Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Apes Banget, Selain Harus Kembalikan Dana Nasabah Hanson Juga Tak Bisa Right Issue

Apes Banget, Selain Harus Kembalikan Dana Nasabah Hanson Juga Tak Bisa Right Issue - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Emiten milik Benny Tjokrosaputro yang saat ini bertransformasi menjadi perusahaan landbank properti, PT Hanson International Tbk  (MYRX) meyatakan bila rencana Penawaran Umum Terbatas (rights issue) ditunda sampai dengan perseroam melunasi dana ilegal yang dihimpun dari masyarakat. 

 

Direktur Hanson International, Rony Agung Suseno menuturkan bila perusahaan ingin fokus dulu kepada penyelesaian pinjaman dana masyarakat yang mencapai senilai Rp2,5 triliun. “Kami patuhi aturan OJK, jadi akan fokus dulu untuk selesaikan masalah pinjaman individu itu,” katanya, di Jakarta, Jumat (8/11/2019). 

 

Baca Juga: Dihadang OJK Begini Skema Pengembalian Dana Perusahaan Benny Tjokro

 

Lebih lanjut Ia mengungkapkan bila guna menghadapi dan mengantisipasi kondisi Perseroan saat ini, ada sejumlah strategi kunci yang berfokus pada upaya menjaga dan meningkatkan kinerja penjualan serta optimistis bahwa daya beli konsumen dan tingkat kebutuhan terhadap produk properti. 

 

“Khususnya hunian yang termasuk kategori affordable housing, masih tinggi sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan sampai penghujung tahun ini,” jelasnya. 

 

Baca Juga: Tak Mau Harga Saham Terus Meleleh, Perusahaan Benny Tjokro Beri Penjelasan Gini

 

Sebagai informasi, perseroan disebut-sebut melanggar Undang-undang perbankan karena menerima pinjaman individual jangka pendek di bawah satu tahun. Dana tersebut dialirkan perseroan sebagai sumber pendanaan dalam rangka ekspansi bisnis perusahaan di bidang properti.

 

Perseroan pun telah menyiapkan skema pelunasan dana. Dimana, perseroan akan melakukan pengembalian seusai dengan perjanjian yang berlaku pada 2016 lalu.

 

Baca Juga: Perusahaannya Gonjang-Ganjing, Berapa Kekayaan Benny Tjokrosaputro?

 

“Ada opsi yang tadinya melunasi semua akhir Desember 2019 sebesar Rp 2,5 triliun tidak sesuai perjanjian karena ada yang jatuh tempo Oktober 2020 beserta bunga, ga fair. Right issue juga tak mungkin karena perlu waktu lama. Menjual aset butuh waktu yang tak sebentar. Jadi melunasi sesuai jatuh tempo saja. Rasanya lebih bijaksana meskipun agak berat tapi harus tahggung jawab. Selama setahun sampai Oktober 2020 kami bayarkan ke individu. Satgas waspada investasi sudah menyetujui,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

 

Ia mengaskantekankan bahwa tidak ada pihak yang dirugikan saat ini dari pinjaman individu tersebut dan belum pernah ada gagal pembayaran. “Untuk kedepannya, PT Hanson international Tbk berkomitmen untuk mematuhi perundang undangan yang berlaku termasuk undang-undang pasar modal,” pungkasnya. 

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Annisa Nurfitriyani

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,343.24 4,297.73
British Pound GBP 1.00 20,125.34 19,917.01
China Yuan CNY 1.00 2,311.19 2,286.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,326.23 16,163.78
Dolar Australia AUD 1.00 10,037.37 9,929.41
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,106.01 2,084.92
Dolar Singapura SGD 1.00 11,445.76 11,327.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,749.88 17,568.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,757.48 3,711.97
Yen Jepang JPY 100.00 15,012.63 14,859.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4626.695 -151.944 688
2 Agriculture 978.421 -34.066 22
3 Mining 1228.044 -34.552 49
4 Basic Industry and Chemicals 653.864 -23.079 78
5 Miscellanous Industry 727.043 -32.128 52
6 Consumer Goods 1697.996 -58.668 57
7 Cons., Property & Real Estate 334.365 -13.299 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 821.336 -31.949 78
9 Finance 991.588 -33.035 92
10 Trade & Service 600.535 -7.731 170
No Code Prev Close Change %
1 KBAG 100 135 35 35.00
2 VINS 96 129 33 34.38
3 SBAT 105 141 36 34.29
4 RUIS 171 220 49 28.65
5 PYFA 173 220 47 27.17
6 MTPS 336 420 84 25.00
7 DFAM 322 402 80 24.84
8 AMFG 2,250 2,690 440 19.56
9 TIRA 274 324 50 18.25
10 HDFA 131 153 22 16.79
No Code Prev Close Change %
1 ENVY 100 93 -7 -7.00
2 PANS 1,000 930 -70 -7.00
3 PNIN 715 665 -50 -6.99
4 TKIM 5,300 4,930 -370 -6.98
5 AKRA 2,150 2,000 -150 -6.98
6 BALI 645 600 -45 -6.98
7 ITIC 4,300 4,000 -300 -6.98
8 CSRA 344 320 -24 -6.98
9 DOID 129 120 -9 -6.98
10 LMPI 86 80 -6 -6.98
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,030 2,820 -210 -6.93
2 BTPS 2,780 2,660 -120 -4.32
3 BBCA 28,275 28,175 -100 -0.35
4 BBNI 4,310 4,010 -300 -6.96
5 REAL 72 67 -5 -6.94
6 TLKM 3,220 3,110 -110 -3.42
7 IPCC 298 322 24 8.05
8 PURA 75 72 -3 -4.00
9 KAEF 1,275 1,340 65 5.10
10 BMRI 5,125 4,770 -355 -6.93