Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,71% pada level 3.235
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,85% pada level 2.933
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,55% pada level 27.093
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,56% pada level 7.348
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,53% pada level 23.292
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,32% pada level 2.153
  • 15:58 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,08% terhadap USD pada level 7,0201 Yuan/USD
  • 15:58 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,10% terhadap USD pada level Rp.14.092/USD
  • 12:52 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2956 USD/Pound
  • 12:51 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1071 USD/Euro
  • 12:50 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yen pada level 108,72 Yen/USD
  • 12:48 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.468 USD/troy ounce
  • 12:47 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,36 USD/barel
  • 12:47 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,89 USD/barel

Dongkrak Ekspor, BI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal

Dongkrak Ekspor, BI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal - Warta Ekonomi
WE Online, Surabaya -

Indonesia bertekad menjadi pemain utama industri halal global karena besarnya potensi industri tersebut. Berdasarkan the State of Global Islamic Economy Report 2018-2019, total belanja masyarakat muslim dunia pada 2017 di berbagai sektor halal mencapai US$ 2,1 triliun atau setara 0,27% dari total PDBdunia.

Diperkirakan angka di atas akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya hingga mencapai US$3 triliun di 2023, linier dengan pertumbuhan penduduk muslim dunia. Namun sayangnya, Indonesia hanya dapat bertengger di peringkat 10 sebagai negara produsen dan eksportir produk halal dunia.

Baca Juga: Ini Cara Khofifah Genjot Ekonomi Syariah Jawa Timur

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan, Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia berpeluang sangat besar untuk mengambil posisi lead di industri halal, bukan hanya sebagai target pasar. Oleh sebab itu, peningkatan produksi produk halal termasuk sertifikasi halal diharapkan dapat lebih banyak memenuhi permintaan pasar domestik sehingga dapat mensubstitusi produk impor. Selain itu, peningkatan produksi produk halal ini pun berpotensi untuk memperbesar ekspor produk halal Indonesia ke pasar global.

"Karenanya, proses sertifikasi halal ini menjadi urgent untuk dikawal bersama sehingga pada gilirannya dapat turut berkontribusi dalam mendorong ekspor produk halal Indonesia dan mendorong terkendalinya Current Account Deficit (CAD), serta dapat berperan sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional," kata Difi dalam Seminar "Urgensi Sertifikasi Halal" yang merupakan rangkaian acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2019 di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/11/2019).

Dia mengatakan, di tengah persaingan di industri halal global yang makin ketat, pelaku usaha perlu menyusun strategi yang matang. Salah satunya tentu mempersenjatai diri dengan sertifikasi halal sebagai syarat mutlak yang diperlukan untuk dapat tembus pasar halal internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Sukoso, mengatakan bahwa sertifikasi halal bersifat strategis karena secara historis isu-isu terkait halal atau tidaknya suatu produk berpotensi menurunkan produksi secara signifikan.

"Di samping itu, potensi industri halal global juga sangat besar. Hal itu telah memicu berbagai negara di dunia, bahkan negara yang bukan mayoritas muslim, untuk berlomba-lomba memanfaatkan peluang yang ada dan berupaya menjadi pemain utama dalam industri halal global. Oleh karena itu, sertifikasi halal ini menjadi urgent dan perlu segera dilakukan agar pelaku usaha di Indonesia dapat menangkap peluang yang ada," jelas Sukoso.

Terkait sertifikasi halal, pemerintah melalui UU JPH No. 33 Tahun 2014 mewajibkan pelaku usaha mencantumkan sertifikasi halal yang dikeluarkan BPJPH sejak 17 Oktober 2019. "Dalam hal ini, Indonesia telah memiliki landasan hukum yang jelas terkait sertifikasi halal. Tantangan ke depan adalah bagaimana mendorong terimplementasinmya kebijakan ini," paparnya.

Untuk itu, diharapkan pelaku usaha yang bergerak di industri halal dapat melakukan sertifikasi halal sesuai dengan rentang waktu yang ditentukan. Makanan dan minuman harus bersertifikat halal 5 tahun setelah dimulainya wajib halal sejak 17 Oktiber 2019. "Selain makanan dan minuman, masih dalam tahap diskusi dengan Kementerian dan BPOM," tutup Sukoso.

Baca Juga

Tag: Bank Indonesia (BI), Festival Ekonomi Syariah (FESyar), Ekspor, Industri Halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Fajar Sulaiman

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,776.29 3,738.51
British Pound GBP 1.00 18,344.76 18,160.82
China Yuan CNY 1.00 2,015.87 1,995.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,161.46 14,020.55
Dolar Australia AUD 1.00 9,621.30 9,522.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.68 1,790.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.25 10,300.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,680.98 15,519.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.20 3,367.09
Yen Jepang JPY 100.00 13,034.02 12,903.14

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6152.090 29.465 662
2 Agriculture 1379.447 -9.112 20
3 Mining 1485.572 -15.475 49
4 Basic Industry and Chemicals 966.315 11.894 76
5 Miscellanous Industry 1179.958 2.642 50
6 Consumer Goods 2068.235 7.578 54
7 Cons., Property & Real Estate 504.784 -3.189 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1133.400 4.587 76
9 Finance 1279.031 12.798 90
10 Trade & Service 782.237 -0.744 165
No Code Prev Close Change %
1 SINI 740 925 185 25.00
2 JTPE 660 825 165 25.00
3 ESIP 430 535 105 24.42
4 TBMS 800 995 195 24.38
5 OCAP 210 258 48 22.86
6 PCAR 1,410 1,700 290 20.57
7 ABBA 104 124 20 19.23
8 MREI 4,000 4,700 700 17.50
9 TIRA 224 250 26 11.61
10 BRPT 1,130 1,245 115 10.18
No Code Prev Close Change %
1 COWL 180 117 -63 -35.00
2 MPOW 183 129 -54 -29.51
3 PURE 640 480 -160 -25.00
4 CITY 220 165 -55 -25.00
5 DEAL 650 488 -162 -24.92
6 ENVY 1,555 1,170 -385 -24.76
7 JSKY 414 312 -102 -24.64
8 FORZ 268 202 -66 -24.63
9 PBSA 402 310 -92 -22.89
10 OMRE 990 770 -220 -22.22
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,410 1,420 10 0.71
2 MAMI 248 250 2 0.81
3 IPTV 505 510 5 0.99
4 KPIG 125 124 -1 -0.80
5 BBRI 4,120 4,190 70 1.70
6 SQMI 280 230 -50 -17.86
7 MSIN 450 456 6 1.33
8 BBTN 1,955 2,070 115 5.88
9 TCPI 5,175 5,100 -75 -1.45
10 TLKM 4,000 4,020 20 0.50