Portal Berita Ekonomi Rabu, 11 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:44 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,03% pada level 3.136.
  • 22:42 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,08% pada level 27.931.
  • 22:40 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,25% pada level 8.643.
  • 20:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,21% terhadap Poundsterling pada level 1,3175 USD/GBP.
  • 20:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Euro pada level 1,1077 USD/EUR.
  • 20:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Yen pada level 108,55 JPY/USD.
  • 20:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.467 USD/troy ounce.
  • 20:03 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,86 USD/barel.
  • 20:02 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,71 USD/barel.
  • 15:56 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,02% terhadap Dollar AS pada level 7,04 CNY/USD.
  • 15:55 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,07% terhadap Dollar AS pada level Rp.14.020/USD.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,22% pada level 26.436.
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,10% pada level 2.917.
  • 15:52 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,45% pada level 3.165.
  • 15:51 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,63% pada level 7.188.

Waduh! Proyek Investasi Senilai Rp708 Triliun Mangkrak

Waduh! Proyek Investasi Senilai Rp708 Triliun Mangkrak - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kepala Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan saat ini terdapat 24 proyek dengan nilai sekitar Rp708 triliun yang terkendala dan tidak dapat direalisasikan.

Untuk itu, pihaknya bertekad untuk menuntaskan eksekusi realisasi investasi di atas sehingga bisa menjadi solusi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Investasi yang bermanfaat adalah investasi yang terealisasi hingga berproduksi. Sehingga pemerintah harus fokus juga untuk mengatasi investasi yang telah ada namun terkendala agar terealisasi dan dapat segera berproduksi," kata Bahlil dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kebijakan Investasi Nasional bertempat di Hotel ShangriLa, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Baca Juga: BKPM Bujuk Investor Jepang Tanamkan Investasi di Indonesia

Bahlil pun menargetkan Indonesia dapat menjadi surga investasi. Hal ini akan diwujudkan melalui perbaikan iklim investasi, peningkatan kemudahan berusaha, percepatan realisasi investasi, dan penuntasan hambatan yang dihadapi investor, serta peningkatan peran usaha dalam negeri (PMDN), khususnya UMKM dalam perekonomian.

Ia juga menekankan pada kondisi perekonomian global saat ini yang dinilai tidak terlalu menggembirakan, antara lain krisis ekonomi dan politik di Amerika Latin, isu Brexit di Eropa, serta perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

"Kunci pertumbuhan ekonomi saat turunnya ekonomi global adalah investasi," ujarnya.

Saat ini neraca perdagangan Indonesia defisit karena ekspor yang dilakukan sebagian besar berupa bahan baku, serta besarnya impor migas. Kontribusi ekspor ke pertumbuhan ekonomi adalah sekitar 16% dan belanja pemerintah sekitar 20% sehingga yang masih bisa didorong adalah investasi.

Baca Juga: Tekan Defisit, Investasi Langsung Mesti Digenjot

Untuk itu, kata dia, terdapat empat pekerjaan penting BKPM, yaitu mulai dari meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah negara yang layak bagi investasi, menggiring investor untuk segera mendapatkan perizinan, meyakinkan investor agar nyaman dan aman berinvestasi di Indonesia, serta mengawal investasi perusahaan hingga berproduksi.

"Untuk menjalankan fungsi dari promosi investasi hingga proses pengawalan investasi hingga berproduksi, butuh kekompakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam hal ini, khususnya dengan DPMPTSP provinsi seluruh Indonesia," tambahnya.

Baca Juga

Tag: Investasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,753.27 3,715.53
British Pound GBP 1.00 18,515.78 18,325.97
China Yuan CNY 1.00 2,000.20 1,979.46
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,074.02 13,933.98
Dolar Australia AUD 1.00 9,621.00 9,523.88
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,798.07 1,780.11
Dolar Singapura SGD 1.00 10,353.11 10,248.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,584.16 15,423.52
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,381.55 3,345.49
Yen Jepang JPY 100.00 12,955.92 12,825.83

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6183.505 -10.286 668
2 Agriculture 1430.432 -12.606 20
3 Mining 1490.584 14.558 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.983 -0.489 77
5 Miscellanous Industry 1184.951 -4.213 50
6 Consumer Goods 2047.375 -14.079 56
7 Cons., Property & Real Estate 517.757 -0.597 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1121.125 -5.297 76
9 Finance 1302.596 0.766 90
10 Trade & Service 766.680 -2.198 166
No Code Prev Close Change %
1 IFII 105 178 73 69.52
2 DEAL 158 202 44 27.85
3 SOTS 187 238 51 27.27
4 OMRE 560 700 140 25.00
5 REAL 228 284 56 24.56
6 MOLI 800 995 195 24.38
7 SKRN 500 620 120 24.00
8 JSKY 197 238 41 20.81
9 DWGL 193 224 31 16.06
10 FISH 3,360 3,890 530 15.77
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 185 121 -64 -34.59
2 TFCO 670 510 -160 -23.88
3 AGAR 492 394 -98 -19.92
4 TIRA 252 202 -50 -19.84
5 PICO 4,310 3,580 -730 -16.94
6 IKAI 97 81 -16 -16.49
7 KPAL 276 234 -42 -15.22
8 PCAR 2,290 1,965 -325 -14.19
9 FILM 148 129 -19 -12.84
10 LPGI 4,100 3,600 -500 -12.20
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,505 1,465 -40 -2.66
2 IPTV 525 520 -5 -0.95
3 TCPI 5,500 5,725 225 4.09
4 TOWR 735 750 15 2.04
5 DEAL 158 202 44 27.85
6 BBRI 4,180 4,170 -10 -0.24
7 ZINC 396 410 14 3.54
8 SCMA 1,400 1,450 50 3.57
9 PPRO 74 72 -2 -2.70
10 ADRO 1,420 1,485 65 4.58