Portal Berita Ekonomi Senin, 09 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:05 WIB. Tingkat Inflasi - India 4,62%, China 3,80%, Vietnam 3,52%, Brazil 3,27%, Indonesia 3,00%, Filipina 1,30%, Malaysia 1,10%, Thailand 0,21%
  • 09:55 WIB. Tingkat Pengangguran - (Brazil 11,60%), (India 8,50%), (Indonesia 5,28%), (Filipina 4,50%), (Tiongkok 3,61%), (Vietnam 2,71%), (Thailand 0,91%)
  • 09:47 WIB. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja - (Indonesia 67,49%), (Vietnam 76,60%), (Malaysia 68,70%),  (Singapura 67,70%), (Filipina 61,47%), 

Membangun Kolaborasi Manajemen-Serikat Pekerja secara Produktif

Membangun Kolaborasi Manajemen-Serikat Pekerja secara Produktif - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Manajemen mesti memberi respek terhadap keberadaan dan fungsi serikat pekerja sebagai representasi dari para karyawan. Sebaliknya, serikat pekerja juga harus memberi respek kepada manajemen untuk mengelola kegiatan operasional perusahaan dan mengarahkan aktivitas karyawannya.

Kedua belah pihak mesti saling menerima dan mengakui perspektif hak dan kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan ketenagakerjaan dan norma sosial yang berlaku serta dibakukan di dalam perjanjian kerja bersama ataupun peraturan perusahaan.

Lebih dari itu, manajemen juga harus memberi respek terhadap hak asasi semua karyawan untuk bergabung dan berpartisipasi dalam kegiatan serikat pekerja, bahkan dalam upaya industrial action yang cukup keras seperti hak untuk mogok tanpa adanya rasa takut terintimidasi, tekanan, paksaan, dan pengaruh lainnya dari pihak manajemen.

Demikian pula, serikat pekerja juga berkewajiban untuk memperlakukan semua karyawan dengan baik dan dalam prinsip in good faith, termasuk bilamana karyawan menolak bergabung dengan serikat pekerja sekalipun serta memperlakukan dan bersikap terhadap manajemen dengan patut dan rasa hormat sesuai norma sosial.

Pihak manajemen dan serikat pekerja juga semestinya seiring sejalan untuk selalu sepakat dengan kesepakatan bersama dalam bentuk PKB yang dibangun secara sinergis dan mutualis. Visi utama yang akan dibangun dari kondisi ini adalah terbentuknya relasi mutualis yang saling menguntungkan antara pihak manajemen dengan pihak karyawan, terbentuknya kondisi dasar syarat kerja yang berkualitas dan nyaman (jam kerja, upah kerja, dan lingkungan kerja) bagi para karyawan serta adanya mekanisme bipartit yang efektif, responsif, dan proaktif di dalam mengatasi berbagai munculnya konflik industrial.

Salah satu prinsip mendasar dalam tata aturan ketenagakerjaan secara universal adalah mendorong kedua belah pihak untuk mampu menyatukan dan menyelesaikan berbagai perbedaan dan konflik industrialnya dalam perspektif kolaboratif. Untuk itu, perlu dibangun dan dipupuk relasi yang baik dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan, rasa hormat, dan penghargaan terhadap HAM.

Semaksimal mungkin, konflik yang muncul harus dapat diselesaikan di antara karyawan dengan atasannya. Perlu dibangun lingkungan industrial yang responsif di mana setiap permasalahan yang muncul, khususnya masalah industrial, harus segera diatasi dan menjadi concern semua pihak.

Upaya-upaya yang melibatkan pihak ketiga, baik yang jalur non-litigasi maupun litigasi, seyogyanya dihindari dan dicegah. Prinsipnya, pihak-pihak internal perusahaanlah yang paling tahu persoalan internal perusahaan.

Pihak manajemen harus memberikan standar pengupahan yang kompetitif dan adil, tunjangan yang tepat dan memadai, serta lingkungan kerja yang berkualitas dan nyaman sesuai dengan kondisi perusahaan dan kesetaraan dengan perusahaan lain yang sejenis. Pihak manajemen perlu berbagi informasi yang secukupnya menyangkut hal strategis yang akan dibangun oleh perusahan kepada pihak serikat pekerja.

Pihak manajemen juga perlu mendengar aspirasi dari serikat pekerja, khususnya yang terkait dengan aspek kebijakan dan efisiensi kegiatan operasional perusahaan. Terlebih, ketika muncul isu-isu rencana operasional atau finansial perusahaan tersebut akan berdampak negatif terhadap para karyawan.

Keduabelah pihak juga harus bekerja sama secara efektif dengan sistem komunikasi yang terbuka dan efektif. Mereka tidak lagi hanya bertemu bila ada persoalan. Mereka perlu membangun strategi kolaboratif dalam rangka pencapaian tujuan mutual bersama dan juga akan meningkatkan orientasi pelayanan terhadap pelanggan serta mengondisikan adanya lingkungan kerja yang nyaman bagi para karyawan. Relasi serikat pekerja dan manajemen yang kolaboratif mesti dibangun dalam fondasi kepentingan mutualis bersama secara jujur, adil, dan saling percaya.

Kolaborasi manajemen-serikat pekerja akan menjadi media efektif untuk membangun dan menerapkan perbaikan-perbaikan di tempat kerja dan sekaligus membangun relasi yang baik dengan berbagai stakeholders lainnya, seperti pemasok, pelanggan, pemerintah, dan masyarakat. Perlu mekanisme pembelajaran bersama antara unsur serikat pekerja dan mitra manajemen guna mengeksplorasi berbagai potensi manfaat dari kolaborasi manajemen-serikat pekerja dan membekali mereka dengan berbagai kajian dan proses untuk menerapkan kolaborasi ini di lingkungan kerjanya.

Dalam rangka memahami kerangka kerja operasional dan teknis dalam penciptaan kolaborasi antara Serikat Pekerja dan Mitra Manajemen maka WE Academy akan menyelenggarakan acara Temu Nasional dan Workshop Kolaborasi Serikat Pekerja-Mitra Manajemen yang akan diselenggarakan pada 6-7 Desember 2019 di Bali yang akan menghadirkan pakar hubungan industrial dan mantan ketua umum serikat pekerja di lingkungan BUMN.

Get Trained

Warta Ekonomi memiliki komitmen untuk menciptakan dunia bisnis yang lebih baik. Daftarkan diri Anda di kegiatan Temu Nasional dan Workshop Kolaborasi Serikat Pekerja-Mitra Manajemen melalui link berikut ini.

Baca Juga

Tag: WE Academy

Penulis: Irfan Riza, Senior Trainer WE Academy

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Asep Fathulrahman

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,762.12 3,724.29
British Pound GBP 1.00 18,565.06 18,378.94
China Yuan CNY 1.00 2,002.78 1,982.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,107.19 13,966.82
Dolar Australia AUD 1.00 9,654.96 9,557.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,372.93 10,268.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,671.68 15,514.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,387.89 3,351.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,978.10 12,845.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6186.868 34.751 667
2 Agriculture 1434.346 37.746 20
3 Mining 1474.400 -6.728 50
4 Basic Industry and Chemicals 979.828 11.348 76
5 Miscellanous Industry 1201.074 10.720 50
6 Consumer Goods 2055.194 19.613 56
7 Cons., Property & Real Estate 510.207 10.418 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1137.751 -1.677 76
9 Finance 1298.193 3.365 90
10 Trade & Service 766.195 1.154 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 100 170 70 70.00
2 VRNA 67 90 23 34.33
3 KARW 62 79 17 27.42
4 VINS 121 152 31 25.62
5 MSKY 1,000 1,250 250 25.00
6 AGAR 392 490 98 25.00
7 KPAL 232 290 58 25.00
8 MKPI 13,500 16,200 2,700 20.00
9 BWPT 104 121 17 16.35
10 DART 276 312 36 13.04
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 326 246 -80 -24.54
2 MASA 466 390 -76 -16.31
3 PDES 730 615 -115 -15.75
4 FORZ 70 59 -11 -15.71
5 DWGL 230 194 -36 -15.65
6 YULE 150 131 -19 -12.67
7 FILM 190 167 -23 -12.11
8 BCAP 165 146 -19 -11.52
9 IKAI 115 102 -13 -11.30
10 ICON 83 74 -9 -10.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 525 -5 -0.94
2 MNCN 1,390 1,395 5 0.36
3 TOWR 740 745 5 0.68
4 MAMI 326 246 -80 -24.54
5 ACES 1,550 1,485 -65 -4.19
6 WSKT 1,290 1,420 130 10.08
7 BBRI 4,220 4,170 -50 -1.18
8 BNLI 1,140 1,255 115 10.09
9 TLKM 4,060 4,100 40 0.99
10 ERAA 1,490 1,520 30 2.01