Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:11 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,04% terhadap Dollar AS pada level 13.639 IDR/USD 
  • 08:07 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 65,20 USD/barel
  • 08:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,74 USD/barel
  • 08:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.561 USD/troy ounce 
  • 08:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 110,19 JPY/USD
  • 08:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,2999 USD/GBP
  • 08:00 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,1093 USD/EUR
  • 07:54 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,11% pada level 24.060
  • 07:53 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,06% pada level 2.263

Makin Luluh, Amerika Serikat Keluarkan Izin Lagi Buat 'Musuhnya' di China

Makin Luluh, Amerika Serikat Keluarkan Izin Lagi Buat 'Musuhnya' di China - Warta Ekonomi
WE Online, Surakarta -

Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) mulai mengeluarkan lisensi bagi beberapa perusahaan untuk kembali menjual barang ke Huawei, setelah memperpanjang Lisensi Umum Sementara bagi perusahaan China.

Namun, belum jelas jenis komponen apa yang boleh kembali dijual pada Huawei. Kabarnya, perusahaan China itu mengantisipasi lisensi perizinan untuk memasok perangkat lunak Google untuk melengkapi ponsel-ponsel pintar terbarunya.

"Ada sekitar 300 permintaan lisensi, sekitar setengahnya telah diproses, seperempat di antaranya sudah disetujui sedangkan sisanya ditolak," kata Departemen Perdagangan AS, dikutip dari Reuters, Kamis (21/11/2019).

Baca Juga: Berkat Komersialisasi, Musuh Dagang Amerika Serikat Makin Maju di Sektor Teknologi Ini!

Menurut narasumber yang enggan disebutkan namanya, sejumlah lisensi yang disetujui dikeluarkan untuk penjualan komponen ponsel dan komponen bukan elektronik.

Salah satu pejabat Departemen Perdagangan AS menambahkan, "kami mengeluarkan lisensi ini untuk mengesahkan kegiatan terbatas dan tidak menimbulkan risiko signifikan bagi keamanan nasional atau kepentingan kebijakan luar negeri AS."

Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintahan Trump berupaya menandatangani perjanjian perdagangan fase satu dengan China guna mengakhir perang dagang.

Menanggapi langkah pemerintah, sejumlah pejabat AS pun melontarkan kekhawatiran lagi. "Saya sangat percaya, (keputusan) itu bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional AS," kata Senator Republik, Marco Rubio.

Namun, Asosiasi Industri Semikonduktor menyambut pengumuman Departemen Perdagangan sebab itu berdampak terhadap daya saing produsen chip AS.

"Kami harap persetujuan lisensi terus berlanjut dengan cara yang cepat dan waktu yang tepat," kata asosiasi itu.

AS telah menunda kasus terhadap Huawei karena dituding mencuri kekayaan intelektualnya dan melanggar sanksi Iran. Paman Sam juga melobi sekutunya untuk berhenti memakai infrastruktur Huawei.

Pemerintah Trump memasukkan Huawei ke Daftar Hitam Perdagangan karena alasan keamanan. Perusahaan di dalam daftar itu tak boleh berbisnis dengan perusahaan AS tanpa izin khusus dari Departemen Perdagangan.

Baca Juga

Tag: Huawei Technologies Co Ltd, Amerika Serikat (AS), Perang Dagang

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Reuters/Aly Song

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,657.22 3,620.54
British Pound GBP 1.00 17,841.70 17,662.81
China Yuan CNY 1.00 2,000.45 1,980.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,722.27 13,585.73
Dolar Australia AUD 1.00 9,445.04 9,349.70
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,766.72 1,749.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,188.04 10,082.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,227.60 15,074.73
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,381.45 3,345.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,453.28 12,328.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6245.043 -46.614 675
2 Agriculture 1416.471 -20.137 21
3 Mining 1515.967 -26.726 49
4 Basic Industry and Chemicals 958.755 -7.627 77
5 Miscellanous Industry 1224.607 -9.715 51
6 Consumer Goods 2082.610 -16.264 56
7 Cons., Property & Real Estate 480.841 -4.665 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1088.720 -7.886 76
9 Finance 1366.432 -7.402 92
10 Trade & Service 750.830 -4.813 168
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 AMAR 360 450 90 25.00
3 LUCK 450 560 110 24.44
4 PICO 1,225 1,500 275 22.45
5 MYTX 55 66 11 20.00
6 LMAS 160 191 31 19.38
7 INPP 850 990 140 16.47
8 KICI 204 230 26 12.75
9 FITT 85 95 10 11.76
10 CSRA 376 420 44 11.70
No Code Prev Close Change %
1 SONA 6,000 4,800 -1,200 -20.00
2 RELI 166 134 -32 -19.28
3 KAYU 89 72 -17 -19.10
4 KBLV 294 240 -54 -18.37
5 SDRA 850 700 -150 -17.65
6 PORT 595 510 -85 -14.29
7 CARS 145 125 -20 -13.79
8 PADI 133 115 -18 -13.53
9 LMPI 97 84 -13 -13.40
10 IKAI 64 56 -8 -12.50
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,695 1,745 50 2.95
2 TOWR 785 785 0 0.00
3 ANTM 840 795 -45 -5.36
4 LUCK 450 560 110 24.44
5 TLKM 3,810 3,810 0 0.00
6 BBCA 34,375 34,175 -200 -0.58
7 TCPI 6,850 6,700 -150 -2.19
8 PGAS 2,020 1,965 -55 -2.72
9 BBRI 4,630 4,660 30 0.65
10 WSKT 1,445 1,375 -70 -4.84