Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:29 WIB. Straits Times Index Recap - 3.258 (18/11) 3.238 (19/11) 3.229 (20/11) 3.192 (21/11) 3.225 (22/11)
  • 08:27 WIB. IHSG Recap - 6.122 (18/11) 6.152 (19/11) 6.155 (20/11) 6.117 (21/11) 6.100 (22/11)
  • 08:26 WIB. KOSPI Index Recap - 2.160 (18/11) 2.153 (19/11) 2.125 (20/11) 2.096 (21/11) 2.101 (22/11)
  • 08:19 WIB. Hang Seng Index Recap - 26.681 (18/11) 27.093 (19/11) 26.889 (20/11) 26.466 (21/11) 26.595 (22/11)
  • 08:16 WIB. Shanghai Index Recap - 2.909 (18/11) 2.933 (19/11) 2.911 (20/11) 2.903 (21/11) 2.885 (22/11)
  • 08:12 WIB. Nikkei 225 Index Recap - 23.416 (18/11) 23.292 (19/11) 23.148 (20/11) 23.038 (21/11) 23.112 (22/11)
  • 08:10 WIB. FTSE 100 Index Recap - 7.307 (18/11) 7.323 (19/11) 7.262 (20/11) 7.238 (21/11) 7.326 (22/11)
  • 08:06 WIB. Nasdaq 100 Index Recap - 8.328 (18/11) 8.338 (19/11) 8.283 (20/11) 8.265 (21/11) 8.272 (22/11)
  • 08:03 WIB. Dow Jones Index Recap - 28.036 (18/11) 27.934 (19/11) 27.821 (20/11) 27.765 (21/11) 27.873 (22/11)
  • 08:00 WIB. S&P 500 Index Recap - 3.122 (18/11) 3.120 (19/11) 3.108 (20/11) 3.103 (21/11) 3.110 (22/11) 
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,98% pada level 7.309 
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,48% pada level 26.595 
  • 16:26 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,63% pada level 2.885

Soal Wamen Tambahan, Pengamat: Bisa Dibilang Politik Akomodatif

Soal Wamen Tambahan, Pengamat: Bisa Dibilang Politik Akomodatif - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Wacana penambahan enam wakil menteri (wamen) baru pada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dinilai bertentangan atau kontraproduktif dengan kebijakan Jokowi yang ingin memangkas birokrasi agar lebih ramping, tidak berbelit-belit, dan tidak terjadi pemborosan anggaran negara.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan, penambahan enam wamen lagi sama sekali tidak dibutuhkan bagi bangsa ini, Menurutnya, adanya 12 wamen yang sebelumnya sudah dilantik saja dinilai sudah cukup gemuk. Apalagi jika ditambah enam wamen lagi.

"Inilah yang sebenarnya menjadi persoalan dari pemerintahan Jokowi. Kita tahu pascapelantikan 12 wamen, banyak partai pendukung Jokowi, salah satunya Hanura yang mengkritik tajam terkait Hanura yang tidak dapat jatah wamen, tidak dapat jatah apa-apa. Lalu banyak juga kritik yang lain dari para pendukungnya yang belum mendapatkan jabatan," kata Ujang Komarudin, Minggu (10/11/2019).

Baca Juga: Jokowi Enggak Mau Banyak Komentar Dulu soal Wamen Baru

Ujang mengatakan, apa yang dilakukan Jokowi ini hanyalah membangun sebuah politik akomodatif, yakni mengakomodasi kepentingan bagi mereka-mereka yang belum dapat jatah kekuasaan.

"Misalnya Hanura, PKPI, PBB yang belum dapat. Belum lagi relawan-relawan yang lain. Nah inilah yang sebetulnya yang membuat Jokowi ingin menambah wakil menteri. Jadi bukan karena kebutuhan, bukan demi bangsa negara, tapi membangun sebuah politik akomodatif. Tentu nanti mereka akan memberikan alasan pembenaran untuk diadakannya wakil menteri tambahan tersebut," paparnya.

Dikatakan Ujang yang juga Direktur Indonesia Political Review (IPR), dalam pidatonya saat dilantik untuk periode keduanya, Jokowi jelas-jelas menyatakan akan memangkmas eselon 3 dan 4 untuk birokrasi yang ramping dan efektif.

Baca Juga: Hingga Kini, Jokowi Belum Putuskan Jabatan Wamen Baru

"Nah dengan adanya penambahan wamen ya ini kontraproduktif. Perampingan jabatan eselon 3 dan 4, dan jangan salah juga ada pemangkasan anggaran di birokrasi di kementerioan dan lembaga agar tidak terjadi pemborosan. Di saat yang sama Jokowi membuat kebijakan yang menerabas kebijakanya sendiri yang bertantangan," urainya.

Rencana penambahan enam wamen baru, kata Ujang, tentu bakal menambah beban keuangan negara hanya demi untuk mengakomodir kepentingan politik yang belum terakomidasi.

"Ini sesungguhnya kalau kita ingin membangun pemerintahan yang sehat, ini justru tidak sehat. Hanya demi membangun politik akomodatif, lalu bertentangan dengan kebijakannya sendiri. Ini yang harus dikoreksi dari pemerintahan Jokowi," kritiknya.

 

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Presiden, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.70 3,740.90
British Pound GBP 1.00 18,304.03 18,120.50
China Yuan CNY 1.00 2,017.15 1,996.23
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,624.60 9,527.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.23 1,793.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,406.48 10,296.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,678.24 15,520.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.10 3,366.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,043.54 12,910.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6100.242 -17.122 662
2 Agriculture 1410.924 3.110 20
3 Mining 1477.521 -2.363 49
4 Basic Industry and Chemicals 928.370 -9.957 76
5 Miscellanous Industry 1179.317 1.731 50
6 Consumer Goods 2044.643 -2.698 54
7 Cons., Property & Real Estate 494.769 -3.211 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1131.865 2.111 76
9 Finance 1277.773 -4.951 90
10 Trade & Service 778.542 0.398 165
No Code Prev Close Change %
1 KPAS 63 85 22 34.92
2 HELI 140 180 40 28.57
3 ENVY 880 1,100 220 25.00
4 ARTA 364 454 90 24.73
5 PURE 270 336 66 24.44
6 YULE 131 160 29 22.14
7 SQMI 272 328 56 20.59
8 PCAR 1,745 2,050 305 17.48
9 MREI 3,450 3,980 530 15.36
10 POOL 825 950 125 15.15
No Code Prev Close Change %
1 BKSW 160 120 -40 -25.00
2 BAYU 1,210 910 -300 -24.79
3 WOWS 414 312 -102 -24.64
4 SDRA 840 645 -195 -23.21
5 KPAL 535 432 -103 -19.25
6 PADI 498 410 -88 -17.67
7 ALKA 510 420 -90 -17.65
8 ANDI 134 113 -21 -15.67
9 ESIP 645 545 -100 -15.50
10 SKYB 85 72 -13 -15.29
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,405 1,390 -15 -1.07
2 MAMI 294 302 8 2.72
3 PURE 270 336 66 24.44
4 IPTV 515 498 -17 -3.30
5 ENVY 880 1,100 220 25.00
6 SQMI 272 328 56 20.59
7 BBRI 4,220 4,210 -10 -0.24
8 TCPI 5,075 5,300 225 4.43
9 ESIP 645 545 -100 -15.50
10 PSAB 244 228 -16 -6.56