Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:18 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 0,02% pada level 3.121
  • 22:17 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 0,16% pada level 27.990
  • 22:16 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,09% pada level 8.557
  • 20:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2938 USD/Pound
  • 20:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,1077 USD/Euro
  • 20:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yen pada level 108,75 Yen/USD
  • 20:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.469 USD/troy ounce
  • 20:02 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 61,93 USD/barel
  • 20:02 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,54 USD/barel
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,71% pada level 3.235
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,85% pada level 2.933
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,55% pada level 27.093
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,56% pada level 7.348
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,53% pada level 23.292
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,32% pada level 2.153

Waspada, Boba di Minuman Kekinian Bahaya buat Wanita, Ternyata Bisa Picu...

Waspada, Boba di Minuman Kekinian Bahaya buat Wanita, Ternyata Bisa Picu... - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ragam kuliner yang tersedia dewasa ini semakin memberikan banyak pilihan sekaligus kesempatan memanjakan lidah. Sayangnya, berbagai kuliner kekinian menyimpan ancaman bagi kesehatan. Sebut saja minuman berbahan dasar boba yang sedang tren, keju, hingga makanan bakar-bakaran.

Makanan seperti ini tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Malah makanan tersebut tinggi lemak, gula, garam dan bahkan ada yang memicu kanker karena mengandung zat karsinogen.

Rachel Olsen, Nutrition Expert YOUVIT multivitamin gummy, mengatakan bahwa nutrisi alami sebenarnya memiliki peranan penting untuk proses reproduksi sel pada tubuh.

Baca Juga: 5 Kuliner Tradisional Indonesia Ini Nyaris Punah, Pernah Mencoba?

"Kalau tubuh kita tidak cukup mendapatkan nutrisi alami seperti vitamin dan mineral tiap harinya, secara perlahan ini dapat mengganggu proses pembentukan sel baru. Hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, sel akan berpotensi untuk tumbuh secara abnormal, sehingga mengakibatkan penyakit seperti tumor bahkan kanker," ujarnya dalam talkshow bertajuk Kurangi Makanan Kekinian untuk Cegah Kanker Payudara yang diadakan YOUVIT.

Berdasarkan data WHO tahun 2018, kasus kanker payudara pada wanita Indonesia menduduki peringkat pertama dibandingkan kasus kanker yang lain, yaitu 56.256 kasus per tahun, dengan angka kematian 22.692 kasus per tahunnya. Dr Yendri Januari, SpB(K)Onk menyarankan melakukan deteksi dini kanker payudara melalui langkah SADARI secara berkala oleh wanita di semua rentang usia.

Meskipun memang kebanyakan kasus kanker payudara terjadi di usia 40 tahun ke atas. Dia mengingatkan, kanker payudara bisa juga terjadi pada pria. Oleh karena itu, penyakit ini perlu diwaspadai oleh semua kalangan.

"Kalau memang sudah dinyatakan memiliki kanker payudara, sebaiknya segera melakukan terapi sesuai dengan stadiumnya, seperti kemoterapi, terapi hormon dan lain-lain. Semakin cepat bisa terdeteksi, dokter dapat melakukan langkah terbaik untuk mencegah penyebaran kanker yang lebih luas,” bebernya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: makanan-minuman

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Business Insider

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,776.29 3,738.51
British Pound GBP 1.00 18,344.76 18,160.82
China Yuan CNY 1.00 2,015.87 1,995.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,161.46 14,020.55
Dolar Australia AUD 1.00 9,621.30 9,522.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.68 1,790.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.25 10,300.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,680.98 15,519.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.20 3,367.09
Yen Jepang JPY 100.00 13,034.02 12,903.14

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6152.090 29.465 662
2 Agriculture 1379.447 -9.112 20
3 Mining 1485.572 -15.475 49
4 Basic Industry and Chemicals 966.315 11.894 76
5 Miscellanous Industry 1179.958 2.642 50
6 Consumer Goods 2068.235 7.578 54
7 Cons., Property & Real Estate 504.784 -3.189 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1133.400 4.587 76
9 Finance 1279.031 12.798 90
10 Trade & Service 782.237 -0.744 165
No Code Prev Close Change %
1 SINI 740 925 185 25.00
2 JTPE 660 825 165 25.00
3 ESIP 430 535 105 24.42
4 TBMS 800 995 195 24.38
5 OCAP 210 258 48 22.86
6 PCAR 1,410 1,700 290 20.57
7 ABBA 104 124 20 19.23
8 MREI 4,000 4,700 700 17.50
9 TIRA 224 250 26 11.61
10 BRPT 1,130 1,245 115 10.18
No Code Prev Close Change %
1 COWL 180 117 -63 -35.00
2 MPOW 183 129 -54 -29.51
3 PURE 640 480 -160 -25.00
4 CITY 220 165 -55 -25.00
5 DEAL 650 488 -162 -24.92
6 ENVY 1,555 1,170 -385 -24.76
7 JSKY 414 312 -102 -24.64
8 FORZ 268 202 -66 -24.63
9 PBSA 402 310 -92 -22.89
10 OMRE 990 770 -220 -22.22
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,410 1,420 10 0.71
2 MAMI 248 250 2 0.81
3 IPTV 505 510 5 0.99
4 KPIG 125 124 -1 -0.80
5 BBRI 4,120 4,190 70 1.70
6 SQMI 280 230 -50 -17.86
7 MSIN 450 456 6 1.33
8 BBTN 1,955 2,070 115 5.88
9 TCPI 5,175 5,100 -75 -1.45
10 TLKM 4,000 4,020 20 0.50