Portal Berita Ekonomi Rabu, 11 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:27 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.466 USD/troy ounce.
  • 16:27 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,01 USD/barel.
  • 16:25 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,95 USD/barel.
  • 16:23 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Poundsterling pada level 1,3142 USD/GBP.
  • 16:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Euro pada level 1,1084 USD/EUR.
  • 16:18 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Yen pada level 108,71 JPY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,06% terhadap Dollar AS pada level 7,04 CNY/USD.
  • 16:09 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,13% terhadap Dollar AS pada level Rp.14.038/USD.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,79% pada level 26.645.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,24% pada level 2.924.
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,06% di akhir sesi II.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,51% pada level 3.179.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,26% pada level 7.232.
  • 15:43 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,08% pada level 23.391.
  • 15:41 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,36% pada level 2.105.

Jamaah First Travel, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula

Jamaah First Travel, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula - Warta Ekonomi

Polemik kasus penipuan biro perjalanan umrah First Travel kembali menjadi sorotan publik. Adalah putusan tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) yang menetapkan bahwa seluruh harta First Travel bukan dikembalikan ke jemaah, melainkan dirampas oleh negara. Ibarat pepatah, nasib jamaah First Travel bak jatuh tertimpa tangga. Uang hilang, gagal umrah, dan aset dirampas negara.

Berdasarkan data yang diolah, Senin, 18 November 2019, Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat MA, Abdullah menyebut, Majelis Hakim telah memutus perkara sesuai dengan kewenangannya sebagaimana hukum acara pidana. Menurutnya, seluruh barang bukti yang disita tidak langsung dari tangan jemaah, melainkan dari First Travel, sehingga sumber barang bukti yang disita sudah tercampur.

Abdullah juga mengatakan pengadilan memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menyita barang bukti yang terkait dengan perkara untuk diajukan ke persidangan. Lalu, pada saat putusan, Majelis Hakim kembali memerintahkan Jaksa Penuntut Umum mengeksekusi barang bukti atau aset agar disetorkan ke negara.

"(Aset) Ini diambil secara sah, lalu dikembalikan ke Jaksa Penuntut Umum secara sah. Nah, sekarang tergantung negara mau diapakan uang ini. Saat (asetnya) dikembalikan ke negara maka saat itulah negara hadir, dan bukan dikembalikan ke putusan," kata Abdullah.

Dengan demikian, setelah putusan ini maka Jaksa Penuntut Umum akan mengeksekusi aset First Travel, melelangnya, dan selanjutnya menyetorkan ke negara. "Setelah ini tergantung negara. Kewenangan kami tidak sampai ke sana. Kewenangan kami hanya sampai memutus," tegas Abdullah.

Jamaah Gigit Jari

Tak ayal, bagi para korban jamaah First Travel putusan ini sangat mengusik rasa keadilan. Sebab, mereka adalah pihak yang sangat dirugikan dalam kasus ini, alias harus gigit jari lantaran tidak mendapatkan apa-apa. Namun Abdullah berkilah.

Menurutnya, Majelis Hakim dalam pertimbangannya menyebut ada sekelompok paguyuban jamaah First Travel berjumlah 100 orang dengan akta notaris pendirian Nomor 1 Tertanggal 16 April 2018 menolak menerima pengembalian aset First Travel.

"Kelompok ini ada akta notarisnya. Mereka menolak pengembalian aset. Maka dari itu, Majelis Hakim berdasarkan kewenangannya memutuskan agar disita untuk negara," kata Abdullah, menambahkan.

Berikut pertimbangan Hakim MA dalam memori kasasi, yang berujung pada barang bukti berupa aset First Travel disita oleh negara:

"Bahwa terhadap barang bukti nomor urut 1 sampai dengan nomor urut 529, Pemohon Kasasi I/Penuntut Umum sebagaimana memori kasasinya memohon agar barang-barang bukti tersebut dikembalikan kepada para calon jamaah PT First Anugerah Karya Wisata melalui Pengurus Pengelola Asset Korban First Travel berdasarkan Akta Pendirian Nomor 1 Tertanggal 16 April 2018 yang dibuat dihadapan Notaris Mafruchah Mustikawati, SH, M.Kn, untuk dibagikan secara proporsional dan merata akan tetapi sebagaimana fakta hukum di persidangan ternyata Pengurus Pengelola Aset Korban First Travel menyampaikan surat dan pernyataan penolakan menerima pengembalian barang bukti tersebut".

"Bahwa sebagaimana fakta di persidangan barang-barang bukti tersebut merupakan hasil kejahatan yang dilakukan oleh para Terdakwa dan disita dari para Terdakwa yang telah terbukti selain melakukan tindak pidana “Penipuan” juga terbukti melakukan tindak pidana “Pencucian Uang” oleh karenanya berdasarkan ketentuan Pasal 39 KUHP juncto Pasal 46 KUHAP barang-barang bukti tersebut dirampas untuk negara".

Tolak Kasasi

Pada 30 Mei 2019, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat menyatakan pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, terbukti bersalah melakukan penipuan, penggelapan dan pencucian uang (money laundering).

Dalam risalah putusan setebal 1.300 halaman, majelis hakim menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara untuk Andika Surachman dan 18 tahun penjara untuk Anniesa Hasibuan. Pasangan suami istri itu masing-masing juga dijatuhi denda Rp10 miliar subsider satu tahun empat bulan kurungan.

Sedangkan, mantan Direktur Keuangan First Travel, Siti Nuraida alias Kiki Hasibuan, dalam putusan yang dibacakan terpisah divonis 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar subsider satu tahun penjara.

Adapun atas semua aset yang disita pada perkara penipuan dan pencucian uang First Travel, Majelis Hakim menyatakan seluruh aset milik ketiga terdakwa maupun First Travel akan dirampas untuk negara. Alhasil, ketiganya tidak terima dengan putusan tersebut. Mereka kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Hasilnya, putusan Pengadilan Tinggi menguatkan putusan Pengadilan Negeri Depok. Tak puas, mereka lalu mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Dikutip dari laman mahkamahagung.go.id, Mahkamah Agung (MA) memutuskan menolak kasasi yang diajukan salah satu pendiri First Travel Andika Surachman pada 31 Januari 2019. Putusan Nomor 3096 K/Pid.Sus/2018 Tahun 2019 tersebut diputuskan Hakim Ketua Andi Samsan Nganro serta dua hakim anggota, Eddy Amry dan Margono.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: First Travel

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Viva

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,758.80 3,721.00
British Pound GBP 1.00 18,513.95 18,321.36
China Yuan CNY 1.00 2,002.52 1,982.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,095.13 13,954.88
Dolar Australia AUD 1.00 9,603.01 9,500.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.85
Dolar Singapura SGD 1.00 10,370.17 10,263.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,635.73 15,478.75
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,388.25 3,349.71
Yen Jepang JPY 100.00 12,964.62 12,834.43

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6180.099 -3.406 668
2 Agriculture 1418.148 -12.284 20
3 Mining 1503.662 13.078 50
4 Basic Industry and Chemicals 970.191 -6.792 77
5 Miscellanous Industry 1173.452 -11.499 50
6 Consumer Goods 2039.210 -8.165 56
7 Cons., Property & Real Estate 516.202 -1.555 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.532 1.407 76
9 Finance 1304.344 1.748 90
10 Trade & Service 771.675 4.995 166
No Code Prev Close Change %
1 FILM 129 174 45 34.88
2 IFII 178 240 62 34.83
3 SINI 960 1,200 240 25.00
4 TFCO 510 630 120 23.53
5 IKAI 81 100 19 23.46
6 OMRE 700 860 160 22.86
7 TIRA 202 244 42 20.79
8 TPMA 224 258 34 15.18
9 EMTK 5,600 6,400 800 14.29
10 PAMG 50 57 7 14.00
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 121 79 -42 -34.71
2 REAL 284 214 -70 -24.65
3 HDFA 160 125 -35 -21.88
4 PICO 3,580 2,890 -690 -19.27
5 DWGL 224 183 -41 -18.30
6 PDES 735 620 -115 -15.65
7 POOL 600 520 -80 -13.33
8 NICK 318 276 -42 -13.21
9 FORU 131 115 -16 -12.21
10 AMIN 328 288 -40 -12.20
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,465 1,525 60 4.10
2 IPTV 520 510 -10 -1.92
3 TOWR 750 740 -10 -1.33
4 MEDC 745 825 80 10.74
5 DEAL 202 226 24 11.88
6 ACES 1,545 1,630 85 5.50
7 TCPI 5,725 5,725 0 0.00
8 JSKY 238 228 -10 -4.20
9 IKAI 81 100 19 23.46
10 FILM 129 174 45 34.88