Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:28 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Euro pada level 1,0874 USD/EUR.
  • 13:14 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,16% terhadap Yen pada level 110,38 JPY/USD.
  • 13:12 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.644 USD/troy ounce.
  • 13:06 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 55,17 USD/barel.
  • 13:05 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 50,20 USD/barel.
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 1,08% di akhir sesi I.

Ekonomi Melambat, Tenaga Kerja Makin Seret

Ekonomi Melambat, Tenaga Kerja Makin Seret - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia belum mampu mencapai level lebih tinggi. Pada triwulan III 2019, ekonomi hanya tumbuh sekitar 5,02%. Mirisnya lagi, angka pertumbuhan 5%-an ini diikuti dengan penurunan kualitas pertumbuhan.

Hal tersebut terlihat dari penurunan peran sektor-sektor berbasis tenaga kerja (labor incentive) terhadap produk domestik bruto (PDB). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor labor incentive (pertanian, pertambangan, dan industri pengolahan) pada triwulan III 2019 turun menjadi 39,99%. Pada beberapa triwulan sebelumnya, kontribusi sektor tersebut masih di sekitar 40%.

Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly memandang bahwa pekerjaan pemerintah ke depan akan semakin berat lantaran struktur ekonomi nasional semakin meninggalkan sektor-sektor tradable atau labor incentive.

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,02%, Jokowi Cuma Bilang Syukuri

"Ekonomi nasional akan bergerak ke sektor jasa. Padahal, struktur tenaga kerja Indonesia masih ditopang oleh tenaga kerja berpendidikan rendah," ujar Junaidi melalui keterangannya kepada redaksi Warta Ekonomi, Senin (11/11/2019).

Legislator asal Lampung ini melanjutkan, pada Agustus 2019, jumlah tenaga kerja berpendidikan SMP dan SD ke bawah mencapai 72 juta atau sekitar 56% dari total tenaga kerja.

Persoalan lainnya, angka pengangguran pada lulusan SMK dan pendidikan tinggi juga meningkat. Sekitar 10,4% lulusan SMK menganggur, sedangkan lulusan Diploma I/II/III serta lulus S1 yang menyandang gelar tunakarya masing-masing 5,99% dan 5,67%.

"Secara umum kondisi ketenagakerjaan Indonesia pada Agustus 2019 cenderung menurun dibandingkan Februari 2019. Jumlah pengangguran melonjak mencapai 7,05 juta (Agustus 2019) dari 6,82 juta (Februari 2019)," papar Bang Jun sapaan akrabnya.

Baca Juga: Cukai Naik 23%, Pemerintah Tak Peduli Nasib Petani Tembakau dan Tenaga Kerja

Dia menambahkan, "Tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga melonjak menjadi 5,28% pada Agustus dari 5,01% pada Februari 2019. Sinyal penurunan sektor ketenagakerjaan memang sudah terlihat."

Junaidi merinci beberapa di antaranya ialah perlambatan realisasi investasi maupun penurunan realisasi belanja modal pemerintah. Proyek-proyek tersebut menjadi salah satu penentu penyerapan tenaga kerja.

"Belanja modal hanya terealisasi Rp 63 triliun atau 33% dari APBN-2019. Angka tersebut turun sekitar 11% dari tahun sebelumnya," tutup Junaidi.

Baca Juga

Tag: Ekonomi Indonesia, Tenaga Kerja

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/M Agung Rajasa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,740.79 3,702.58
British Pound GBP 1.00 18,246.58 18,063.63
China Yuan CNY 1.00 1,999.12 1,978.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,035.83 13,896.17
Dolar Australia AUD 1.00 9,270.67 9,175.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.61 1,783.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,034.19 9,932.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,258.35 15,100.97
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,311.12 3,275.85
Yen Jepang JPY 100.00 12,718.22 12,588.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5787.138 -19.912 682
2 Agriculture 1254.692 3.520 22
3 Mining 1426.077 -6.091 49
4 Basic Industry and Chemicals 827.203 -24.357 77
5 Miscellanous Industry 1093.444 18.930 51
6 Consumer Goods 1873.362 -10.597 57
7 Cons., Property & Real Estate 443.350 -0.882 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1003.838 -2.751 78
9 Finance 1321.651 0.331 92
10 Trade & Service 688.750 -0.073 168
No Code Prev Close Change %
1 PURE 142 184 42 29.58
2 BRAM 4,500 5,500 1,000 22.22
3 JSKY 130 154 24 18.46
4 DART 250 296 46 18.40
5 IBST 5,100 6,000 900 17.65
6 GPRA 52 60 8 15.38
7 TIRA 204 234 30 14.71
8 BMSR 70 80 10 14.29
9 KIOS 256 290 34 13.28
10 SQMI 270 300 30 11.11
No Code Prev Close Change %
1 AYLS 100 69 -31 -31.00
2 YPAS 182 133 -49 -26.92
3 MINA 90 66 -24 -26.67
4 VRNA 130 100 -30 -23.08
5 SINI 1,245 960 -285 -22.89
6 BBLD 428 344 -84 -19.63
7 INTD 268 216 -52 -19.40
8 RODA 68 55 -13 -19.12
9 MPRO 990 805 -185 -18.69
10 FITT 68 56 -12 -17.65
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 865 870 5 0.58
2 JSKY 130 154 24 18.46
3 DEAL 183 181 -2 -1.09
4 TLKM 3,640 3,590 -50 -1.37
5 MNCN 1,355 1,350 -5 -0.37
6 BBRI 4,490 4,500 10 0.22
7 PURE 142 184 42 29.58
8 BBCA 32,625 32,650 25 0.08
9 ANTM 685 660 -25 -3.65
10 PGAS 1,480 1,500 20 1.35