Volume Produksi Batu Bara BOSS Naik 101%

Volume Produksi Batu Bara BOSS Naik 101% Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS), produsen batu bara berkalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah, mencatatkan hasil positif pada realisasi produksi batu baranya. Hingga kuartal III 2019, volume produksi batu bara BOSS sebesar 342,515 ton atau meningkat 101% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saat ini, stok batubara hasil produksi sekitar 240.000 ton. Stock ini diperkirakan cukup untuk penjualan sampai bulan April 2020.

Direktur Keuangan BOSS, Widodo Nurly Sumady, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut berasal dari sejumlah strategi yang diterapkan oleh BOSS. Di antaranya meningkatkan produksi batu bara, menurunkan biaya produksi batu bara, hingga meningkatkan infrastruktur pendukung.

Baca Juga: Kuartal III 2019, Laba BELL Naik 15%

Dari segi penjualan, BOSS berhasil meraih penjualan bersih sebesar Rp189 miliar atau naik 3% dibandingkan penjualan bersih di periode sama tahun sebelumnya senilai Rp183,2 miliar. Sementara itu, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp118 miliar dibandingkan Rp102.37 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut dikarenakan pengaruh peningkatan beban produksi dan pengembangan wilayah tambang oleh perusahaan.

Untuk mengantisipasi kondisi penurunan harga batu bara yang drastis, sejak tahun lalu BOSS telah melakukan efisiensi dan pada saat yang sama meningkatkan produktivitas di semua lini. Untuk perbandingan produktivitas kuartal 3 dibandingkan kuartal 1, telah naik sebesar 40%. Hal ini tercapai dengan efisiensi penggunaan fuel (fuel ratio) sebesar hampir 50%, labour productivity yang meningkat sebesar 10%, dan negosiasi ulang dengan para supplier.

"Melihat permintaan yang antusias dari pembeli untuk batu bara BOSS, kami sangat optimis dengan proyeksi penjualan sampai tahun 2020. Sebagian besar batu bara kami sudah dipesan sampai tahun 2020 oleh Glencore, Itochu, China Coal Solution, ITMG, dan lainnya karena jenis batu bara yang diproduksi BOSS merupakan batu bara kalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Hal ini menjadi keunggulan kami untuk pasar Jepang atau negara maju lainnya yang memiliki pembangkit listrik dengan karakteristik batu bara yang dihasilkan BOSS," ungkap Widodo dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Ekonomi, Sabtu (2/11/2019).

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini