Portal Berita Ekonomi Sabtu, 07 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:57 WIB. Brent Oil Recap - 60,92 USD/barel (2/12) 60,82 USD/barel (3/12) 63,00 USD/barel (4/12) 63,39 USD/barel (5/12) 64,37 USD/barel (6/12).
  • 08:51 WIB. WTI Oil Recap - 55,96 USD/barel (2/12) 56,10 USD/barel (3/12) 58,43 USD/barel (4/12) 58,43 USD/barel (5/12) 59,13 USD/barel (6/12).
  • 07:51 WIB. Poundsterling Recap - 1,2937 USD/GBP (2/12) 1,2994 USD/GBP (3/12) 1,3104 USD/GBP (4/12) 1,3157 USD/GBP (5/12) 1,3139 USD/GBP (6/12).
  • 07:46 WIB. Euro Recap - 1,1079 USD/EUR (2/12) 1,1083 USD/EUR (3/12) 1,1078 USD/EUR (4/12) 1,1104 USD/EUR (5/12) 1,1059 USD/EUR (6/12).
  • 07:43 WIB. Yuan Recap - 7,0393 CNY/USD (2/12) 7,0613 CNY/USD (3/12) 7,0499 CNY/USD (4/12) 7,0448 CNY/USD (5/12) 7.0349 CNY/USD (6/12).
  • 07:39 WIB. Yen Recap - 109,00 JPY/USD (2/12) 108,64 JPY/USD (3/12) 108,86 JPY/USD (4/12) 108,76 JPY/USD (5/12) 108,58 JPY/USD (6/12).
  • 07:35 WIB. Rupiah Recap - Rp.14.125/USD (2/12) Rp.14.105/USD (3/12) Rp.14.105/USD (4/12) Rp.14.065/USD (5/12) Rp.14.037/USD (6/12).
  • 07:31 WIB. IHSG Recap - 6.130 (2/12) 6.133 (3/12) 6.112 (4/12) 6.152 (5/12) 6.186 (6/12).
  • 07:28 WIB. Straits Times Index Recap - 3.187 (2/12) 3.173 (3/12) 3.159 (4/12) 3.174 (5/12) 3.194 (6/12).
  • 07:25 WIB. Shanghai Index Recap - 2.875 (2/12) 2.884 (3/12) 2.878 (4/12) 2.899 (5/12) 2.912 (6/12).
  • 07:23 WIB. Hang Seng Index Recap - 26.444 (2/12) 26.391 (3/12) 26.062 (4/12) 26.217 (5/12) 26.498 (6/12).
  • 07:20 WIB. Nikkei Index Recap - 23.529 (2/12) 23.379 (3/12) 23.135 (4/12) 23.300 (5/12) 23.354 (6/12).
  • 07:16 WIB. KOSPI Index Recap - 2.091 (2/12) 2.084 (3/12) 2.068 (4/12) 2.060 (5/12)  2.081 (6/12).
  • 07:07 WIB. FTSE 100 Index Recap - 7.285 (2/12) 7.158 (3/12) 7.188 (4/12) 7.137 (5/12) 7.239 (6/12).
  • 07:03 WIB. S&P 500 Index Recap - 3.113 (2/12) 3.093 (3/12) 3.112 (4/12) 3.117 (5/12) 3.145 (6/12).

Ya Ampun! Dituduh Cuma Gimmick, Stafsus Milenial Jokowi Akhirnya Buka Suara!

Ya Ampun! Dituduh Cuma Gimmick, Stafsus Milenial Jokowi Akhirnya Buka Suara! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari kalangan milenial, Aminuddin Ma'ruf, menyebut kehadiran mereka adalah visi Presiden Jokowi yang sudah memikirkan regenerasi kepemimpinan 10 sampai 20 tahun mendatang. Dengan begitu, stafsus di kalangan milenial nantinya bisa mengetahui sistem pemerintah dan negara.

"Ya, para stafsus ini memang kalangan milenial, tapi kami semua memiliki keahlian di bidang masing-masing," katanya dalam diskusi Efek Milenial di Lingkaran Istana di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/

Dia mengakui, tugasnya adalah memvariasikan kebijakan-kebijakan dalam sentuhan kreativitas dan inovasi. Ia menyanggah jika stafsus dari kalangan milenial disebut gimik politik, apalagi politik akomodatif.

Baca Juga: Gaji Stafsus Milenial Jokowi Capai Puluhan Juta, PDIP Kok Cuek?

Menurutnya, berlebihan jika penunjukan stafsus di kalangan milenial disebut gimik. Presiden Jokowi memberikan kesempatan untuk mengelola pemerintah dan negara. Lalu, para stafsus diberikan pembekalan dan pembelajaran. Mereka juga saling berdiskusi apa yang menjadi pembenturan pemerintah dan birokrasi.

"Hambatan apa saja yang mengganggu dan membatasi percepatan yang ingin dikerjakan oleh pemerintah dengan visi Indonesia maju," ujarnya.

Amin mengatakan, sosok stafsus dari kalangan milenial patut dicontoh karena mereka memiliki pendidikan, pengalaman, dan karya yang luar biasa di bidangnya masing-masing.

"Justru saya merasa biasa saja dibandingkan mereka. Saya juga meragukan diri saya sendiri," kata dia.

Baca Juga: Jangan Cuma Gimmick, Stafsus Milenial Harus Kerja!

Amin melanjutkan, walaupun para stafsus mayoritas merupakan pejabat eksekutif tertinggi (CEO) dalam perusahaannya masing-masing, mereka tetap pada posisi tersebut dengan memberikan masukan-masukan kepada Presiden Jokowi dalam mengelola pemerintah dan negara.

Sebelumnya, Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, mengatakan abhwa Presiden Jokowi harus menjelaskan secara terperinci tugas stafsus dari kalangan milenial. Keberadaan stafsus dari ka langan milenial memang benar-benar membantu Jokowi dalam perumusan kebijakan.

Namun, perlu ada tugas yang jelas bagi para generasi muda tersebut.

"Jangan sampai stafsus tersebut hanya gimik pemerintah. Semoga bukan gimik tapi ada kebijakan yang konkret," kata dia.

Baca Juga: Kasihan, Stafsus Milenial Jokowi Dinyinyirin Fadli Zon

Kholid menambahkan, saat ini pemerintah sudah memiliki sejumlah lembaga yang memiliki kewenangan untuk memberikan masukan terhadap Presiden, di antaranya menteri sekretaris negara (mensesneg) Kantor Staf Presiden (KSP), deputi, utusan khusus presiden, hingga Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Saat ini semua itu di tambah dengan tujuh stafsus yang berasal dari kalangan milenial.

Kholid menyarankan, jika Presiden menambah stafsusnya, harus ada kebijakan yang jelas terkait dengan strategi mengelola bonus demografi yang ada. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi masih tetap berada di sekitar 5 persen.

Dia mengaku khawatir lembaga pemerintahan yang banyak ini justru membuat Presiden Jokowi nantinya bingung dalam mengambil keputusan kebijakan.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Putri Tanjung, Generasi Milenial, Belva Devara

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,762.12 3,724.29
British Pound GBP 1.00 18,565.06 18,378.94
China Yuan CNY 1.00 2,002.78 1,982.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,107.19 13,966.82
Dolar Australia AUD 1.00 9,654.96 9,557.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.85 1,783.73
Dolar Singapura SGD 1.00 10,372.93 10,268.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,671.68 15,514.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,387.89 3,351.77
Yen Jepang JPY 100.00 12,978.10 12,845.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6186.868 34.751 667
2 Agriculture 1434.346 37.746 20
3 Mining 1474.400 -6.728 50
4 Basic Industry and Chemicals 979.828 11.348 76
5 Miscellanous Industry 1201.074 10.720 50
6 Consumer Goods 2055.194 19.613 56
7 Cons., Property & Real Estate 510.207 10.418 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1137.751 -1.677 76
9 Finance 1298.193 3.365 90
10 Trade & Service 766.195 1.154 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 100 170 70 70.00
2 VRNA 67 90 23 34.33
3 KARW 62 79 17 27.42
4 VINS 121 152 31 25.62
5 MSKY 1,000 1,250 250 25.00
6 AGAR 392 490 98 25.00
7 KPAL 232 290 58 25.00
8 MKPI 13,500 16,200 2,700 20.00
9 BWPT 104 121 17 16.35
10 DART 276 312 36 13.04
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 326 246 -80 -24.54
2 MASA 466 390 -76 -16.31
3 PDES 730 615 -115 -15.75
4 FORZ 70 59 -11 -15.71
5 DWGL 230 194 -36 -15.65
6 YULE 150 131 -19 -12.67
7 FILM 190 167 -23 -12.11
8 BCAP 165 146 -19 -11.52
9 IKAI 115 102 -13 -11.30
10 ICON 83 74 -9 -10.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 525 -5 -0.94
2 MNCN 1,390 1,395 5 0.36
3 TOWR 740 745 5 0.68
4 MAMI 326 246 -80 -24.54
5 ACES 1,550 1,485 -65 -4.19
6 WSKT 1,290 1,420 130 10.08
7 BBRI 4,220 4,170 -50 -1.18
8 BNLI 1,140 1,255 115 10.09
9 TLKM 4,060 4,100 40 0.99
10 ERAA 1,490 1,520 30 2.01