Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:14 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,34% terhadap Yuan pada level 7,0695 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,31% terhadap Dollar AS pada level 16.250 IDR/USD.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,17% pada level 23.970.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,19% pada level 2.815.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,57% pada level 2.531.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,90% pada level 5.596.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,13% pada level 19.353.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,90% pada level 1.807.

Setahun Masuk ke Vietnam, Gojek Sudah Bisa Geser Dominasi Grab Belum?

Setahun Masuk ke Vietnam, Gojek Sudah Bisa Geser Dominasi Grab Belum? - Warta Ekonomi
WE Online, Bogor -

Sejak setahun lalu, Gojek sudah berekspansi ke sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara. Lalu, bagaimana kabar perluasan sayap bisnis perusahaan besutan Nadiem Makarim dan Kevin Aluwi itu?

Bisa dikatakan, perluasan pasar Gojek tak selalu berjalan mulus; masalah manajemen perusahaan di Vietnam hingga belum didapatkannya izin di Filipina jadi contoh hambatan yang harus Gojek hadapi.

Menurut CEO Jetspree, Alex Le, industri berbagi tumpangan Asia Tenggara masih ada di tahap pendewasaan (maturity) dan itu menjadi salah satu faktor di balik sulitnya ekspansi Gojek di Asia Tenggara. "Model bisnis ini sebenarnya sederhana, subsidi dan diskon pada awal operasi berhasil memungkinkan Grab dan pemain lama seperti Easy Taxy atau Uber mencaplok pangsa pasar yang besar," jelasnya, Kamis (7/11/2019).

Baca Juga: Saat Go-Viet Masih Alami 'Macet' di Aspal Vietnam, Grab Malah Tambah Kuat dengan Rencana . . . .

Apalagi, bisnis Gojek di luar negeri terbilang berjalan lamban, layanannya masih terbatas. Apa penyebabnya? Layanan pesan-antar makanan dan pengiriman paket akan lebih mahal jika basis pengguna aplikasinya belum kuat. 

Alex menambahkan, "itu menciptakan situasi seperti (lebih dulu mana) ayam atau telur? Saat layanannya kurang, platform menjadi kurang menarik."

Berdasarkan data ABI Research, pangsa pasar Gojek di Indonesia ada di angka 35,3%, sedangkan Grab menguasai 63,6% sisanya. Begitu pula di Vietnam, Gojek baru menguasai 10,3% pasar, kalah telak dari Grab yang memiliki 72,9% kapitalisasi pasar negara itu.

Pada 2019 ini, Grab dikatakan menguasai 11,4% pangsa pasar di Asia Pasifik dengan Indonesia dan Vietnam sebagai dua pasar yang ia dominasi.

Baca Juga: Baru 5 Bulan Sudah Resign, Bos Go-Viet Kenapa?

Belum lagi masalah manajemen Go-Viet yang harus dihadapi oleh Gojek. Sudah 2 kali perusahaan itu ditinggal oleh CEO terpilih.

Hal yang sama terjadi di Indonesia, ketika terjadi peralihan kepemimpinan di markas besar Gojek karena masuknya Nadiem ke dalam pemerintahan.

"Bagaimana struktur komando yang akan dilaksanakan? Seberapa percaya mereka terhadap tim lokal? Sampai tingkat mana mereka bisa ambil keputusan, sumber daya apa yang mereka miliki?" tambah Alex, soal pertanyaan-pertanyaan yang akan Gojek hadapi setelah ini.

Sekadar informasi, Gojek akan menguji coba operasional layanannya di Malaysia pada awal tahun depan. Perusahaan itu juga akan kembali mencoba memasuki pasar Filipina.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: PT Go-Jek Indonesia, Go-Viet, Vietnam, Transportasi Online

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Boxcar

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,343.24 4,297.73
British Pound GBP 1.00 20,125.34 19,917.01
China Yuan CNY 1.00 2,311.19 2,286.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,326.23 16,163.78
Dolar Australia AUD 1.00 10,037.37 9,929.41
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,106.01 2,084.92
Dolar Singapura SGD 1.00 11,445.76 11,327.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,749.88 17,568.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,757.48 3,711.97
Yen Jepang JPY 100.00 15,012.63 14,859.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4626.695 -151.944 688
2 Agriculture 978.421 -34.066 22
3 Mining 1228.044 -34.552 49
4 Basic Industry and Chemicals 653.864 -23.079 78
5 Miscellanous Industry 727.043 -32.128 52
6 Consumer Goods 1697.996 -58.668 57
7 Cons., Property & Real Estate 334.365 -13.299 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 821.336 -31.949 78
9 Finance 991.588 -33.035 92
10 Trade & Service 600.535 -7.731 170
No Code Prev Close Change %
1 KBAG 100 135 35 35.00
2 VINS 96 129 33 34.38
3 SBAT 105 141 36 34.29
4 RUIS 171 220 49 28.65
5 PYFA 173 220 47 27.17
6 MTPS 336 420 84 25.00
7 DFAM 322 402 80 24.84
8 AMFG 2,250 2,690 440 19.56
9 TIRA 274 324 50 18.25
10 HDFA 131 153 22 16.79
No Code Prev Close Change %
1 ENVY 100 93 -7 -7.00
2 PANS 1,000 930 -70 -7.00
3 PNIN 715 665 -50 -6.99
4 TKIM 5,300 4,930 -370 -6.98
5 AKRA 2,150 2,000 -150 -6.98
6 BALI 645 600 -45 -6.98
7 ITIC 4,300 4,000 -300 -6.98
8 CSRA 344 320 -24 -6.98
9 DOID 129 120 -9 -6.98
10 LMPI 86 80 -6 -6.98
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,030 2,820 -210 -6.93
2 BTPS 2,780 2,660 -120 -4.32
3 BBCA 28,275 28,175 -100 -0.35
4 BBNI 4,310 4,010 -300 -6.96
5 REAL 72 67 -5 -6.94
6 TLKM 3,220 3,110 -110 -3.42
7 IPCC 298 322 24 8.05
8 PURA 75 72 -3 -4.00
9 KAEF 1,275 1,340 65 5.10
10 BMRI 5,125 4,770 -355 -6.93