,420 1,470 50 3.52
7 TLKM 4,100 4,070 -30 -0.73
8 PSAB 240 220 -20 -8.33
9 PPRO 67 74 7 10.45
10 ESIP 370 318 -52 -14.05