Industri Elektronik RI Diramal Tumbuh 10%, Angin Segar buat Bisnis

Industri Elektronik RI Diramal Tumbuh 10%, Angin Segar buat Bisnis Kredit Foto: Agus Aryanto

Toerangga Putra, Presiden Direktur Adhouse Clarion Events, mengatakan, perkembangan yang cepat dan perubahan lanskap pasar di Indonesia telah menciptakan peluang baru yang menarik bagi bisnis.

Indonesia sendiri merupakan salah satu anggota G20 dengan peringkat ke-16 untuk ekonomi dunia dan mencatatkan perkembangan ekonomi terbesar di Asean dengan kenaikan PDB 5,2% setiap tahun.

"Saat ini, masyarakat kelas menengah Indonesia, demografi pasar utama untuk penjualan elektronik, mencapai 70 juta orang, dan akan tumbuh menjadi 130 juta orang pada 2030. Indonesia juga merupakan basis konsumen yang menjanjikan, dengan populasi usia produktif (15-65 tahun) mencapai 68% total penduduk," ujar Toerangga di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Baca Juga: Global Sources Electronics Buka Peluang bagi Pelaku Bisnis Elektronik Indonesia

Toerangga menambahkan, perilaku konsumen yang mengalami modernisasi menciptakan peluang baru bagi produk dan merek baru untuk memasuki pasar melalui lebih banyak saluran. Apalagi elektronik saat ini menempati urutan kedua untuk transaksi penjualan terbanyak yang dilakukan melalui e-commerce.

Potensi ekonomi Indonesia yang terus tumbuh dan meningkatnya pangsa UMKM dan penjual online di Indonesia menjadi pendorong pihaknya menyelengarakan pemeran Global Sources Electronics Indonesia (GSEI) 2019, yang akan dihelat pada 5-7 Desember 2019 di Jakarta Convention Center (JCC).

Survei Kementerian Perindustrian menyimpulkan bahwa pemberlakuan kawasan perdagangan bebas di Asean-China (ACFTA) telah memicu meningkatnya permintaan produk elektronik dari China oleh konsumen, dengan produk terlaris adalah laptop dan ponsel.

"Asosiasi Produsen Elektronik Indonesia (Gabel) memproyeksikan industri elektronik Indonesia masih dapat tumbuh 5% -10% pada 2019," imbuh Toerangga.

Baca Juga: Perkuat Sektor Elektronik, Kemenperin Bidik Investasi Industri Semikonduktor

Pemerintah sendiri telah memasukkan industri elektronik dan produk telematika sebagai salah satu dari enam pilar industri dalam Master Pengembangan Industri Nasional 2015-2035 Paket (RIPIN). 2015 hingga 2024 akan berfokus pada pengembangan komponen elektronik dan peralatan rumah. Sedangkan 2025 hingga 2030 diarahkan pada pengembangan fabrikasi komponen dan semikonduktor.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini