Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:48 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,25 USD/barel
  • 08:48 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,86 USD/barel
  • 08:47 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.471 USD/troy ounce
  • 08:46 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,10% terhadap Dollar AS pada level 14.092 IDR/USD 
  • 08:45 WIB. Valas - Dolar AS menguat 0,02% terhadap Yuan pada level 7,0278 CNY/USD
  • 08:43 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Yen pada level 108,55 JPY/USD
  • 08:41 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,2948 USD/GBP
  • 08:40 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1066 USD/EUR
  • 08:39 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,04% pada level 26.670
  • 08:38 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,61% pada level 23.270
  • 08:36 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,99% pada level 3.226
  • 08:34 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,85% pada level 2.142

Setahun Masuk ke Vietnam, Gojek Sudah Bisa Geser Dominasi Grab Belum?

Setahun Masuk ke Vietnam, Gojek Sudah Bisa Geser Dominasi Grab Belum? - Warta Ekonomi
WE Online, Bogor -

Sejak setahun lalu, Gojek sudah berekspansi ke sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara. Lalu, bagaimana kabar perluasan sayap bisnis perusahaan besutan Nadiem Makarim dan Kevin Aluwi itu?

Bisa dikatakan, perluasan pasar Gojek tak selalu berjalan mulus; masalah manajemen perusahaan di Vietnam hingga belum didapatkannya izin di Filipina jadi contoh hambatan yang harus Gojek hadapi.

Menurut CEO Jetspree, Alex Le, industri berbagi tumpangan Asia Tenggara masih ada di tahap pendewasaan (maturity) dan itu menjadi salah satu faktor di balik sulitnya ekspansi Gojek di Asia Tenggara. "Model bisnis ini sebenarnya sederhana, subsidi dan diskon pada awal operasi berhasil memungkinkan Grab dan pemain lama seperti Easy Taxy atau Uber mencaplok pangsa pasar yang besar," jelasnya, Kamis (7/11/2019).

Baca Juga: Saat Go-Viet Masih Alami 'Macet' di Aspal Vietnam, Grab Malah Tambah Kuat dengan Rencana . . . .

Apalagi, bisnis Gojek di luar negeri terbilang berjalan lamban, layanannya masih terbatas. Apa penyebabnya? Layanan pesan-antar makanan dan pengiriman paket akan lebih mahal jika basis pengguna aplikasinya belum kuat. 

Alex menambahkan, "itu menciptakan situasi seperti (lebih dulu mana) ayam atau telur? Saat layanannya kurang, platform menjadi kurang menarik."

Berdasarkan data ABI Research, pangsa pasar Gojek di Indonesia ada di angka 35,3%, sedangkan Grab menguasai 63,6% sisanya. Begitu pula di Vietnam, Gojek baru menguasai 10,3% pasar, kalah telak dari Grab yang memiliki 72,9% kapitalisasi pasar negara itu.

Pada 2019 ini, Grab dikatakan menguasai 11,4% pangsa pasar di Asia Pasifik dengan Indonesia dan Vietnam sebagai dua pasar yang ia dominasi.

Baca Juga: Baru 5 Bulan Sudah Resign, Bos Go-Viet Kenapa?

Belum lagi masalah manajemen Go-Viet yang harus dihadapi oleh Gojek. Sudah 2 kali perusahaan itu ditinggal oleh CEO terpilih.

Hal yang sama terjadi di Indonesia, ketika terjadi peralihan kepemimpinan di markas besar Gojek karena masuknya Nadiem ke dalam pemerintahan.

"Bagaimana struktur komando yang akan dilaksanakan? Seberapa percaya mereka terhadap tim lokal? Sampai tingkat mana mereka bisa ambil keputusan, sumber daya apa yang mereka miliki?" tambah Alex, soal pertanyaan-pertanyaan yang akan Gojek hadapi setelah ini.

Sekadar informasi, Gojek akan menguji coba operasional layanannya di Malaysia pada awal tahun depan. Perusahaan itu juga akan kembali mencoba memasuki pasar Filipina.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: PT Go-Jek Indonesia, Go-Viet, Vietnam, Transportasi Online

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Boxcar

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,772.00 3,734.27
British Pound GBP 1.00 18,285.73 18,098.18
China Yuan CNY 1.00 2,017.05 1,996.13
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,145.38 14,004.63
Dolar Australia AUD 1.00 9,644.32 9,545.56
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.72 1,788.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,396.43 10,289.96
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,646.20 15,484.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.88 3,369.74
Yen Jepang JPY 100.00 13,002.46 12,869.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6122.625 -5.720 662
2 Agriculture 1388.559 2.970 20
3 Mining 1501.047 22.496 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.421 -0.201 76
5 Miscellanous Industry 1177.316 -0.936 50
6 Consumer Goods 2060.657 -6.314 54
7 Cons., Property & Real Estate 507.973 -0.049 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1128.813 -12.467 76
9 Finance 1266.233 2.133 90
10 Trade & Service 782.981 -3.567 165
No Code Prev Close Change %
1 TEBE 1,095 1,640 545 49.77
2 ESIP 344 430 86 25.00
3 SINI 595 740 145 24.37
4 ALMI 266 328 62 23.31
5 PORT 414 500 86 20.77
6 BYAN 13,300 15,800 2,500 18.80
7 PALM 208 242 34 16.35
8 ALKA 450 510 60 13.33
9 IMJS 280 316 36 12.86
10 VINS 119 134 15 12.61
No Code Prev Close Change %
1 FITT 84 55 -29 -34.52
2 RODA 175 115 -60 -34.29
3 ICON 99 72 -27 -27.27
4 JTPE 880 660 -220 -25.00
5 MPOW 244 183 -61 -25.00
6 TGRA 280 210 -70 -25.00
7 ENVY 2,070 1,555 -515 -24.88
8 DEAL 865 650 -215 -24.86
9 SQMI 372 280 -92 -24.73
10 HITS 550 414 -136 -24.73
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,410 1,410 0 0.00
2 MAMI 244 248 4 1.64
3 BBRI 4,090 4,120 30 0.73
4 IPTV 494 505 11 2.23
5 TLKM 4,080 4,000 -80 -1.96
6 TCPI 4,780 5,175 395 8.26
7 IRRA 450 498 48 10.67
8 ACES 1,695 1,700 5 0.29
9 BBTN 1,920 1,955 35 1.82
10 BRPT 1,075 1,130 55 5.12