Portal Berita Ekonomi Kamis, 14 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.469 USD/troy ounce
  • 16:01 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,76 USD/barel
  • 16:01 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,46 USD/barel
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG melemah -0,71% di akhir sesi II.
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Poundsterling pada level 1,2843 USD/Pound
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,1012 USD/Euro
  • 15:57 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,13% terhadap Yen pada level 108,68 Yen/USD
  • 15:56 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,04% terhadap USD pada level 7,0260 Yuan/USD
  • 15:53 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,06% terhadap USD pada level Rp.14.088/USD
  • 15:52 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,93% pada level 26.323
  • 15:51 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,16% pada level 2.909
  • 15:50 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,21% pada level 3.232
  • 15:49 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,34% pada level 7.326
  • 13:47 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,76% pada level 23.141
  • 13:47 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,36% pada level 2.130

Ini Saran CIPS Soal Alkohol Ilegal

Ini Saran CIPS Soal Alkohol Ilegal - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Berdasarkan penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) pada 2018, banyak orang menjadi korban alkohol ilegal. Selama Januari-April, lebih dari 100 orang di beberapa daerah di Indonesia meninggal akibat mengonsumsi alkohol oplosan. Alkohol tersebut mengandung metanol yang merupakan alkohol untuk industri dan tidak bisa dikonsumsi manusia. Dari 100 kasus tersebut, sebanyak 57 kasus terjadi di daerah Bandung Raya.

Menanggapi hal tersebut, CIPS menyarankan pemerintah untuk mengatur ulang regulasi yang ada terkait alkohol legal. Peneliti CIPS, Kidung Asmara Sigit, mengatakan, tujuan peraturan pusat dan daerah mengenai minuman beralkohol dimaksudkan untuk mencegah orang minum alkohol legal berdasarkan alasan kesehatan masyarakat, kebudayaan, dan keagamaan. Namun, peraturan pelarangan tersebut justru membawa konsekuensi negatif, yaitu beralihnya konsumen alkohol legal ke alkohol ilegal.

Baca Juga: CIPS: Sudahkah Indonesia Mencapai Ketahanan Pangan?

"Ketika akses legal dibatasi, konsumen beralih ke opsi ilegal. Seluruh petugas yang diwawancarai untuk penelitian ini melihat alasan utama penyebaran alkohol ilegal adalah karena komunitas berpendapatan rendah tidak dapat mengakses alkohol legal karena harga retail yang tinggi dan ketersediaan yang terbatas di toko-toko. Hasil penelitian CIPS pada 2016 juga mengonfirmasi bahwa harga yang lebih murah dan akses yang lebih mudah adalah alasan utama orang mengonsumsi alkohol," kata Kidung dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Lanjutnya, Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 158 Tahun 2018 perlu direvisi untuk menurunkan tarif cukai alkohol seluruh kategori. Selain itu, pemerintah sebaiknya juga membuka akses terhadap alkohol lokal yang harganya terjangkau. Hal itu akan memberikan mereka opsi lebih murah dan aman yang dapat dimonitor lebih mudah, sekaligus mendukung pariwisata dan industri lokal.

Yang kedua, lanjut Kidung, revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 Tahun 2013, Permendag Nomor 06 Tahun 2015, dan peraturan-peraturan daerah yang melarang penjualan alkohol legal. Dengan begitu, toko-toko berizin, seperti minimarket dan toserba, dapat menyediakan akses ke alkohol legal serta pengaturan lebih jelas soal usia minimal pengonsumsi alkohol. Mereka harus bisa membuktikan bahwa mereka sudah layak mengonsumsi alkohol legal.

Ketiga, denda untuk pelanggaran ringan harus dinaikkan sesuai dengan peraturan daerah. Denda karena menjual alkohol ilegal setidaknya harus setara dengan keuntungan rata-rata yang didapatkan penjual dengan menjual alkohol ilegal tersebut.

Diperlukan adanya pembenahan untuk meningkatkan upaya penegakan hukum, terlebih pada hal-hal yang menjadi penghalang efektivitas penegakan hukum. Pemerintah juga perlu meningkatkan upaya pencegahan dan edukasi terhadap mereka yang berpotensi menjadi konsumen alkohol legal dan ilegal dari sisi kesehatan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar para konsumen bisa memahami dampak konsumsi alkohol dan bijak dalam mengonsumsinya (kalau akhirnya tetap mengonsumsi juga).

Baca Juga

Tag: Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), produk ilegal, Regulasi

Penulis/Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Yusuf Nugroho

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.16 3,740.37
British Pound GBP 1.00 18,193.76 18,011.32
China Yuan CNY 1.00 2,017.76 1,996.83
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,168.49 14,027.51
Dolar Australia AUD 1.00 9,633.16 9,535.90
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.58 1,791.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,395.08 10,288.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,586.76 15,430.26
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.34 3,370.38
Yen Jepang JPY 100.00 13,034.49 12,901.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6142.501 -38.491 660
2 Agriculture 1401.983 -11.934 20
3 Mining 1473.600 -27.895 49
4 Basic Industry and Chemicals 948.028 -1.939 75
5 Miscellanous Industry 1203.370 0.807 50
6 Consumer Goods 2073.718 -13.455 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.734 -1.961 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.019 -9.299 75
9 Finance 1256.244 -8.117 90
10 Trade & Service 802.369 -5.169 165
No Code Prev Close Change %
1 VINS 135 182 47 34.81
2 ARMY 50 67 17 34.00
3 POSA 50 64 14 28.00
4 MTPS 1,080 1,350 270 25.00
5 SINI 306 382 76 24.84
6 POLA 730 910 180 24.66
7 ARTO 1,735 2,160 425 24.50
8 ARTA 336 418 82 24.40
9 SLIS 4,350 5,350 1,000 22.99
10 BRAM 8,150 9,775 1,625 19.94
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 418 314 -104 -24.88
2 DFAM 620 466 -154 -24.84
3 OMRE 1,350 1,015 -335 -24.81
4 BMSR 246 185 -61 -24.80
5 NICK 298 230 -68 -22.82
6 FORZ 384 298 -86 -22.40
7 BOSS 230 179 -51 -22.17
8 SKYB 106 83 -23 -21.70
9 ALKA 500 402 -98 -19.60
10 JIHD 650 525 -125 -19.23
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 248 240 -8 -3.23
2 BBRI 4,000 3,960 -40 -1.00
3 IPTV 505 500 -5 -0.99
4 MNCN 1,430 1,440 10 0.70
5 ANDI 226 238 12 5.31
6 BRPT 990 1,035 45 4.55
7 IRRA 800 705 -95 -11.88
8 SCMA 1,330 1,310 -20 -1.50
9 BHIT 71 71 0 0.00
10 TLKM 4,180 4,150 -30 -0.72