Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:57 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,23% di awal sesi I.
  • 08:48 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,25 USD/barel
  • 08:48 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,86 USD/barel
  • 08:47 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.471 USD/troy ounce
  • 08:46 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,10% terhadap Dollar AS pada level 14.092 IDR/USD 
  • 08:45 WIB. Valas - Dolar AS menguat 0,02% terhadap Yuan pada level 7,0278 CNY/USD
  • 08:43 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Yen pada level 108,55 JPY/USD
  • 08:41 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,2948 USD/GBP
  • 08:40 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1066 USD/EUR
  • 08:39 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,04% pada level 26.670
  • 08:38 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,61% pada level 23.270
  • 08:36 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,99% pada level 3.226
  • 08:34 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,85% pada level 2.142

Dongkrak Ekspor, BI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal

Dongkrak Ekspor, BI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal - Warta Ekonomi
WE Online, Surabaya -

Indonesia bertekad menjadi pemain utama industri halal global karena besarnya potensi industri tersebut. Berdasarkan the State of Global Islamic Economy Report 2018-2019, total belanja masyarakat muslim dunia pada 2017 di berbagai sektor halal mencapai US$ 2,1 triliun atau setara 0,27% dari total PDBdunia.

Diperkirakan angka di atas akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya hingga mencapai US$3 triliun di 2023, linier dengan pertumbuhan penduduk muslim dunia. Namun sayangnya, Indonesia hanya dapat bertengger di peringkat 10 sebagai negara produsen dan eksportir produk halal dunia.

Baca Juga: Ini Cara Khofifah Genjot Ekonomi Syariah Jawa Timur

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan, Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia berpeluang sangat besar untuk mengambil posisi lead di industri halal, bukan hanya sebagai target pasar. Oleh sebab itu, peningkatan produksi produk halal termasuk sertifikasi halal diharapkan dapat lebih banyak memenuhi permintaan pasar domestik sehingga dapat mensubstitusi produk impor. Selain itu, peningkatan produksi produk halal ini pun berpotensi untuk memperbesar ekspor produk halal Indonesia ke pasar global.

"Karenanya, proses sertifikasi halal ini menjadi urgent untuk dikawal bersama sehingga pada gilirannya dapat turut berkontribusi dalam mendorong ekspor produk halal Indonesia dan mendorong terkendalinya Current Account Deficit (CAD), serta dapat berperan sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional," kata Difi dalam Seminar "Urgensi Sertifikasi Halal" yang merupakan rangkaian acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2019 di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/11/2019).

Dia mengatakan, di tengah persaingan di industri halal global yang makin ketat, pelaku usaha perlu menyusun strategi yang matang. Salah satunya tentu mempersenjatai diri dengan sertifikasi halal sebagai syarat mutlak yang diperlukan untuk dapat tembus pasar halal internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Sukoso, mengatakan bahwa sertifikasi halal bersifat strategis karena secara historis isu-isu terkait halal atau tidaknya suatu produk berpotensi menurunkan produksi secara signifikan.

"Di samping itu, potensi industri halal global juga sangat besar. Hal itu telah memicu berbagai negara di dunia, bahkan negara yang bukan mayoritas muslim, untuk berlomba-lomba memanfaatkan peluang yang ada dan berupaya menjadi pemain utama dalam industri halal global. Oleh karena itu, sertifikasi halal ini menjadi urgent dan perlu segera dilakukan agar pelaku usaha di Indonesia dapat menangkap peluang yang ada," jelas Sukoso.

Terkait sertifikasi halal, pemerintah melalui UU JPH No. 33 Tahun 2014 mewajibkan pelaku usaha mencantumkan sertifikasi halal yang dikeluarkan BPJPH sejak 17 Oktober 2019. "Dalam hal ini, Indonesia telah memiliki landasan hukum yang jelas terkait sertifikasi halal. Tantangan ke depan adalah bagaimana mendorong terimplementasinmya kebijakan ini," paparnya.

Untuk itu, diharapkan pelaku usaha yang bergerak di industri halal dapat melakukan sertifikasi halal sesuai dengan rentang waktu yang ditentukan. Makanan dan minuman harus bersertifikat halal 5 tahun setelah dimulainya wajib halal sejak 17 Oktiber 2019. "Selain makanan dan minuman, masih dalam tahap diskusi dengan Kementerian dan BPOM," tutup Sukoso.

Baca Juga

Tag: Bank Indonesia (BI), Festival Ekonomi Syariah (FESyar), Ekspor, Industri Halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Fajar Sulaiman

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,772.00 3,734.27
British Pound GBP 1.00 18,285.73 18,098.18
China Yuan CNY 1.00 2,017.05 1,996.13
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,145.38 14,004.63
Dolar Australia AUD 1.00 9,644.32 9,545.56
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.72 1,788.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,396.43 10,289.96
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,646.20 15,484.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.88 3,369.74
Yen Jepang JPY 100.00 13,002.46 12,869.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6122.625 -5.720 662
2 Agriculture 1388.559 2.970 20
3 Mining 1501.047 22.496 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.421 -0.201 76
5 Miscellanous Industry 1177.316 -0.936 50
6 Consumer Goods 2060.657 -6.314 54
7 Cons., Property & Real Estate 507.973 -0.049 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1128.813 -12.467 76
9 Finance 1266.233 2.133 90
10 Trade & Service 782.981 -3.567 165
No Code Prev Close Change %
1 TEBE 1,095 1,640 545 49.77
2 ESIP 344 430 86 25.00
3 SINI 595 740 145 24.37
4 ALMI 266 328 62 23.31
5 PORT 414 500 86 20.77
6 BYAN 13,300 15,800 2,500 18.80
7 PALM 208 242 34 16.35
8 ALKA 450 510 60 13.33
9 IMJS 280 316 36 12.86
10 VINS 119 134 15 12.61
No Code Prev Close Change %
1 FITT 84 55 -29 -34.52
2 RODA 175 115 -60 -34.29
3 ICON 99 72 -27 -27.27
4 JTPE 880 660 -220 -25.00
5 MPOW 244 183 -61 -25.00
6 TGRA 280 210 -70 -25.00
7 ENVY 2,070 1,555 -515 -24.88
8 DEAL 865 650 -215 -24.86
9 SQMI 372 280 -92 -24.73
10 HITS 550 414 -136 -24.73
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,410 1,410 0 0.00
2 MAMI 244 248 4 1.64
3 BBRI 4,090 4,120 30 0.73
4 IPTV 494 505 11 2.23
5 TLKM 4,080 4,000 -80 -1.96
6 TCPI 4,780 5,175 395 8.26
7 IRRA 450 498 48 10.67
8 ACES 1,695 1,700 5 0.29
9 BBTN 1,920 1,955 35 1.82
10 BRPT 1,075 1,130 55 5.12