Portal Berita Ekonomi Kamis, 02 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:58 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,27% tehadap Poundsterling pada level 1,2405 USD/GBP.
  • 12:57 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Euro pada level 1,0944 USD/EUR.
  • 12:56 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Yen pada level 107,30 JPY/USD.
  • 12:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.585 USD/Troy Ounce.
  • 12:54 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 26,80 USD/Barel.
  • 12:54 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 21,79 USD/Barel.
  • 11:30 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,12% di akhir sesi I.

Ini Saran CIPS Soal Alkohol Ilegal

Ini Saran CIPS Soal Alkohol Ilegal - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Berdasarkan penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) pada 2018, banyak orang menjadi korban alkohol ilegal. Selama Januari-April, lebih dari 100 orang di beberapa daerah di Indonesia meninggal akibat mengonsumsi alkohol oplosan. Alkohol tersebut mengandung metanol yang merupakan alkohol untuk industri dan tidak bisa dikonsumsi manusia. Dari 100 kasus tersebut, sebanyak 57 kasus terjadi di daerah Bandung Raya.

Menanggapi hal tersebut, CIPS menyarankan pemerintah untuk mengatur ulang regulasi yang ada terkait alkohol legal. Peneliti CIPS, Kidung Asmara Sigit, mengatakan, tujuan peraturan pusat dan daerah mengenai minuman beralkohol dimaksudkan untuk mencegah orang minum alkohol legal berdasarkan alasan kesehatan masyarakat, kebudayaan, dan keagamaan. Namun, peraturan pelarangan tersebut justru membawa konsekuensi negatif, yaitu beralihnya konsumen alkohol legal ke alkohol ilegal.

Baca Juga: CIPS: Sudahkah Indonesia Mencapai Ketahanan Pangan?

"Ketika akses legal dibatasi, konsumen beralih ke opsi ilegal. Seluruh petugas yang diwawancarai untuk penelitian ini melihat alasan utama penyebaran alkohol ilegal adalah karena komunitas berpendapatan rendah tidak dapat mengakses alkohol legal karena harga retail yang tinggi dan ketersediaan yang terbatas di toko-toko. Hasil penelitian CIPS pada 2016 juga mengonfirmasi bahwa harga yang lebih murah dan akses yang lebih mudah adalah alasan utama orang mengonsumsi alkohol," kata Kidung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Lanjutnya, Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 158 Tahun 2018 perlu direvisi untuk menurunkan tarif cukai alkohol seluruh kategori. Selain itu, pemerintah sebaiknya juga membuka akses terhadap alkohol lokal yang harganya terjangkau. Hal itu akan memberikan mereka opsi lebih murah dan aman yang dapat dimonitor lebih mudah, sekaligus mendukung pariwisata dan industri lokal.

Yang kedua, lanjut Kidung, revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 Tahun 2013, Permendag Nomor 06 Tahun 2015, dan peraturan-peraturan daerah yang melarang penjualan alkohol legal. Dengan begitu, toko-toko berizin, seperti minimarket dan toserba, dapat menyediakan akses ke alkohol legal serta pengaturan lebih jelas soal usia minimal pengonsumsi alkohol. Mereka harus bisa membuktikan bahwa mereka sudah layak mengonsumsi alkohol legal.

Ketiga, denda untuk pelanggaran ringan harus dinaikkan sesuai dengan peraturan daerah. Denda karena menjual alkohol ilegal setidaknya harus setara dengan keuntungan rata-rata yang didapatkan penjual dengan menjual alkohol ilegal tersebut.

Diperlukan adanya pembenahan untuk meningkatkan upaya penegakan hukum, terlebih pada hal-hal yang menjadi penghalang efektivitas penegakan hukum. Pemerintah juga perlu meningkatkan upaya pencegahan dan edukasi terhadap mereka yang berpotensi menjadi konsumen alkohol legal dan ilegal dari sisi kesehatan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar para konsumen bisa memahami dampak konsumsi alkohol dan bijak dalam mengonsumsinya (kalau akhirnya tetap mengonsumsi juga).

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), produk ilegal, Regulasi

Penulis/Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Yusuf Nugroho

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,472.52 4,427.42
British Pound GBP 1.00 20,850.86 20,635.06
China Yuan CNY 1.00 2,365.81 2,340.63
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,824.71 16,657.30
Dolar Australia AUD 1.00 10,234.47 10,129.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,170.54 2,148.72
Dolar Singapura SGD 1.00 11,713.11 11,592.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,416.33 18,226.42
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,847.41 3,798.70
Yen Jepang JPY 100.00 15,668.38 15,508.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4466.037 -72.893 687
2 Agriculture 914.490 -13.968 22
3 Mining 1175.076 -9.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 576.696 -3.566 78
5 Miscellanous Industry 714.996 -18.031 51
6 Consumer Goods 1639.276 -19.862 57
7 Cons., Property & Real Estate 328.929 -9.482 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.758 -15.676 79
9 Finance 972.633 -17.041 92
10 Trade & Service 591.445 -10.829 170
No Code Prev Close Change %
1 YULE 160 216 56 35.00
2 SAMF 162 218 56 34.57
3 ISSP 110 148 38 34.55
4 ACST 232 290 58 25.00
5 DUCK 354 442 88 24.86
6 ARTO 735 915 180 24.49
7 DAYA 392 466 74 18.88
8 TALF 242 278 36 14.88
9 GDST 51 58 7 13.73
10 KREN 266 300 34 12.78
No Code Prev Close Change %
1 HOTL 100 93 -7 -7.00
2 SMRA 400 372 -28 -7.00
3 CASA 430 400 -30 -6.98
4 MIKA 2,150 2,000 -150 -6.98
5 PSGO 115 107 -8 -6.96
6 ASJT 101 94 -7 -6.93
7 IDPR 260 242 -18 -6.92
8 JAST 580 540 -40 -6.90
9 ULTJ 1,595 1,485 -110 -6.90
10 AGRS 145 135 -10 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 2,930 -90 -2.98
2 BBCA 27,625 27,400 -225 -0.81
3 BRPT 725 745 20 2.76
4 BBNI 3,820 3,680 -140 -3.66
5 TLKM 3,160 3,100 -60 -1.90
6 BMRI 4,680 4,610 -70 -1.50
7 KLBF 1,200 1,165 -35 -2.92
8 ASII 3,900 3,770 -130 -3.33
9 KAEF 1,310 1,285 -25 -1.91
10 REAL 55 57 2 3.64