Portal Berita Ekonomi Minggu, 15 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Terus Dikecam, Facebook Tetap Ekspansi Enkripsinya ke Aplikasi Messenger

Terus Dikecam, Facebook Tetap Ekspansi Enkripsinya ke Aplikasi Messenger - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Perusahaan platform media sosial Facebook tetap menjalankan ekpansi keamanan data mereka ke aplikasinya yakni Messenger. Hal itu tetap dilakukan kendati dikeroyok sejumlah pihak terkait enkripsi yang memberatkan penegak hukum dalam melakukan penindakan terhadap pelaku pelecehan seksual terhadap anak atau pedophile dan teroris.

Tuntutan untuk membuat jalur belakang enkripsi keamanan di aplikasi perpesanan milik Facebook diserukan oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Ketiga negara berkeyakinan bahwa jalur belakang tersebut mempermudah penegak hukum menindak kriminal yang merencanakan aksinya melalui aplikasi perpesanan milik Facebook.

Baca Juga: Nyinyir Terus! Bos Twitter Ejek Logo Baru Facebook

Kepala Keamanan Jaringan Perpesanan Facebook, Jay Sullivan, mengatakan akan tetap melanjutkan proses penerapan enkripsi mereka sembari menyeleksi lebih lanjut data pengguna yang mereka kumpulkan. Sullivan mengatakan bahwa enkripsi sudah ada di dalam aplikasi Messenger.

Meski penerapan enkripsi ini tidak dipublikasikan secara luas, Facebook berharap selama meningkatnya penggunaan Messenger, data pengguna yang mereka kumpulkan dapat dikumpulkan untuk digunakan sebagai ukuran standar keamanan bagi Messenger sebelum fitur perpesanan pribadi berfungsi secara standar. "Ini tempat yang bagus untuk menguji aplikasi kita," ujar Sullivan seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/11/2019).

Facebook juga berencana memublikasikan bagaimana mengaktifkan fitur percakapan rahasia yang ada di Messenger. Meski sudah ada sejak tahun 2016, fitur tersebut masih sulit untuk diakses.

Dengan perlunya melakukan sinkronisasi kepada akun Facebook, tentu menurunkan privasi dari pengguna karena mudahnya profil seseorang diakses melalui Facebook. Namun, Facebook mengklaim hal ini mempermudah mereka untuk mengumpulkan informasi dari akun yang terlibat kegiatan kriminal untuk diperingati atau dilaporkan ke polisi.

Pihaknya juga berencana untuk memblokir akun Messenger yang tidak tersinkronisasi dengan akun Facebook. Menurutnya, sebagian besar akun Messenger sudah tersinkronisasi dengan akun Facebook, tetapi banyak akun yang tidak tersinkron digunakan untuk tindakan kriminal.

Tindakan keamanan yang akan dilakukan Facebook di antaranya memberikan pemberitahuan kepada pengguna akan akun yang tiba-tiba muncul di kontak pengguna atau undangan terhadap konten yang tidak diinginkan. Pemberitahuan itu akan mengarahkan pengguna untuk melaporkan kepada Facebook bila ada kejadian seperti itu melalui pesan tertulis untuk selanjutnya direspons Facebook melalui pemblokiran akun terkait, bahkan dilaporkan kepada pihak berwajib.

Baca Juga

Tag: Facebook, Messenger, Digital

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: KrAsia

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52